Friday, October 14, 2011

Review: Pocong Minta Kawin (2011)

Situasi Rumah Susun semakin memanas ketika arwah Ningsih yang dikabarkan mati loncat bunuh diri karena ditinggal oleh calon suaminya, Hamid, mulai bergentayangan berupa pocong di rusun tersebut. 4 mahasiswa, Aldi, Justin, Amir dan Ragil pun bingung dengan sosok kehadiran pocongnIngsih etrsebut karena mereka baru saja pindah menempati rusun tersebut. Ibu Galon pun merasa bersalah akrena menyewakan kamar Ningsih kepada mereka. Akhirnya bersama penghuni lainnya, yaitu Yuli Gaga, yang memiliki obsesi menjadi penyanyi dangdut terkenal seperti penyanyi pujaannya yang memiliki lagu “belah duren” tersebut pun memanggil dukun untuk mengatasi masalah ini.

Chiska Doppert yang kini sudah mulai mengepakkan sayapnya tanpa bayang-bayang Nayato, sang guru, makin mengolah diri dengan hal-hal pocong. Sebelum Pocong Minta Kawin, Chiska sudah beraksi dengan Tumbal Jailangkung. Sebuah film yang sebenarnya cukup baik secara cerita tapi sayangnya kurang baik dari segi penjualan penonton. Terbukti dengan kurangnya minat penonton terhadap filmnya apdahal sudah menjual tubuh para pemain di poster filmnya. Sepertinya cerita keseluruhan yang dikemas secara cukup baik cukup terjadi di Tumbal Jailangkung saja karena di Pocong Minta Kawin, Chiska kurang lebih hampir sama dengan Nayato.

Untungnya alur flashback dari Nayato tidak begitu mencuri perhatian Chiska untuk menirunya sedikit pun, alur yang diberikan Chiska disini bisa dibilang lebih nyaman dibandingkan Nayato. Cerita sebenarnya ada sih di Pocong Minta Kawin, tapi kok gue terganggu sama pemainnya di sini ya. Disini nama-nama pemain yang mencoba menyindir atau mengambil nama-nama orang terkenal terlihat Cuma lewat begitu saja. Sebut saja, Yuli Gaga, Nikita Windsy, Dukun kondang, Justin. Kalau saja nama-nama tersebut lebih dihidupkan lagi pasti film ini lebih terlihat memorable. Sounds dari film ini terasa amat mengganggu penempatannya. Bisa kali gak seheboh itu efek-efek suaranya.

Dialog yang dihadirkan para pemain pun terasa garing dan kriuk. Belum lagi bolong-bolongnya dialog sahut-sahutan disini terasa sekali masih banyak jedanya. Editan film ini pun agak kurang baik untuk disimak tpi tidak fatal-fatal amatlah. Nah balik lagi ke Pocong! Pocong disini terasa amat kasian sekali ya make-upnya. Hadeeeuuuh Chika Waode entah dibayar berapa sampai mau dirubah mukanya kayak begitu, berwujud gigi tonggos dengan jumlah yang amatlah banyak serta bedak acak-acakan di pipi pocongnya. Julia Perrez pun disini terlihat sekali memang “jualan”nya film ini. Lihat saja body languagenya sangat dipertontonkan disini. Bagaimana cara Jupe memegang mic, dan bentuk buah dada yang lebih di zoom outkan pun menjadi andalan film ini.

Rasanya duet pertama antara Chiska Doppert dan Harry Dagoe S ini bisa dibilang cukup parah tapi tidak parah-parah amat. Jika mereka berniat membuat sekuel film ini menjadi Pocong Minta Cerai, atau Pocong Minta bla bla bla lainnya alangkah lebih baik memperbaiki dari sisi komedinya karena kalau lebih unsur komedi diperbaiki pasti terasa lebih menjual film-film seperti ini. Jika memang tidak bisa? Please banget untuk menyetop produksi pocong-pocongan lagi! (walaupun gue tahu Chiska bakal buat film pocong sekitar 3-5 lagi di tahun ini).



Trailer:

No comments:

Post a Comment