Wednesday, September 19, 2012

Review: Fallin' In Love (2012)

Di usia belianya, Larasati belum pernah namanya jatuh cinta. Dan suatu hari, sosok seniornya yang memiliki hobi softball, bernama Rado, membuat dirinya jatuh hati padanya. Rado pun tidak segan untuk menerima Larasati sebagai teman akrabnya dahulu. Ya setidaknya mumpung dia jomblo dan baru putus dengan Nita. Nita sebagai senior Larasati merasa gusar dengan sikap centil juniornya tersebut. Berbagai usaha dilakukan untuk memisahkan mereka berdua. Sampai akhirnya Larasati mengalah dan memilih berlibur ke tempat Omanya. Disana dia bertemu dengan Beben, teman kecilnya yang sudah lama tidak berjumpa dengannya. Akankah Larasati semudah itu melupakan Rado disaat hadirnya Beben yang begitu baik kepadanya?

Bulan September sampai minggu ketiga sungguh ceria film indonesia yang rilis di tahun ini. Kali ini dari karya seorang Findo Purwono Hw dengan judul filmnya Fallin In Love. Dengan mengangkat tema percintaan remaja yang sudah membanjiri di dunia perfilman tanah air. Bahkan 3 bintang utama di film ini benar-benar remaja sekali, mungkin kecuali Adly Fayruz yang bisa dibilang terlalu dipaksakan muda di film ini. Dari cerita film ini awalnya terasa begitu nyaman. Namun dari pertengahan mulailah unsur berlebihan dari film ini sampai akhir keluar satu-satu.



Dari para pemain sebenarnya memang cocok sih chemistry antara Adly Fayruz dengan Mikha Tambayong dan begitu pula dengan Mikha Tambayong dan Boy William. Mikha Tambayong terlihat gampang sekali jatuh cinta dengan 2 pria sekaligus sampai akhirnya harus ada yang dipilih dari salah satunya.. Dipilih atau memilih ya kira-kira? Namun gaya dialog Mikha ada yang terlihat berlebihan dan dipaksakan. Yang tampil diluar dugaan di film ini malah justru Boy William. Aktor yang awalnya berkarir sebagai seorang VJ dan selalu menggunakan aksen "british" ketika berdialog dengan orang, disini terlihat berbeda dengan aksen "sunda"nya. Walaupun ada 1 dialog kepleset mengucapkan inggris dengan lancar.

Selain ketiga pemain tersebut ada sih yang sangat mengganggu penampilannya, yaitu Agesh Palmer sebagai Nita. Di film ini karakternya terlihat menor dan berlebihan sebagai siswi SMU. Maaf ya, bibirnya sudah tebal begitu apa perlu ya dibuat menor lagi? Belum lagi pengambilan gambar ke mulutnya terlihat begitu kontras sekali. Annoying! Aktris senior Yati Surachman cukup menghidupkan film ini dengan leluconnya. Sisi sinematografi film ini terlihat indah. Ya tapi balik lagi, semua pudar ketika cerita yang terlihat biasa saja. Akhir kata film Fallin In Love adalah film drama percintaan remaja labil saat ini di Indonesia. :Salam JoXa:

2/5

Trailer:

2 comments:

  1. kayaknya menarik gan heheh
    perlu ditonton ini,,,

    ReplyDelete
  2. cara download ini gimana ane kagak tau....

    ReplyDelete