Wednesday, August 10, 2011

Friendship / เฟรนด์ชิพ เธอกับฉัน (2008)

Nama Mario Maurer atau มาริโอ้ เมาเร่อ; rasanya bukanlah sesuatu yang asing lagi di kancah perfilman Thailand saat ini. Sejak hadirnya beliau di film A Crazy Little Called Love beberapa bulan silam, namanya semakin popular di Indonesia. Gue saja baru mengenal dirinya seorang aktor yang dulunya sempat terkenal dengan film Love Of Siam setelah menonton film A Crazy Little Called Love. Remaja putrid di Indonesia saat ini pun sepertinya sudah jatuh cinta kepada dirinya apalagi hadirnya Mario di bioskop. Walaupun filmnya itu bukanlah debut dirinya tapi tetap saja mampu mencuri perhatian. Di bulan Agustus ini, Mario pun kembali memanjakan mata remaja putrid dengan tayangnya film Mario yang berjudul Friendship atau เฟรนด์ชิพ เธอกับฉัน.

Friendship sendiri sebenarnya tayang pada tahun 2009 silam dan tepatnya sebelum A Crazy Little Called Love. Antusiasme penonton terhadap film ini belum terlihat sekali karena saat ini di bioskop Indonesia sendiri sedang mengalami “summer box office film Hollywood”. Jadi kalau untuk sesukses A Crazy Little Called Love rasanya belum bisa diprediksikan sampai saat ini. Genre yang diambil sebenarnya tidak terarah pada percintaan remaja, namun yang ingin lebih diangkat film ini adalah unsur pergaulan bebas saat itu di Thailand sendiri. Daripada penasaran simak curhatan josep tentang film Friendship atau เฟรนด์ชิพ เธอกับฉัน berikut ini.

Singha diajak salah satu kawannya untuk reuni bersama teman-teman SMAnya dahulu. Nah sebelum terlaksana reunion tersebut memori indah yang penuh suka dan duka tentang Singha semasa dahulu pun dimulai. Dari persahabatan Singha dengan keempat kawannya, adanya 2 teman perempuan yang terkadang mengikuti kumpulan geng mereka, duka canda serta tawa yang mereka arungi bersama-sama dan yang paling penting adalah cinta pertamanya Singha kepada Mituna.

Gue tidak mau mereview panjang-panjang sinopsis dari film ini karena kalau dipanjangin akan terlalu spoiler nantinya. Belum lagi film ini seperti mengulang masa lalu dari seorang Singha, jadi lebih baik menontonnya langsung saja. Namun demikian sebelum menononton film ini, gue akan membagikan sedikit suka duka gue ketika atau sesudah menonton film ini. Friendship bisa dibilang bukanlah film Thailand yang mengandalkan cinta monyet masa-masa remaja. Terlihat dari mandirinya sifat dari Mituna yang sepertinya tidak begitu menyek atau manja kepada Singha. Selain itu adanya masalah pribadi yang dialami keluarga Mituna menjadi dasar persoalan dari film ini.

Dari masalah tersebut, perubahan demi perubahan sifat yang dialami Mituna pun membuat geng Singha menjadi penasaran kepada dirinya. Ribet? Ya sepertinya bisa dibilang kepada film ini. Perpindahan-perpindahan adegan yang dimunculkan film ini juga terlihat seperti puzzle yang pada 10 menit terakhir baru dijelasin dengan penjelasan yang masuk akal. Namun sayangnya, penjelasan itu terlalu cepat dan tidak bisa diterima begitu saja oleh penonton. Terlihat sekali dari akhir film ini yang sebenarnya memiliki sesuatu yang misterius di dalamnya. Kalau saja penjelasan tersebut tidak dipaksakan begitu cepat untuk diselesaikan pastinya film ini akan terlihat lebih menyentuh dan membuat gue menitikkan air mata.

Seperti yang gue singgung sebelumnya, kalau Friendship tidak hanya terarah pada cinta-cinta remaja saja karena film ini lebih ke makna persahabatan seseorang dan adanya unsur pergaulan bebas seperti germo, sex bebas ataupun HIV AIDS.

Para pemain disini bisa dibilang tampil cukup menghibur dan sesuai dengan porsinya masing-masing. Yang amat sangat mengganggu yaitu perubahan wujud tokoh-tokoh yang ada di film ini terlihat begitu kurang pas dilihatnya. Lihat saja tokoh Singha waktu remaja dan dewasa terlihat berbeda sekali wajahnya. Begitu pula dengan tokoh Mituna yang terlihat jauh amat jelek tokohnya, walaupun tetap terlihat manis sih. Oh iya make-up para pemain disini terlihat tidak merata sekali. Terkadang make-up mereka sangatlah tebal seperti ke pesta atau kondangan padahal situasi di sekolah.

Scoring film ini bisa dibilang cukup menyentuh walaupun tidak terlihat begitu menyatu sekali dengan suasana di dalamnya. Sinematografi film ini entah kenapa gue tidak melihat sesuatu yang wah atau indah sekalipun. Terlihat sekali amatlah biasa walaupun settingnya diambil pada tahun 80an atau jaman mereka ketika SMU. Ah daripada kelamaan mereview yang tidak jelas ini, lebih baik gue hentikan curhatan ini. Pokoknya kalau mau nonton Friendship alangkah lebih baik pertimbangkan faktor-faktornya dahulu. Faktor-faktor itu rasanya bisa kalian cari dan jawab sendiri. :cheers:



2/5





Trailer:



12 comments:

  1. ane blg sih ini film bagus gan cuma emank kurang dari segi gambar dan latar, tapi dari segi cerita dan ending bener" miris abis... Apinya T_T

    ReplyDelete
  2. Gak ngeh sama endingnya ._. Bisa jelasin itu kenapa musuh sekolahnya si Singh??

    ReplyDelete
    Replies
    1. tau kan adegan akhir pas mituna lagi sendirian di taman, perhatikan ada temen premannya yg datang naik motor bareng komplotannya. nah disitu adegan diserahkan pada penonton, tak lama kemudian singha datang terlambat menunggu mituna di taman sambil kehujanan. ketika singha menunggu tiba-tiba banyak polisi menghampirinya, ternyata para polisi itu mengejar komplotan preman yg memperkosa mituna. dan mituna meninggal karena bertahun-tahun mengidap aids setelah diperkosa oleh temen premannya, kurang lebih seperti itu :)

      Delete
  3. endingnya....paraah....bikin ga enak hatiii.....
    ngingatin klo hidup ga slama'ny indah......

    ReplyDelete
  4. endingnya....paraah....bikin ga enak hatiii.....
    ngingatin klo hidup ga slama'ny indah......

    ReplyDelete
  5. Jadi cewek yang ditemui singha di akhir cerita itu siapa dong bro?

    ReplyDelete
  6. Ya ampun endingnya, dan keselnya lagi karena mituna diperkosa, aah shit

    ReplyDelete
  7. Walaupun film ini fiksi,sangat menyentuh dan membuatku terurai air mata.mengingatkan pada kita akan kesalahan" kita semasa remaja.jangan sia" pasanganmu,apalagi untuk berbuat maksiat..sayangilah pasanganmu sepenuh hati

    ReplyDelete
  8. ending nya bikin perasaan campur aduk antara sedih dan kesal

    ReplyDelete
  9. ending nya bikin perasaan campur aduk antara sedih dan kesal

    ReplyDelete
  10. makasih om jefry jawaban endingnya .. ga kuat :'v

    ReplyDelete