Friday, May 4, 2012

Review: Kuntilanak Kuntilanak (2012)


Untuk melepas kepenatan, Adelina Venus, notabene seorang penulis novel yang terkenal, memutuskan untuk melanjutkan karya berikutnya di sebuah tempat tenang dan jauh dari kebisingan. Adelina tentu tidak sendiri karena ditemani anak tunggalnya Salwa, anak hasil hubungannya dengan mantan suaminya, Krisna, dan juga bersama Saskia, asistennya. Suasana tempat tinggal Adelina menginap terasa begitu "beda", oleh sebab itu dipasangnlah handycam di setiap pojokan ruangan tempat tinggalnya tersebut. Para "penghuni" lain di rumah itu mulai memunculkan dirinya kepada Adelina, Saskia dan juga anaknya Salwa. Satu per satu misteri pun terkuak.
Nampaknya kuntilanak dan pocong adalah dua kata yang selalu menjadi trend di perfilman Indonesia sampai tahun 2012. Dengan modifikasi sesuka hati dari para sutradara, berbagai judul pun tercipta hingga sampai saat ini. Sekarang giliran Kuntilanak Kuntilanak setelah 3 Pocong Idiot yang baru saja gue review beberapa waktu lalu. Tanpa ekspetasi apapun, kalau boleh jujur Kuntilanak Kuntilanak cukup sedikit enak ditonton loh walaupun durasi singkatnya gak nahan cuma 75 menit. Walaupun dari segi cerita bukan lagi sesuatu yang baru karena sudah banyak cerita seperti ini, akan tetapi Kuntilanak Kuntilanak setidaknya masih sedikit memberikan suasana ketegangan.

Kalau dilihat dari cerita mengingatkan pada Kereta Hantu Manggarai dan Affair. Unsur film Terekam pun tidak ketinggalan di film ini, walaupun agak kasar sih jika mau dibandingkan dengan Terekam. Eits ada lagi yang menarik dan beda dari film ini loh, Nayato nampaknya sedikit mendapatkan inspirasi dari film Nolan yaitu Inception. What?!! Inception?!! Teknik pengambilan gambar seperti di film Inception bisa sedikit kalian saksikan di film ini. Ya walaupun meniru tapi setidaknya Nayato sudah usaha memberikan nuansa beda di karyanya hahahaha *ketawa hina*.

Dari deretan pemain bisa dibilang tidak buruk-buruk amatlah. Niken Anjani yang terakhir bermain film Di Bawah Lindungan Kabah nampaknya turun kelas lagi di film ini. Walaupun tidak turun-turun amat karena tanpa adanya adegan mandi di film ini, akan tetapi dengan memilih bermain di film Nayato yang horro itu sudah turun kelas lah. Buat Adzwa Aurelline aktris cilik di film ini, nampaknya cukup berani mengambil film ini. Dengan usia yang masih belia dan mengambil peran di film horror, menurut gue sesuatu yang nekat apalagi filmnya Nayato (teteup yak Nayato disalahin terus). Pendatang baru Chrissie Vanessa nampaknya cukup baik lah pembawaan karakternya, tapi ada pengambilan gambar terhadap dirinya yang terlihat jelek sekali. Entah kenapa Nayato melakukan hal tersebut kepada gadis remaja imut ini.

Twist yang menarik dari film ini cukup bisa diterima masuk akal loh, untuk seorang Nayato jarang-jarang loh dia memberikan twist di filmnya. Tapi tetap saja twist tersebut menjadi terganggu karena tidak kuatnya Ery Sofid membuat cerita dari film ini. Semua terlihat terburu-buru dan asal jadi begitu saja *seperti review film ini juga sih ( .____.)* Akhir kata, Kuntilanak Kuntilanak merupakan film Koya Pagayo atau Nayato yang cukup menghibur. Walaupun ada sisi Affair dan Kereta Hantu Manggarai dan tidak terlihat orisinil lagi, akan tetapi twist dari film ini patutu ditunggu loh. Bersiaplah dilempar tabung gas pemadam kebakaran! :Salam JoXa:

1,5/5


Trailer:

No comments:

Post a Comment