Friday, December 2, 2011

Review: The Billionaire (2011) / Wai Roon Pan Lan

Top seorang anak remaja yang begitu menikmati hidupnya dimasa sekolah. Kenikmatan itu muncul karena Top menghabiskan waktunya dengan bermain game online semasa sekolahnya. Dirinya tidak begitu terlalu memikirkan bagaimana pendidikan dirinya kelak. Hingga pada usiana ke 16 dia bisa membeli sebuah mobil mewah karena hasil game online tersebut. Setahun kemudian dia beralih usahanya dengan menjual chestnuts dan berhasil meraih keuntungan 2000 bahts tapi itu terpaksa mengorbankan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi. Ketika usia 18 tahun, keluarganya mengalami hutang piutang sampai 40 juta baht dan mengharuskan kedua orang tuanya pergi meninggalkannya ke China, tempat kedua kakaknya kuliah dan tinggal. Akan tetapi Top tidak langsung putus asa, dia tetap mencari usaha lagi untuk bisa menjadi yang terbaik di mata kedua orang tuanya, walaupun pengorbanan demi pengorbanan harus dia alami.

Akhirnya kembali lagi film dari gajah putih ini di bioskop Indonesia. Bisa dibilang hampir 2 bulan ya tidak menonton film-film tersebut. Rasa rindu dan kangen gue secara pribadi pun semakin tidak terbendung lagi ketika The Billionaire bakal tayang. Walaupun pada akhirnya gue menontonnya pun melewati 2 midnight tapi tak apalah yang penting pas tayang regular serentak gue langsung menonton film ini. Alasan gue menonton film-film drama dari Thailand diantaranya karena logat dialog yang mereka ucapkan lucu, dan yang paling penting cerita yang disajikan selalu bagus. Kalau pun biasa pasti tidaklah buruk-buruk amat. Nah salah satunya The Billionaire yang berani gue katakan film terbaik Thailand yang masuk ke Indonesia di tahun 2011 ini.

Kenapa bisa gue bilang The Billionaire film terbaik Thailand tahun ini? Pertama film ini sangat inspiratif. Gue akui sifat dagang-mendagang dalam diri gue itu tidak ada, tapi entah kenapa ketika selesai menonton film ini rasa ingin membuat sesuatu untuk menghasilkan uang itu langsung terbenak di pikiran gue. Ya walaupun ujung-ujungnya tidak terlaksana karena masalah ini dan itu, tapi kalau sudah masuk ke benak pikiran itu saja, menurut gue sudah poin plus loh dari sebuah film. Kedua, film ini terasa banget diambil dari kehidupan nyata. Karena dari beberapa kisah nyata yang diangkat ke sebuah film, terkadang agak susah dan malah bisa dibilang gagal.

Keberanian Top disini bisa dibilang sangat beresiko tinggi dan dia siap menerima resiko tersebut. Dari keberanian yang dilakukannyalah bisa menjadi poin inspiratif dari film ini. Lihat aja, dia masih usia 16 bisa membeli sebuah mobil mewah. Walaupun memang itu sebenarnya tidak boleh ditiru karena Top melalaikan pendidikannya demi semuanya itu. Setelah game online selesai dia juga melakukan hal lain yaitu berdagang chestnuts, dengan modal nekat dan tanya sana sini untuk mencari tahu cara pembuatan chestnut dia akhirnya menghasilkan uang yang cukup lumayan untuk hidup. Walaupun orangtuanya terlilit hutang piutang tapi dirinya tidak langsung pantang menyerah begitu saja, dia memutar otak untuk mencari solusinya.

Pengorbanan demi pengorbanan yang dirasakan Top disini untungnya masuk akal dan tidak terlalu dibuat-buat oleh penulis cerita film ini. Dari namanya pendidikan, keluarga, dan cinta harus dikorbankan Top untuk meraih mimpinya selama ini. Dari segi teknis pun The Billionaire bisa dibilang tidaklah begitu mengecewakan. Pengambilan gambar di suasana terang ataupun redup bisa dinikmati dengan jelas. Tidak ketinggalan pula, scoring dari film ini begitu nyaman untuk didengar. Begitu pula dari tim artistik film ini yang dibeberapa bagian terlihat kekinian dan trendy serta full colour.

Sutradara Songyos Sugmakanan nampaknya cocok sekali menyutradarai The Billionaire dengan namanya sendiri yaitu ada kata makanan di dalam namanya. Beliau terlihat mengetahui bagaimana membuat sebuah kisah nyata menjadi sebuah film. Sebagai trivia saja, Songyos dahulu pernah juga membuat di salah satu segmen film Phobia 2. Dari deretan para pemain rasanya patut diancungi jempol kepada Patchara Chirathivat. Patchara disini terlihat lebih baik dibandingkan film sebelumnya yang berjudul SuckSeed yang juga tayang tahun ini. Pendalaman karakter yang dilakukan dirinya begitu matang dan pas untuk dirinya. Somboonsuk Niyomsiri yang berperan sebagai paman dari Top ini juga bisa dibilang sebagai pelengkap yang segar di film ini. Semangat demi semangat yang ditujukan kepada keponakannya itu terus dilakukannya sampai titik penghabisan.

Akhir kata, The Billionaire atau วัยรุ่นพันล้าน adalah film terbaik Thailand tahun ini yang tayang di bioskop Indonesia. Dari film ini penonton bisa mendapatkan inspirasi untuk meraih mimpi yang sebenarnya semua bisa diraih asal ada niat dan perjuangan dari orang itu. Walaupun adanya rintangan yang menghadang dan mengorbankan banyak hal tapi kalau didasari dengan hati yang niat dan kerja keras yang tinggi pastilah nantinya akan mendapatkan hasil yang baik pula. Wajib NONTON? :Salam JoXa:

4/5
Trailer:

2 comments:

  1. waah saya suka banget dengan film ini gan.. mantab banget,,

    ReplyDelete