Review Film Indonesia: LOVE LIKE THE FALLING RAIN / SEPERTI HUJAN YANG JATUH KE BUMI (Netflix, 2020)

Kisah persahabatan dibuat menjadi film Indonesia rasanya sudah cukup banyak ya hingga di tahun 2020. Nah kali ini dari novel Boy Chandra, yang minggu lalu novel beliau Malik & Elsa difilmkan dan tayang di Disney+ Hotstar, dengan judul Love Like The Falling Rain atau Seperti Hujan yang Turun Ke Bumi yang difilmkan dan tayang di Netflix. Film Seperti Hujan yang Turun ke Bumi bercerita tentng dua sahabat dari sejak kecil, Kevin dan Nara. Nara, sosok perempuan yang selalu dikhianati oleh pria dan Kevin selalu menjadi tempat sandaran Nara untuk curhat atas penderitaan cinta yang dialaminya tersebut. Kevin tidak bisa mengungkapkan dengan berani kalau dirinya jatuh cinta kepada sahabatnya sendiri, Nara. Suatu hari Nara tidak sengaja bertemu dan jatuh hati dengan seniornya di kampus, Juned, pria yang memiliki hobi panjat tebing. Kevin mulai merasakan getaran cinta begitu kuat dan jauh dari sosok sahabat sejak kecilnya tersebut. 

Diantara banyaknya judul film Indonesia dari bulan September yang rilis di OTT, buat gue film Seperti Hujan yang Turun ke Bumi memiliki materi yang menarik dari segala para pemain ataupun isi ceritanya. Dan secara keseluruhan mungkin bisa dibilang setelah Sabar ini Ujian film ini yang menarik untuk ditonton. Walaupun menarik akan tetapi masih ada beberapa pertanyaan di sepanjang film ini, salah satunya yaitu karakter Jefri Nichol dan Auora Ribero apakah memang terbentuk sekaku itu seperti kanebo kering? Kalau memang terbentuk seperti itu ya cukup baik sih chemistry mereka berdua, namun kalau seharusnya mesti lebih klik satu sama lain sebagai sepasang sahabat sejak kecil ya harus diakui gagal sekali apa yang dilakukan Jefri Nichol dan Auora Ribero di film ini. Untungnya kehadiran mereka berdua bisa dibilang sebagai penyelamat film ini. Pemain pendukung lainnya dari film ini bisa dibilang tidak mendukung kekuatan cerita, bahkan karakter ketiga bikin kening mengerut dengan akting kakunya yang melebihi kakunya chemistry Jefri dan Aurora.

Setelah menonton Malik & Elsa minggu lalu dan nonton film Love Like The Falling Rain yang sama-sama dari novel Boy Chandra, terlihat jelas bagaimana Upi dan Piu Syarif membuat ciri khas Boy dalam dialog-dialog puitisnya terlihat lebih kekinian. Sangat disayangkan sih Malik & Elsa penulis naskahnya bukan Upi pasti akan jauh lebih fresh filmnya.  Dari sisi penyutradaraan Lasja F Susatyo masih tergolong kategori aman yang cenderung tak membekas untuk karyanya kali ini. Agak disayangkan sih bagaimana Aurora Ribero ketika melakukan adegan balet atau tari entah kenapa justru terlihat sebagai orang gila, mungkin kurang bimbingan dari sutradara untuk menuntun pemainnya seperti apa harusnya dilakukan Aurora. Akhir kata film Seperti Hujan yang Jatuh Ke Bumi adala karya  yang diangkat dari novel Boy Chandra yang jauh lebih mendingan dibandingkan Malik & Elsa, namun masih kurang membekas atau cenderung mudah dilupakan begitu saja.

2,5/5

Trailer:

Komentar