Saturday, September 24, 2011

Review: Conan The Barbarian (2011)

Sebagai anak yatim piatu, Conan hidup menjadi anak yang kuat dan dipenuhi rasa dendam kepada Khalar Zym atas kematian ayahnya. Sang ibu meninggal ketika melahirkan dirinya. Dalam perjalanannya menuju Hyboria, Conan tidak sengaja bertemu dengan Tamara dan membuat dirinya jatuh cinta. Selama perjalanan tersebut, ternyata Khalar Zym sendiri sedang melakukan pencarian juga terhadap keturunan terakhir yang ternyata tidak lain tidak bukan adalah Tamara sendiri. Pencarian Khalar pun tidak sendiri karena ditemani anaknya Marique yang begitu kejam dan menggoda.

Akhirnya gue bisa juga mereview film ini setelah hampir 2 minggu gue tunda akibat aktivitas yang padat *curhat*. Kalaupun ada kesalahan kata-kata harap dimaklumi saja karena gue ga begitu ingat lagi film ini secara keseluruhan. Belum lagi gue sempat ngantuk ketika menonton film Conan The Barbarian ini. Daripada penasaran yuk simak review curhatan josep berikut ini tentang film Conan The Barbarian.

Ketika mendengar bahwa film ini di kasih rating 0/10 oleh kritikus film di luar negeri gue langsung bengong dan gak habis pikir apa kesalahan fatal yang diberikan Marcus Nispel sebagai sutradara film ini. Ketika selesai menyaksikan film ini gue pun berpikir rasanya masuk akal juga rating itu diberikan kepada film ini. Tapi gue secara pribadi tidak sesadis kritikus film itu juga yang tidak memberikan rating apapun terhadap film ini. Walaupun cerita dibuat amatlah tumpuk menumpuk dan terlalu singkat akibat pemotongan LSF yng barbar, tapi setidaknya efek visualisasi film ini begitu nyaman gue nikmati.

Walaupun visualisasi film ini cukup baik tapi sayangnya sinematografi film ini terasa begitu gelap sekali. Memang sih ini tipe-tipe film dark gitu tapi bukan berarti faktor kekurangan cahaya dan membuat penonton terasa begitu buram ketika menonton film ini dong.

Kayaknya sudah bosan ya gue berkomentar soal subtitle yang dibuat Parkit Film selaku pendistribusi film ini ke Indonesia, karena hasilnya toh sama saja subtitle terlihat begitu berantakan. Para pemain bisa dibilang tidaklah begitu istimewa ya, apalagi Jason Mamoa yang terlihat kurang greget dan macho bila dibandingkan film dahulunya yang diperankan oleh Arnold S. Rachel Nichols pun terlihat hanya sebagai pemanis film ini, begitu pula dengan Rose McGowan yang terlihat cukup meyakinkan dengan make-upnya sebagai Marique. Akhir kata Conan the Barbarian terlihat sekali kurang greget jika memang ini mau dibuat begitu sadis. Selamat menonton.


1/5


Trailer:

No comments:

Post a Comment