Review: The Three Musketeers (2011)

Tiga orang Musketeers terbaik yaitu Athos, Aramis, dan Porthos dikhianati oleh Milady ketika melakukan misi bersama di kastil Leonardo Da Vinci. Milady ternyata berkomplot dengan Buckingham, seseorang yang sangat dibenci oleh ketiga musketeers. Sethun kemudian, seorang pemuda, D'Artagnan, yang berasal dari Gascony berangkat menuju Paris untuk meraih cita-citanya menjadi salah seorang musketeers. Sebelum menjadi seorang musketeers, nyawanya hampir hilang oleh seorang Kapten Rochefort. Ternyata, setelah itu dirinya bertemu dengan ketiga musketeers tersebut dan petualangan mereka pun dimulai sejak mereka bereempat mendapatkan tugas untuk mencari hilangnya perhiasan Ratu Anne yang dicurigai Buckingham dan Milady lah yang mencurinya.

The Three Musketeers adalah sebuah petualangan yang cukup menarik dan menghibur sebagai film yang mengambil tema petualangan yang mengandung aksi dan romantika serta berlatar belakang kota Paris dan London didalamnya. Fim arahan sutradara Paul W.S Anderson, yang gue sebut sebagai bapak produser Resident Evil ini, bisa dibilang mampu menyeimbangkan rasa humor, aksi antar dua kubu dan dibumbui romantika di dalamnya. Tidak lupa juga sinematografi yang baik juga tidak lah dihadirkan oleh film ini. Begitu pula tim artistik dan tata busana yang begitu menganggumkan di setiap karakter-karakter yang diperankan di sepanjang film ini juga tidak boleh dipandang sebelah mata.

Sebagai info saja, film The Musketeers sendiri adalah berasal dari buku dengan judul yang sama yang dikarang oleh Alexandre Dumas père . Namun untuk skenario filmnya sendiri dibuat oleh Andrew Davies dan Alex Litvak. Scoring dan sound desin film ini juga cukup menarik untuk didengar dan tidak terlalu lebai apalagi di saat peperangan atau perang antar pedang. Untuk deretan para pemain bisa dibilang kumpulan-kumpulan orang terkenal semua yang bermain disini. Diantaranya si aktor remaja Percy Jackson, Logan Lerman, kini kembali dengan peran sebagai D'Artagnan. Aksi baku hantam bila dibandingkan sama Percy gue lebih tertarik baku hantamnya di film ini. Dia lebih kelihatan lebih berani dan tidak anak-anak lagi, walaupun ada juga beberapa yang kelihatan bohongannya.

Selain bintang percy jackson, pemain senior lainnya pun tidak ketinggalan bergabung di film ini. Sebut saja tante Milla Jovovich alias anak kesayangan Paul W.S Anderson (secara semua peran Alice di resident evil diperankan oleh si tante). Walaupun disini terlihat cukup licik tapi keayuan muka tante Milla tetap mempesona dengan kostum yang digunakannya dan beberapa aksinya ada yang mengingatkan kita sekilas pada Resident Evil. Selain itu, ketiga para musketeers disini juga tidak kalah terkenal dengan tante Milla, sebut saja Matthew Macfadyen yang pernah bermain di Frost/Nixon, Pride & Prejudice, dll ini bisa dibilang cukup meyakinkan berperan sebagai Athos yang notabene pemimpin diantara mereka ketiga musketeers tersebut.

Selain Matthew, anggota musketeers lainnya adalah Ray Stevenson. Sebelum film ini dia pernah membintangi film-film fantasy, drama, action, sampai biopic, yaitu Thor, The Book Of Eli, Punisher, Kill The Irishman dan beliau dikabarkan akan bermain di film GI Joe 2 yang sedang masa produksi. Selain itu juga ada Luke Evans, pemeran Zeus di film Immortal yang akan tayang nanti, namun sayangnya di film The Musketeers porsinya tidak begitu banyak.

Sosok Will Tuner di tiga film Pirates Of The Carribeans dan juga sosok Legolas di The Lord Of The Rings pasti yang paling mengingatkan kita akan nama dari seorang Orlando Bloom. Disini Orlando berperan sebagai seorang yang licik dan egois dan tidak mudah dikalahkan oleh siapa pun. Jika kalian penggemar serial TV Doctor Who yang berperan sebagai Vampire girl pasti sosok Gabriella Wilde pastis udah tidak asing lagi. Disini bisa dibilang dia tampil yang paling aggun dan menggemaskan sepanjang film. Kalau sosok dia hilang di beberapa scene pasti rasa kangen terhadapnya akan kalian rasakan.

Tidak lupa juga, Christopher Waltz juga mengambil peran sebagai the Cardinal de Richelieu. Terlepas dari kecukupan dari menghiburnya film The Musketeers, film ini juga ada kejanggalan. Diantaranya adanya sosok peran yang hilang tapi tiba-tiba di scene selanjutnya bisa bersama peran lainnya dengan kondisi yang tidak kenapa-kenapa. Memang tidak begitu penting sih tapi agak mengganggu aja buat gue sebagai penonton ketika melihat kejanggalan ini. Akhir kata, The Three Musketeers bisa dibilang sajian yang cukup menghibur dan menarik untuk ditonton. Masalah worthed it di 3D atau tidak kayaknya gue belum bisa menentukan atau menyarankan yak arena gue sendiri aja ketika menonton dalam versi 2Dnya yang dapat gue prediksi bakal muncul di 3D kurang lebih hanya 5-7 kali aja. So semua keputusan dan faktor “u” kembali lagi di tangan anda,, Selamat menonton! :Salam JoXa:

3/5

Trailer:

Komentar