Friday, June 29, 2012

Review: Ambilkan Bulan

Amelia, gadis berusia 10 tahun yang merasa kesepian akan kasih sayang orang tua. Sang ibu, Ratna, seorang wanita karir yang lebih memetingkan pekerjaan daripada kegiatan ana semata wayangnya itu, jadinya perhatian kepada Amelia berkurang, belum lagi setelah meninggalnya ayahanda Amelia. Amelia hanya ingin satu permintaan kepada ibunya kalau dirinya ingin sekali liburan ke tempat kakek dan nenek Amelia. Selain ingin liburan, dirinya ingin sekali jalan-jalan bersama Ambar ke sebuah hutan disana yang katanya ada banyak kupu-kupu, hewan kesukannya.

Sebuah film anak-anak dari Ifa Isfansyah (Sutradara Sang Penari, Cewek Saweran, Garuda Di Dadaku) yang menarik dari segi visual. Entah apa yang di pikiran tim visual di film ini yang begitu niatnya membuat visual seciamik mungkin. Bahkan bisa dibilang film Ambilkan Bulan adalah juara dalam segi visual, semua imajinasi benar-benar tertumpahkan disini. Dengan balutan soundtrack yang merupakan hasil dari karya AT Mahmud yang kemudian dinyanyikan kembali oleh para penyanyi/grup band dengan gaya mereka sendiri tentunya tanpa menghilangkan nuansa anak-anak didalamnya. Lagu-lagu yang dipilih untuk mengiringi film nampaknya menghibur dan sesuai untuk anak-anak.

Lana Nitibaskara, Hemas Nata Negari, Bramantyo Suryo Kusumo, Jhosua Ivan Kurniawan, Berlianda Adelianan Naafi bermain di film Ambilkan Bulan

Para Pemain Film Ambilkan Bulan:
  • Lana Nitibaskara ... Amelia
  • Agus Kuncoro ... Ayah Amelia
  • Astri Nurdin ... Ratna
  • Landung Simatupang ... Mbah Gondrong
  • Hemas Nata Negari ... Pandu
  • Bramantyo Suryo Kusumo ... Kuncung
  • Jhosua Ivan Kurniawan ... Hendra
  • Berlianda Adelianan Naafi ... Ambar
  • Adrian Simon ... Kakek Amelia
  • Titi Dibyo ... Nenek Amelia
  • Marwoto ... Pak Selo
Walaupun menampilkan visualisasi terbaik dan lagu-lagu yang menarik, akan tetapi cerita yang ditulis Jujur Prananto terlihat lemah sekali untuk sebuah film anak-anak. Terlihat tidak stabil dan kurang menjaga intensitas daya hibur dari awal sampai akhir film. Kalau saja lebih fokus ke satu topik ide cerita saja pasti film ini akan jauh lebih menarik. Akhir kata, film Ambilkan Bulan memberikan kesegaran tersendiri bagi perfilman Indonesia yang menjual visualisasi dan imajinasi ke penonton dengan balutan lagu-lagu yang secara gak langsung mengiangatkan kita pada masa kecil, namun agak cukup disayangkan lemah di cara penceritannya. :Salam JoXa:

7/10


Trailer:

1 comment:

  1. Dear Vloggers, para Vloggers diwajibkan untuk mengisi data profil VIVAlog di VIVAsocio http://socio.viva.co.id/welcome . Ini untuk memunculkan foto Vloggers di tulisan yang dikirim.

    Thanks.

    ReplyDelete