Friday, September 14, 2012

Review: Radio Galau FM (2012)

Bara, siswa SMU yang sudah lama tidak memiliki pacar dan mengakibatkan dirinya menjadi sebutan manusia galau se-Nasional oleh kakaknya sendiri. Dibalik kegalauan dirinya tersebut, Bara memiliki mimpi menjadi seorang penulis novel. Dengan modal menulis di majalah dinding sekolahnya, Bara memulai semuanya itu. Sampai suatu hari, Bara berkenalan dengan Velin, adik kelasnya, dan pada akhirnya menjadi pacarnya. Akan tetapi semua tidak berjalan mulus. Di tengah garingnya hubungan mereka, muncullah Diandra, kakak kelas Bara yang terkenal cantik di sekolahnya. Akankah Diandra mampu mengobati kegalauan Bara selama ini?

Untuk kesekian kalinya film berdasarkan buku ditayangkan juga di bioskop. Kali ini dengan judul Radio Galau FM. Penulis buku sendiri yang lebih dahulu terkenal melalui akun social media twitter ini, mencoba melebarkan sayapnya ke jenjang perfilman Indonesia. Siapa sih yang gak kenal akun twitter @RadioGalauFM yang tweetnya selalu penuh kegalauan. Dengan bantuan dari penulis skenario film sebelumnya, Pocong Juga Poconggg, Haqi Achmad, Bernard Batubara pun akhirnya merampung skenario film dari novelnya sendiri.



Sutradara muda, Iqbal Rais biasa dikenal sebagai sutradara film komedi dan komedi romantis. Bisa dibilang karya-karya beliau cukup bisa menghibur penonton. Kali ini Iqbal Rais kembali ke dunia penyutradaraan setelah Tarix Jabrix 3 tahun lalu. Dengan film Radio Galau FM, Iqbal mencoba untuk membuat sesuatu film yang galau. Agak sayang sekali secara keseluruhan film Radio Galau FM hanya menyuarakan kata-kata Galau dari Radio FM saja. Semua hanya berupa beberapa kata yang disuarakan penyiar radio saja. Peristiwa galau yang dialami para pemain pun kurang berhasil galau kalau dilihat.

Malah judul film lain yang tidak memberikan penjelasan galau di judul filmnya, jauh lebih galau dari film ini. Agak cukup disayangkan sih. Dari deretan pemain cukup berhasil menghibur walaupun ada beberapa yang terlihat mengganggu. Natasha Rizki disini terlihat mengganggu juga ketika adanya perubahan suara yang dia munculkan, suaranya terlihat maksa. Ada tokoh yang terlihat mengikuti aksen bintang luar negri pun terlihat berlebihan deh. Pemain pendukung film ini selain Natasha, Dimas Anggara, dan  Alisia Rininta cukup menghibur diantaranya Joe P Project dan Ramon Y Tungka.



Radio Galau FM memang untuk SMU tapi bukan berarti sang penulis disini tidak boleh memberikan opininya terhadap film ini karena sudah tidak berbangku SMU lagi ya. Radio Galau FM malah justru terlihat produk untuk SMU yang dikemas kurang galau dan justru sedikit berlebihan. Berlebihan disini maksudnya bukan karena barang-barang mewah ya. Tapi malah lebih cocok Playboy Galau. Akhir kata Radio Galau FM film yang diangkat dari sebuah akun social media dan novel ini terlihat kurang galau kemasannya walaupun judul ada kata galaunya. : Salam JoXa:

7,5/10


Trailer:

1 comment:

  1. ini malah bikin virus galau apa nyajikan motivasi buat yang galau?? ckckckc, selagi SMU mendingan jangan bergalau ria deh ckckckck

    minta folbacknya gan ^^ : http://sehat-untuksemua.blogspot.com/

    ReplyDelete