Monday, November 14, 2011

Review: The Mentalist (2011)

Apa jadinya kalau 2 Mentalis yang awalnya sebagai bos dan asisten harus berdarah dingin satu sama lain karena perbedaan jalan pikirannya? Yak inilah yang terjadi pada Deddy Corbuzier dan Ronggo Sewu alias Limbad yang kini sudah menemukan jalan masing-masing. Dahulu sebelum mereka berpisah seperti ini, mereka begitu akrab sekali, namun karena perbedaan jalan pikiran dan prinsip maka berpisahlah mereka satu sama lain. Semua pertaruhan dendam tersebut pun dimulai dan orang sekitar mereka pun bisa menjadi korban juga dari permusuhan mereka ini.

Hengky kurniawan: “Doain aja saya sedang memproduksi sebuah film, sekarang lagi cari sponsor dan sudah kelar shooting dan tidak lama tayang kok”

Diatas ini adalah hasil ingatan gue yang kalau tidak salah pernah masuk infotainment beberapa bulan lalu sebelum film The Mentalist masuk coming soon di web bioskop. Awalnya gue curiga dan agak kaget juga ketika mendengar statement dari seorang hengky kurniawan. Siapa coba tidak mengenal Hengky? Aktor yang pernah terkenal di film sensional dulu yang berjudul “Buruan Cium Gue” yang sampai didemo karena adegan dan judul filmnya terlalu frontal. Nah setahu gue pun Hengky hanya lah seorang aktor pendatang yang singgah ke Jakarta untuk meniti karir, awalnya dimulai sejak foto model majalah remaja. Nah pertanyaan gue, hengky memproduksi sebuah film? Seriusan tuh? Ah palingan film kacrut. Dan terbukti memang pada film The Mentalist yang lebih buruk dari film Nayato ataupun Ki Joko Bodo atau Indra Tirana.

Bisa dibilang gue agak telat dan ketinggalan menonton film The Mentalist. Gue baru sempat menonton film ini setelah 3 hari penayangan di bioskop dan adanya penurunan 5 layar film ini di bioskop Jakarta. Gue sudah tahu sih film ini seperti apa buruknya, apalagi 3 teman gue yang juga setia menonton film-film Inndonesia sampai saat ini pun sudah mereview film ini. Bahkan ketiganya sepakat menobatkan film ini sebagai kandidat terkuat film terburuk di sepanjang tahun 2011. OMG! Ini beneran separah itu? Gue pun cuma bisa terdiam dan tetap penasaran seperti apa buruknya film ini.

Sepanjang film gue bisa dibilang menguap-nguap lebih dari puluhan kali di dalam bioskop. Untungnya penonton film ini cuma 5 orang jadi untuk mengangkatkan kaki ke tiga sebelah bangku yang kosong tidak jadi masalah buat gue. The Mentalist bener-bener membuat mental gue jadi jatuh! Mental apa? Au ah gue juga bingung menjelaskannya kepada kalian semua! Sebenarnya tujuan dibuatnya film ini oleh seorang produser Hengky kurniawan apa sih? Kayaknya pemikiran anda terlalu cetek bung! Kalau memang niat membuat film jangan kayak begini lain kali! Saran aja ya, lo sebaiknya simpan dan nabung uang lo sebanyak-banyaknya buat bayar 1 model cantik atau aktris terkenal yang bisa menjual film anda! Ini yang dijual 2 pria yang sudah gak muda, gak eksis, dan sudah cukup basi di mata penonton baik TV ataupun film!

Ini lagi Film-maker senior, Walmer Sitohang, masih aja mau menerima tawaran untuk menyutradarai dan menulis film ini sampai sekacrut ini. Background Walmer sendiri di dunia perfilman bisa dibilang cukup banyak tapi lebih ke film-film dewasa dengan judul erotis. Cerita film The mentalist bisa dibilang kayak ajang pamer sikut menyikut dari kedua mentalist disini seperti penampilan mereka di TV-TV kesayangan anda tentunya namun disini dibumbui permasalahan yang mau ditampilkan ke dunia nyata (padahal tidak sama sekali !). Ada lagi yang paling mengganggu dari film ini yaitu scoring dari Tya Subiakto kok gue gak sreg ya? Gue malah seperti menostalgia film Virgin 3 yang ketika adegan kejar-kejaran di Kereta Api ketika menonton film ini. Sinematografi dan visualisasi yang dihasilkan film ini pun begitu aneh dan mengganggu penglihatan saja.

Di film ini pun ada bagian film kesayangan gue alias TWILIGHT yang dicomot asal sok ikut-ikutan! Rasanya gondok sekali ketika melihat adegan itu, sudah mukanya sok ganteng, sok misterius dan nyinyir terus pula ketika lihat lawan mainnya! Huh! Para pemainnya gue tidak mau komentar karena performa mereka pun kelihatan sekali sama buruknya dengan film ini. Ah tahu ah, rasanya gue pengen saja buru-buru menuntaskan tahun 2011 ini dan menobatkan film The Mentalist sebagai 3 terburuk terkuat di sepanjang tahun 2011. Welcome to the hell! :Salam JoXa:

------------------------amat sangat buruk------------------------

Trailer:

No comments:

Post a Comment