Sabtu, 31 Desember 2016

Review Otajin: Keindahan Gorontalo dengan minimnya teknis


Bisa dibilang Otajin adalah film perdana Nayato dengan backing pemerintahan Gorontalo di belakangnya. Dengan bertemakan horor mistis di sebuah tempat wisata Gorontalo. Sebagai informasi saja, Otajin itu nama beken dari sebuah gua yang konon kabarnya istananya para jin di Gorontalo Utara.

Virnie mendapatkan kabar duka jika ayah dan ibunya meninggal secara misterius di rumahnya sendiri, pintu dan jendela terkunci hingga menyisakan Niko, sang adik yang kini trauma akan kejadian tersebut. Dengan bantuan Fredy, pacarnya dan video rekaman Niko ketika liburan, 2 hari sebelum kejadian, Virnie pun mencari tahu penyebab kematian orang tuanya.

Gambar indah yang biasa diberikan Nayato nampaknya tidak dieksplorasi dengan baik di Otajin. Terlihat shaky sekali ketika pengambilan dari atas ke pemandangan Gorontalo. Untung lokasinya bagus dan kalau boleh jujur gue jadi pengen menelusuri 4 tempat lokasi shooting film ini, indah dan Instagram-able banget. Porsi drama dan horor spiritual bisa dibilang cenderung ke drama. Horor spiritual hanya di opening dan 15 menit menjelang akhir filmnya saja. Mungkin ini awal yang baik untuk Nayato berkolaborasi dengan pemerintahan untuk membuat film, ya walaupun hasilnya sangat tidak maksimal. 

1,5/5

Trailer:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar