Friday, January 20, 2012

Review: Contraband (2012)

Chris Farraday adalah mantan penghuni bui yang kini sudah meninggalkan dunia tersebut. Kini dia bersama Kate dan anak-anaknya hidup tenang dan damai sebagai keluarga normal lainnya. Suatu hari, dirinya dihadapkan suatu masalah ketika mengetahui adik iparnya, Andy, terlibat dalam kasus jual beli obat terlarang dengan Tim Briggs, yang dikenal kejam. Chris pun tidak tinggal diam begitu saja ketika tahu adik iparnya sendiri tertimpa kejadian ini. Dengan keahliannya dahulu sebagai seorang mantan kriminalitas dirinya membantu masalah Andy. Sebastian, sahabat Chris pun turut membantu Chris untuk memecahkan persoalannya ini. Tidak lupa juga Chris harus memikirkan keselamatan keluarganya tercinta dari Tim Briggs dkk.

Akhirnya film Hollywood yang benar-benar rilisnya baru di tahun 2012 tayang cukup tepat waktu juga di Indonesia. Film Contraband bisa dibilang film pertama Hollywood di tahun 2012 dan tepat rilisnya juga di Indonesia. Film dengan bergenre kriminalitas dan ada unsur narkotika di dalamnya menjadi andalan cerita yang akan diberikan oleh Contraband. Memang sih cerita seperti itu nampaknya sudah biasa jika kalian sering menonton film Hollywood seperti itu. Akan tetapi apa sebenarnya yang menjadi poin yang mendukung bagusnya film ini untuk ditonton dan tidak bosan walaupun konsep ceritanya tidak begitu istimewa lagi?

Sebelum mengetahui film Contraband itu merupakan hasil remake dari yang berjudul Reykjavik-Rotterdam di tahun 2008 silam, rasa penasaran gue hanya berdasarkan deretan para pemainnya saja. Pemain utama yang sekilas mirip dengan Matt Damon alias Mark Wahlberg ini menjadi faktor utama karena akting beliau di film The Fighter yang tahun lalu tersebut berhasil membuat gue terkagum-kagum. Selain itu istri dari Chris Farraday yang notabene aktris film action yang cukup terkenal dengan filmnya Underworld, Kate Beckinsale. Dan setelah gue menonton pun hasilnya tidak mengecewakan dan cukup terhibur dengan kedua pemain diatas.

Sebagai info saja film remake yang dulunya berjudul Rerkjavik-Rotterdam ini dulunya dibintangi oleh sutradara film Contraband sendiri yaitu Baltasar Kormákur. Gue disini tidak mau membandingkan siapa yang lebih dari kedua film ini baik dari hasil remake ataupun versi aslinya, karena belum menonton versi aslinya. Naskah yang ditulis ulang kembali oleh Aaron Guzikowski ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sejaak pertengahan bagaimana kisah akhirnya. Namun demikian sayang sekali akhir dari film ini terasa begitu biasa saja malah bisa dibilang tergolong aman tapi tanpa ada eksekusi yang jelas untuk sebuah ending film. Untungnya unsur ketegangan demi ketegangan dari film ini bisa terjaga dengan baik.

Secara sinematografi dan artistiknya di film Contraband secara tidak langsung mengingatkan dengan berbagaai macam yang sudah pernah tayang sebelum ini. Entah ini unsur kebetulan atau memang kesengajaan tapi setidaknya ada 2 bagian yang gue temui di film ini yang sama dengan film lain. Diantaranya ada adegan sama tersebut adalah ketika di film Carjacked, setelah itu di film Twilight seri yang pertama. Bagian apa saja itu? Silahkan cek sendiri. Selain kedua pemain di atas yang sudah disebutkan, di film ini juga ada Ben Foster, Giovanni Ribisi, Caleb Landry Jones, Robert Wahlberg dan aktor cilik Conor Hill yang bermain di Carjacked sekalipun juga ikut turut membintangi film ini.

Dari film Contraband bisa dilihat bagaimana sisi kekeluargaan yang lebih ditonjolkan disini. Chris yang diperankan Mark bisa saja menolak atau tidak mau membantu menyelesaikan masalah yang menimpa adik iparnya tersebut. Tapi karna dia merasa kalau Andy itu bagian dari keluarga istrinya sendiri jadi mau tidak mau dia harus rela berkorban untuk membantu persoalan adik iparnya tersebut. Walaupun nyawa istri dan anak-anaknya menjadi taruhan tapi itu tidak membuat Chris berputus asa untuk menghentikan perlawanannya tersebut terhadap bos Tim Briggs. Secara keseluruhan Contraband bisa bilang film Hollywood yang rilis dan tayang di Indonesia di tahun 2012 pertama yang menghibur dan cukup menegangkan sepanjang film, walaupun pada dasarnya konsep dari film ini biasa aja atau tidak istimewa lagi. :Salam JoXa:

3/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment