Sunday, January 8, 2012

Review: Mother Keder: Emakku Ajaib Bener (2012)

Pernah mendengar pepatah “Kasih Ibu tak terhingga sepanjang masa”? Ya pasti semuanya pernah mendengar pepatah tersebut. Kasih beliau tiada pernah tergantikan oleh siapapun dan karna beliau lah kita semua bisa ada di dunia ini. Film yang bertema Ibu di Indonesia nampaknya mulai berdatangan, di awal tahun saja sudah ada film Ummi Aminah yang terlihat lumayan bagus kemasannya, dan kini hadir kembali film bertema Ibu dengan unsur komedi di dalamnya, Mother Keder: Emakku Ajaib Bener.

Kalau boleh jujur ketika film ini masuk di deretan “coming soon” gue cukup kaget melihat judulnya yang terlalu panjang dan tidak menjual. Belum lagi posternya yang terlihat biasa apa adanya pun tidak membuat menarik film ini. Itu semua juga terlepas dari penulis film ini Reka Wijaya yang katanya lumayan baik kalo menggarap naskah di sebuah film. Dan ternyata setelah menyaksikan film ini secara keseluruhan, gue menemukan sisi hiburan dari film ini. Setidaknya kurang menjualnya film ini dari poster dan judul bisa mengobati semua itu.

Cerita yang terinspirasi dari Viyanthi Silvana, seorang Puteri Indonesia Photogenic tahun 2001 yang lewat novelnya dengan judul yang sama dengan film ini, merupakan rangkuman kisah nyata dari pengalaman dirinya tentang kehidupan keluarganya selama ini terutama sifat ibunya yang begitu “ajaib”. Dengan arahan dan dorongan dari Eko Nobel, sang sutradara yang berniat membuatkan film dari novel Silvana dan diperbaiki kembali oleh Reka Wijaya, sang penulis film ini. Ketika menyaksikan film ini kalo boleh jujur gue tidak menyangka kalau ada sosok ibu seperti yang diperankan oleh Ira Maya Sopha ini. Dengan sifatnya yang begitu “ajaib” mampu mencampuradukkan emosi para anggota keluarga lainnya.

Jalan cerita dari film ini nampaknya cukup aman untuk diikuti dari awal sampai akhir. Konflik yang diberikan pun tidak menumpuk satu sama lain dan menyelesaikan dengan gampang begitu saja. Semua terlihat alami dan cukup masuk akal. Semua bermula dari Vivi, seorang wanita karir cosmopolitan yang memiliki apartemen sendiri, berijasah S2, namun memiliki tekanan batin di tempat kerjanya. Ketika dirinya memutuskan berhenti dari tempat kerjaannya, dirinya pun dihadapkan konflik bertubi-tubi. Diantaranya sang pacar yang ternyata selingkuh dengan teman kantor tempat Vivi bekerja, Dinda, adik Vivi, yang ternyata mau menikah dan otomatis melangkahi dirinya. Terakhir sifat Emaknya yang begitu “ajaib”. Lalu bagaimanakah nasib selanjutnya keluarga ini?

Sebagai seorang sutradara yang baru pertama kali membuat film, nampaknya Eko Nobel memberikan nyawa positif terhadap penonton film Indonesia dan berharap ada karya beliau lagi setelah ini. Hasil karya beliau ini bisa dibilang cukup baik dan menghibur. Walaupun ruang karakter dari para tokoh disini tidak begitu terbagi dengan adil. Namun tidak memungkiri akting dari Ira Maya Sopha yang begitu mencuri perhatian sebagai sosok Emak dengan kostum dan gaya yang “unik”. Selain itu, karakter dengan muka flat dan terkadang jayus berhasil diperankan Qory Sandioriva di film ini. Begitu pula dengan Jill Gladys yang tampil ala “kuntilanak” (julukan di film ini) pun tetap terlihat cantik dan mampu memainkan emosi dengan baik.

Artistik film ini bisa dibilang cukup menarik loh karena menyelipkan sisi kegiatan Ibukota Jakarta di adegan film ini. Soundtrack dari film ini pun cukup menyatu dengan permainan emosi yang terdapat di film ini. Pesan yang diangkat pun terlihat tidak menggurui dan malah menyentil karena pasti sudah pernah dirasakan semua penonton. Bagaimana sosok Ibu yang walaupun terkadang membuat ahti kita kesal tapi dibalik sosoknya itu memiliki jiwa yang baik dan tetap sayang terhadap anaknya. Mungkin karena perbedaan generasi yang menyebabkan hubungan anak dan Ibu sering miss-communication. Jika kalian memang membutuhkan sebuah film yang menghibur tentang sosok Ibu, rasanya film Mother Keder: Emakku Ajaib Bener cukup layak untuk ditonton di bioskop kesayangan anda! :Salam JoXa:

3/5

Trailer:

2 comments:

  1. Ini baru namanya film,bukanya film esek2 yg ngk jelas malah di pilih. .

    ReplyDelete
  2. @Bommer tesis : Yup tapi sayangnya kurang promosi yang kuat dari film ini.

    ReplyDelete