Monday, April 4, 2011

Best Of Time (2009)





I want us to be in love, and I’ll do anything it takes to make that day come true. Just don’t break my heart. Can you please wait for me?

Kisah percintaan pasti tidaklah pernah dilupakan oleh setiap insan manusia. Suka dan duka selalu akan diingat terus walaupun hubungan tersebut sudah berakhir, karena pasti kalian memiliki momen-momen yang begitu sulit untuk dilupakan. Film Thailand yang berjudul Best Of Time kali ini akan lebih lanjut menceritakan tentang bagaimana momen-momen terindah hingga pahit sekalipun dari dua generasi yang berbeda. Penasaran? Simak curhatan josep berikut ini.

Keng dan Ohm adalah 2 sahabat, walaupun mereka bersahabat namun dalam hal percintaan Keng begitu tertutup. Sehingga pada suatu hari, Keng meminta bantuan Ohm untuk membuat suatu lagu kepada wanita yang dicintainya. Akan tetapi, Ohm tidak mengetahui siapa wanita tersebut. Cerita pun berlanjut, hingga pada akhirnya beberapa tahun kemudian mereka bertemu kembali di sebuah klub dan berujung dengan tertangkapnya mereka ke dalam penjara. Setelah tertimpa masalah, Keng akhirnya bertemu kembali dengan Fai, wanita yang dicintainya dahulu. Fai adalah mantan istri dari sahabatnya sendiri, yaitu Ohm. Keng mengetahui pernikahan mereka berdua, namun dia baru tahu kalau ternyata mereka sudah bercerai. Namun demikian, Fai sepertinya kurang begitu ingat dengan paras wajah Keng walaupun Keng memiliki paras yang yang familiar di mata Fai.

Kisah pun berubah ketika Keng ditugaskan menggantikan salah satu guru komputer yang sedang hamil di sebuah sekolah khusus lansia, padahal Keng adalah seorang dokter hewan. Di sekolah tersebut lah, kisah nenek Sompit dengan kakek Jamrus dimulai. Hubungan mereka bisa dibilang backstreet, karena pihak keluarga Sompit tidak menyetujui hubungan tersebut. Disamping itu, ternyata kakek Jamrus memiliki suatu penyakit yang dimana penyakit tersebut lama kelamaan bisa lupa ingatannya. Kisah perjalanan hidup Fai, Keng dan Ohm pun berlanjut. Fai yang sudah bercerai dari Ohm, sepertinya belum bisa melupakan Ohm begitu saja. Peristiwa demi peristiwa yang menarik pun terjadi diantara Fai, Keng, Ohm alami, begitu pula dengan kisah nenek Sompit dan kakek Jamrus yang tidak kalah menarik.

Film ini bisa dibilang agak berbeda dengan film drama cinta komedi Thailand lainnya, sebut saja Crazy Little Thing Called Love. Cerita yang sederhana dan kisah yang menarik menjadi poin plus dari film ini. Selain itu, film ini juga memiliki banyak berbagai penghargaan. Sebut saja Best Foreign Film Academy Awards 2010. Selain itu melimpahnya penghargaan pun diraih film dari berbagai macam katagori, sebagai contoh Best Supporting Actor di Suphananongsa Awards, dan 5 penghargaan di Star Entertainment Awards. Kalau dilihat dari melimpahnya penghargaan yang didapat, sepertinya itu hal yang pantas sekali didapatkan film ini. Dengan menonton film ini, kita bisa sambil bercermin ke diri kita masing-masing, apakah kita serupa dengan tokoh-tokoh di film ini? Apalagi jika membawa kedua orang tua atau keluarga kalian untuk menonton film ini, pasti lebih terasa momen-momen indah tersebut.

Lakon yang dilakonkan para pemain bisa dibilang sesuai karakter mereka masing-masing. Bagaimana kisah Fai dan Keng yang tidak adanya ikatan cinta salah satu diantara mereka dan juga bagaimana kisah nenek Sompit dan kakek Jamrus yang begitu kuat chemistry mereka walaupun tidak menjalin suatu ikatan pernikahan. Masing-masing tokoh melakukan perannya begitu senatural mungkin, sehingga saya pun begitu menikmati cerita ini dari awal hingga akhir film. Alur yang lambat di pertengahan film, tidak akan menjadi alasan saya untuk tertidur di pertengahan film. Walaupun di poster film ini, Keng dan Fai lebih menonjol, akan tetapi sebenarnya hubungan antara nenek Sompit dan kakek Jamrus lah yang begitu menonjol di sepanjang film ini.

Pengambilan gambar yang bagus dan apik membuat film ini begitu indah dipandang mata. Begitu pula dengan scoring dari film ini. Setiap scoring yang muncul begitu menyatu dengan alur cerita yang ada. Scoringnya begitu catchy di pendengaran anda dan akan tetap teringat-ingat hingga mereview film ini (*loh?). Selain itu, yang menajdi keunggulan film Thailand ini dengan film Hollywood lainnya yang satu rumpun genrenya adalah ekspresi dan gaya tubuh yang dilakonkan para pemain dapat diancungi dua jempol!

Untuk info aja ya, film ini tidak akan membuat anda mellow karena kisah film ini tidak semellow yang anda bayangkan. Dari film ini, kita dapat memetik banyak pesan, baik antara Keng, Ohm dan Feng atau hubungan nenek Sompit dan kakek Jamrus. Salah satunya adalah bagaimana kita mempergunakan waktu dengan baik untuk orang-orang yang kita sayangi di sekitar kita. Selain itu bagaimana pengorbanan cinta demi seorang sahabat. Itu mungkin tidaklah mudah tapi dari film ini, kita bisa tersadar akan pentingnya momen yang terbaik tersebut. So, tunggu apalagi untuk menyaksikan film yang bermanfaat ini bersama orang-orang terkasih dan tersayang anda. Selamat menonton. :cheers:



4/5


Trailer:

No comments:

Post a Comment