Monday, January 2, 2012

Review: Ummi Aminah (2012)

Ummi Aminah seorang ustadzah yang terkenal dan pendengar ceramahnya selalu banyak. Walaupun dirinya seorang Ustadzah tapi tidak ada yang sempurna dari dirinya karena suami dari dirinya pun ada 2. Dari suami pertama, dikaruniakan dua anak, Umar yang memiliki istri Risma, yang tidak begitu disukai oleh Ummi dan keluarga lainnya. Anak kedua, Aisyah, yang memiliki suami bernama Hasan. Sedangkan dari suami keduanya, Abah, dikaruniakan 5 orang anak, Zarika, wanita karir yang sukses namun belum menikah juga, Zainal, yang memiliki istri Rini yang sedang hamil anak keduanya. Zubaidah, yang sedang jatuh hati dengan pria tetangga rumahnya, Zidan, yang begitu tekun dengan bisnisnya. Terakhir, Ziah, asisten dari Ummi. Problematika dari kehidupan keluarga Ummi Aminah pun terjadi satu per satu dan apakah Ummi mampu bertahan serta menyelesaikan masalahnya itu semua?

Seorang Ustadzah atau penceramah pastinya selalu menjadi contoh yang baik bagi pendengarnya. Oleh sebab itu penceramah tersebut selalu memberikan yang terbaik dan energi positif bagi para pendengar setianya. Satu titik energi negatif saja yang dipancarkan dari penceramah tersebut, pasti akan menjadi titik sorot dan bahan omongan utama bagi pendengarnya. Demikian sekilas inti dari film Ummi Aminah tersebut. Nama Aditya Gumay nampaknya konsisten selama 3 tahun terakhir ini untuk membuat film yang bertemakan kekeluargaan dan diselingi religi. Di awal tahun ini beliau kembali dengan film terbarunya yang berjudul Ummi Aminah.

Cerita yang dibuat juga oleh Aditya Gumay bersama Adenin Adlan memang sudah langsung memilih Nani Wijaya sebagai peran Ummi ketika membuat skenario film ini (menurut kabar yang beredar ketika wawancara di salah satu TV swasta). Dengan banyaknya tokoh-tokoh di film ini nampaknya membuat film ini terlihat padat, ramai dan penuh. Kalau dilihat dari trailer bisa dibilang film ini terlalu sinetron atau ftv loh. Untungnya cara penceritaan dari film ini dapat diterima oleh penonton film bukan sinetron atau ftv. Problematika yang ada nampaknya pas sampai akhir cerita. Bahkan twist yang menarik di akhir film nampaknya menarik untuk ditunggu.

Walaupun cerita tidak seperti sinteron atau ftv, namun teknis pengambilan gambar atau penentuan warna di film Ummi Aminah terlalu gelap dan lebih bagus melihat gambar sinetron atau ftv. Agak cukup disesali juga ya karna dari produksi MVP Pictures kenapa bisa segelap ini? Agak cukup disayangkan sih kalau hanya dari gambar saja sudah tidak menarik. Untungnya deretan para pemain bisa menjadi alasan kuat untuk tetap setia sampai akhir film tanpa adanya walked out ataupun ngantuk bahkan tertidur. Deretan para pemain di film Ummi Aminah nampaknya dipenuhi pemain senior dan baru ataupun yang memang sudah terbukti kualitas aktingnya.

Dari peran utama sendiri, ibu Nani Wijaya nampaknya cukup pas memerankan perannya sebagai Ummi. Gaya bicara, gerak gerik tubuh, dan permainan emosi sepanjang film cukup baik semuanya. Pendukung Pria Terbaik 2010, Rasyid Karim disini juga bermain cukup baik sebagai seorang abah yang memiliki 7 anak dengan sifat yang berbeda-beda. Aktris senior yang sempat menghilang di dunia akting, kini Paramitha Rusady kembali dengan perannya sebagai wanita karir yang elegan dengan busana muslimnya. Akting dari Paramitha disini nampaknya bisa menjadi sosok gambaran bagi masyarakat saat ini. Intinya tidak ada yang sempurna dalam hidup ini #tsaaaah.

Aktris Revalina S Temat walaupun tidak begitu banyak porsinya disini, tapi sebagai istri dari Ali Zainal nampaknya memberikan chemistry yang baik diantara mereka berdua. Aktris senior Aty Cancer pun tidak kalah konsisten dengan kualitas aktingnya, dengan banyolan latah yang dilontarkannya bisa member kesegaran tersendiri terhadap film ini. Selain nama-nama yang disebutkan di atas juga ada Yessy Gusman, Cahya Kamila, Elma Theana, Temmy Rahadi, Gatot Brajamusti, Zee Zee Shahab, Ruben Onsu, Budi Chaerul, dan Genta Windi. Banyak kan? Tenang karakter-karakter para pemain disini akan memberikan sesuatu yang memorable kok buat penonton setelah menonton film ini.

Akhir kata, film Ummi Aminah yang mengadakan screeningnya di hari Ibu pada tanggal 22 Desember 2011 di PPHUI, Kuningan ini nampaknya memberi kesegaran tersendiri bagi perfilman Indonesia di awal tahun 2012. Walaupun bertema religi tapi bukan berarti hanya 1 agama yang dapat menonton film ini, dengan menonton film ini pun nampaknya bisa dijadikan bahan intropeksi diri bagi penonton. Apakah kalian seperti karakter-karakter dari film ini? Dan apa yang akan kalian lakukan jika masalah yang menimpa di film ini terjadi pada kalian? So tunggu apalagi saksikan film Ummi Aminah mulai tanggal 5 Januari 2012 di bioskop kesayangan anda! Mana muluuutnyaaaaaaaaa????? *teringat dialog salah satu pemain*

3/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment