Saturday, August 3, 2013

Review: La Tahzan (2013)

Apa jadinya jika 2 penulis naskah yang telah meraih penghargaan sekelas Festival Film Indonesia bersatu di sebuah film? Namun peran salah satu penulis naskahnya menjadi seorang sutradara film komersil. Danial Rifki dan Jujur Prananto adalah kedua nama yang sudah terkenal sebagai penulis skenario, terlebih lagi Danial yang baru saja mendapat penghargaan tahun lalu di film Tanah Surga Katanya.. Melalui film La Tahzan mereka kini berkolaborasi menjadi seorang sutradara dan penulis skenario.

La Tahzan, film produksi dari Falcon Pictures yang awalnya berjudul Orenji berasal dari sebuah novel best seller yang berjudul sama dengan filmnya. Dengan menggandeng Joe Taslim, Atiqah Hasiholan, dan Ario Bayu nampaknya memantapkan Falcon untuk serius menggarap film dengan nuansa religi di Lebaran tahun ini. Keseriusan terlihat dari tempat lokasi yang langsung dari Negeri Sakura, Jepang sehingga memberikan tampilan gambar yang menarik dan indah di sepanjang film yang berlokasi disana.

Jujur Prananto menulis skenario film ini secara keseluruhan cukup mampu memberikan sesuatu yang menghibur. Dimana bercerita tentang seorang gadis berdarah Sunda, Viona, yang lulusan desain grafis di bidang komik memiliki impian tinggal di Jepang bersama teman dekat dari kecil, Hasan. Akan tetapi suatu hari, Hasan mengingkari janjinya untuk pergi bersama Viona ke Jepang karena dirinya pergi duluan tanpa alasan yang jelas. Berjalannya waktu, Viona akhirnya mendapat kesempatan untuk kuliah S2 di Jepang sambil bekerja. Sebagai warga baru di negeri orang, Viona merasa terasing walaupun adanya kehadiran teman-teman dari Indonesia.


Pemandangan negeri Jepang jika kamu mencari tahu sendiri di google pastilah terlihat indah, namun jika dibuatkan menjadi sebuah film belum berarti menghasilkan gmbar yang indah juga kalau secara teknis baik penggarapannya. Untunglah di film La Tahzan keindahan Jepang tidak begitu jauh indahnya dengan apa yang di google. Walaupun ada beberapa adegan baik di Indonesia ataupun Jepang ada goyangan sedikit secara berkala di tempat yang sama. Cerita tidak hanya tentang Viona yang diperankan begitu unik oleh Atiqah Hasiholan dan Hasan dengan brewoknya oleh Ario Bayu saja, sosok Joe Taslim yang baru saja bermain film Fast Six, di film ini berperan sebagai orang Jepang keturunan Indonesia.

Keunikan karakter dari Atiqah dan Joe di film ini terlihat begitu cukup menghibur dengan aksen dialek Sunda dan Jepang. Begitu juga dengan chemistry yang terbangun dari Atiqah - Joe ataupun Atiqah - Ario. Walaupun ketiga pemain tidak begitu mengecewakan akan tetapi teknis selain penata kamera yang beberapa adegan goyang secara berkala, bagian properti juga terlihat kurang jeli sehingga ada beberapa adegan yang mengalami bloopers di film ini. Begitu juga dengan soundtrack dari Alm. Ustad Uje yang terlihat kurang menyatu dengan film, tidak adanya lagu pun nampaknya tidak ada pengaruh apapun terhadap jalan cerita film ini. Akhir kata film La Tahzan memberikan sajian yang cukup menghibur dan pilihan yang tepat untuk film lebaran tahun ini mulai tanggal 2 Agustus 2013 akan datang. :Salam JoXa:

7,5/10

Trailer:



No comments:

Post a Comment