Review Film Indonesia: WHIPPED / BUCIN (NETFLIX, 2020)

 
Rapi Film kayaknya semakin rajin menggandeng sutradara-sutradara baru untuk debut di film panjang. Sayangnya Bucin atau Whipped yang seharusnya tayang di bioskop harus dilempar ke layanan streaming Netflix dikarenakan kondisi pandemic yang tidak kunjung reda juga. Bucin atau Whipped merupakan debut dari Chandra Liow, yang jauh lebih dikenal sebagai content creator di Youtube atau Youtuber sebutannya. Film yang menceritakan tentang 4 sahabat, Andovi, Jovi, Chandra dan Tommy yang memiliki problematika dalam urusan asmara mereka. Untuk mengatasi persoalan asmara mereka, mereka pun ikut sebuah kelas yang dipimpin oleh Susan. Akankah kelas tersebut mampu mengatasi persoalan asmara mereka atau justru mereka tetep menjadi seorang budak cinta dalam menjalin hubungan dengan pasangan mereka masing-masing?

Sebuah debut dari Chandra Liow yang cukup sayang dilewatkan hanya sebatas di layanan streaming saja. Di debutnya ini Whipped atau Bucin merupakan kolaborasi Chandra dengan teman sepermainannya yaitu Jovial da Lopez sebagai penulis naskah. Setelah menonton Whipped atau Bucin yang naskahnya dibuat oleh Jovial secara tidak langsung bisa dibilang sebuah kisah tersendiri dari film Modus. Dimana dalam film Modus Jovi memiliki pacar bernama Kirana, dalam film Whipped atau Bucin karakter Jovi dan Kirana masih ada, namun pemeran Kirana berbeda dari Melayu Nicole Hall diganti oleh Widika Sidmore. Dari sisi penggarapan naskah harus diakui ada penurunan dibanding dengan Modus. Di Whipped atau Bucin justru elemen kelas bucin terlihat hanya tempelan belaka dan jatuhnya materi promo yang menipu. Bagaimana tidak menipu, apa yang diberikan di versi filmnya jauh lebih penasaran versi teaser promonya. Begitu juga dengan ritme setelah melakukan aktivitas kelas Bucin entah kenapa ritmenya langsung menurun dan cenderung flat. Dari sisi komedi pun garing sekali bagaikan kerupuk yang baru saja matang dan siap disantap. 

Untuk sebuah debut sebenarnya Chandra masih dalam kategori cukup untuk kursi penyutradaraan, namun apakah mungkin Chandra bisa lepas dari bayang-bayang teman sepermainannya agar terlihat perbedaan jokes atau lelucon mereka apakah lebih baik atau sama saja ternyata. Kalau sama saja, ya rasanya karir sebagai sutradara ya begitu-begitu saja atau balik lagi hanya tayang di OTT saja untuk film selanjutnya jika masih ada proyek yang ditawarkan ke beliau.

1/5

Trailer:



Komentar