Wednesday, October 3, 2012

Review: The Melody (2012)


Terkadang cinta tidak harus dungkapkan dengan kata-kata, misalnya "I Love You". Banyak cara selain dengan kata-kata dapat mengungkapkan cinta tersebut, salah satunya dengan musik. Jika memiliki kemampuan khusus di bidang musik nampaknya harus memanfaatkan semaksimal mungkin peluang tersebut. Banyak yang dapat dikembangkan dari bakat musik kalian, contohnya dengan bermain alat musik, bernyanyi, atau mungkin melakukan keduanya sekaligus? Nah kali ini ada film yang mengungkapkan suatu cinta dengan namanya musik. The Melody.

Wind, penyanyi yang sedang mengalami penurunan eksis di karirnya. Album keduanya turun drastis dan tidak berhasil meraih puncak tangga lagu. Persaingan pun semakin ketat disaat ada penyanyi baru yang lebih diidolakan daripada dirinya. Akhirnya, Wind memutuskan untuk pergi ke kota kecil di Thailand. Di sela-sela perjalanannya dia mendengar alunan alat musik yang indah. Wind mencari sumbernya darimana. Di sebuah rumah, Wind akhirnya menemukan seorang gadis bertalenta di bidang musik, Mok. Mok pun senang ketika tahu penyanyi sekelas Wind berkunjung dan memuji permainan alunan musik dirinya. Wind dan Mok pun semakin akrab, dan apakah Mok bisa merubah nasib serta karakter Wind?



Setelah minggu lalu, drama Korea, Architecture 101 hadir di tengah pecinta film drama romantis di Indonesia, kali ini giliran dari negeri Thailand yang beraksi dengan judul film The Melody. Dari judulnya saja sudah jelas kalau film ini ada hubungannya dengan musik. Yap, kali ini drama percintaan dikemas dengan ada musik di dalamnya untuk mengungkapkan cinta kepada orang lain. Dari cerita, The Melody bisa dibilang tergolong standart saja karena sudah banyak cerita yang seperti ini. Apalagi durasi yang terlalu singkat mnejadi persoalan dari film ini. Jadi berkesan, masa intensitas tumbuhnya cinta diantara kedua tokoh utama di film ini terasa begitu cepat sekali.

Ketulusan dan pengorbanan adalah poin penting dari film ini. Bagaimana ketulusan seseorang untuk membantu orang walaupun harus berkorban dan semua berujung yang tidak semestinya terjadi. Perubahan karakter dari lingkungan yang baru juga dapat menjadi pembelajaran dari film ini. Tidak selamanya karakter buruk itu akan selamanya tetap buruk, karena suatu saat pasti akan berubah disebabkan faktor lingkungan di sekitarnya. Mau belajar serta berjuang untuk melakukan perubahan agar ke depannya lebih baik juga menjadi pembelajaran dari film ini.


Sinematografi film The Melody begitu indah. Mata penonton akan dimanjakan baik situasi malam ataupun siang hari. Alunan musik dari film ini begitu indah didengar. Setidaknya ada 3 lagu dan beberapa instrumen yang dapat kalian dengar di sepanjang film ini. Para pemain di The Melody pun bermain cukup baik, diantaranya ada  Pariyachat Limthammahesorn dan Worawej Danuwong. Akhir kata, film yang awalnya berjudul Ruk Tham Nong Nee ini, terlihat begitu manis dan memilukan hati serta menitikkan air mata. Layak ditonton! :Salam JoXa:

8/10


Trailer:

2 comments:

  1. Gue sampe nangis liat film ini nih gan, kasih ling download film'y dong sub indonesia..
    please..

    ReplyDelete