Wednesday, June 12, 2013

Review: A Wedding Invitation - (分手合約) (2013)

Apa jadinya jika cinta yang sudah dijalin bertahun-tahun ketika dipertanyakan kesiapan untuk menikah atau tidak harus berujung dengan perpisahan? Itulah sepenggalan kisah perjalanan cinta Li Xing dan Dia Qiao Qiao yang harus mengakhiri hubungan mereka setelah menjalin proses menuju namanya suatu hubungan cinta yang telah dijalani bertahun-tahun harus berakhir karena namanya sebuah komitmen yang serius. Di pertemuan terakhir mereka melakukan sebuah kontrak dimana yang berisi jika 5 tahun ke depan mereka masih sendiri atau tidak berpasangan maka akan melanjutkan hubungan ke tingkat yang lebih serius, akan tetapi jika sebaliknya itu sudah resiko yang harus ditempuh. Ketika pada hari tahun kelima, Li Xing menghubungi Qiao Qiao untuk menghadiri pesta pernikahannya. Apakah ini namanya sebuah mimpi buruk yang harus dialami Qiao Qiao setelah menunggu 5 tahun?



Komitmen dan tidak menilai pasangan dari segi harta adalah poin penting yang ingin diberikan film A Wedding Invitation atau (分手合約) kepada penonton. Poin komitmen di film ini yaitu bagamaina memutuskan untuk komit dengan pasangan ketika melakukan sebuah kontrak atau janji. Selain itu poin tidak menilai pasangan dari segi harta juga menjadi konflik dari film karena pasangan terlihat kurang mampu dari segi materi maka pasangan untuk memutuskan tidak melanjutkan hubungan serius dengannya. Poin kedua ini adalah yang harus diatasi penonton karena pada faktanya sering pasangan seperti demikian yang pada akhirnya materi diutamakan ketika melanjutkan sebuah yang serius.

Keindahan scoring yang diberikan film A Wedding Invitation begitu terasa sehinga mencampuradukkan emosi dengan apa yang terjadi di film. Alur yang diberikan film ini begitu menghibur sepanjang 100 menit. Kekuatan chemistry kedua pemain utama antara Eddie Peng dan Pace Wu terlihat begitu kuat dari awal sampai mereka memutuskan mengakhiri hubungan. Ketika bertemu lagi setelah 5 tahun pun masih terasa sekali kekuatannya walaupun sudah tidak berpasangan lagi secara resmi. Sisi humor yang diberikan film A Wedding Invitation mampu membuat penonton tertawa. Akhir kata, film A Wedding Invitation yang diproduksi mandarin korea ini memberikan sisi hiburan tersendiri tentang bagaimana mempertahankan suatu cinta daripada harta atau apapun lainnya. Saran aja sih sebaiknya membawa tissue sebelum menonton film ini daripada air mata yang jatuh secara tidak wajar, hehe. :Salam JoXa:

8,5/10



Trailer:

2 comments:

  1. review nya bagus min.. kalo ada yang pengen lihat review nya lagi di http://www.gostrim.com juga ada loh

    ReplyDelete