Sabtu, 19 Februari 2011

King's Speech (2010)

Trailer King's Speech
http://www.youtube.com/watch?v=8rr9ccD5H3Q&feature=player_embedded

Film ini merupakan salah satu film yang paling ditunggu pecinta film di Indonesia, itu dikarenakan film merupakan salah satu nominasi ajang penghargaan bergengsi seperti Golden Globes dan Oscar. Bukan hanya menjadi nominasi, tapi film ini telah meraih berbagai macam penghargaan, salah satunya di ajang Golden Globes, Colin, sang peran utama di film ini, berhasil meraih sebagai aktor terbaik. Kalau boleh jujur, alasan-alasan di ataslah yang menjadi pertimbangan saya untuk memilih film ini untuk ditonton di bioskop, bukan di DVD-DVD bajakan. Secara film ini sudah beredar luas bajakannya. Film ini kalau dilihat dari poster, hamper mirip dengan Wall Street (asumsi berdasarkan adanya 2 pria di poster-----> abaikan). Untuk lebih jelasnya mari kita simak curhatan di bawah ini.

Jadi begini ceritanya, alkisah ada sebuah kerajaan di jaman Raja George V. Tinggalah disana Raja bersama kedua putranya. Tiba-tiba, sang raja pun wafat. Dan ketika mengantarkan jenazah beliau untuk terakhir kalinya, putra kedua Raja tersebut pun ditunjuk untuk membacakan sebuah pidato kata sambutan kepada khalayak ramai yang melihat prosesi pemakaman tersebut. Namun memang sungguh malang nasib Colin, karena dia belum siap mental untuk menghadapi ini semua. Apalagi Colin memiliki gangguan di pernapasannya yang mengakibatkan dirinya agak sulit berbicara lancar. Dengan terbatah-batah, akhirnya dia pun bisa menyelesaikan pidato tersebut.

Di sisi lain, sang raja mewariskan kerajaan tersebut kepada anak sulung mereka, Raja Edward VIII. Akan tetapi, beliau tidak mau mengambil peluang tersebut karena dia belum siap. Alhasil, sang adik, raja colin lah yang harus menggantikan peran Raja tersebut di Kerajaan mereka. Pertama-tama, raja colin merasa kurang percaya diri karena dia merasa memiliki kekurangan yang dapat memalukan dirinya dan rakyatnya kelak. Namun dmeikian, karena dorongan sang istri(Helena Bonham Carter) dia mau menjadi Raja. Ketika dinobatkan menjadi raja, dia pun harus mendeklamasikan sebuah pidato dan hasilnya pun tidak jauh berbeda ketika prosesi pemakaman ayah beliau. Setelah itu, dia bersama istrinya mencari dokter untuk kesembuhan penyakitnya tersebut. Akhirnya, ditemukanlah seorang terapi bicara (Geoffrey Rush) yang cukup berpengalaman. Terus apakah semua itu bisa memulihkan keadaan sang raja? Dan apakah Raja nyaman dengan pengobatan yang dilakukan sang terapi bicara terhadap dirinya?

Sebelum menonton film ini, saya kalau boleh jujur ya tidak tahu kalau ceritanya seperti ini. Pertama, saya kira inic erita tentang masalah suatu kerajaan di jaman dulu. Kedua, saya kira ini film tentang perangnya kerajaan satu dengan kerajaan lain (ngaco). Eh ternyata ini film menceritakan bagaimana Raja yang mengalami gangguan dalam berbicara. Ketika adegan awal pada saat Colin membacakan pidato di prosesi pemakaman ayahnya, saya kaget kalau dia gagap. Ya ampun kog saya sedang menonton film saya sendiri ya (dalam hati saya). Saya cuma bisa terdiam dan terharu (serius). Menurut saya, Colin sangatlah pantas mendapatkan penghargaan sebagai actor terbaik Golden Globes. Karena untuk seorang Colin yang aslinya tidak memiliki gangguan tersebut, itu sangatlah sulit jika harus dibuat dalam akting. Menurut saya, gagap itu anugerah tapi jika dilakoni tidak serius maka akan terlihat seperti menghina orang yang berpenyakit gagap.

Dari segi alur, film ini sangat menghibur dan tidak membuat orang mengantuk dengan durasi yang hampir 2 jam. Bagiamana perjuangan dan ketekunan sang raja di film ini begitu rapi diceritakannya. Dengan adanya bumbu-bumbu konflik, film ini semakin menarik untuk ditonton. Dari deretan pemain, film ini bisa dibilang ajang reunion bintang-bintang besar. Sebut saja, Collin Frinth (The Single Man, Love Actually), Helena Bonham Carter (Harry Potter part 1 dan part 2), Geoffrey Rush (Legend of the Guardians: The Owls of Ga'Hoole, Pirates of The Carribean 1-4), Andrew Hafill (London Boulevard), Rober Portal (You Will Meet a Tall Dark Stranger). Jadi, untuk meragukan kemampuan akting para pemain di film ini sepertinya agaklah sulit untuk mengkritiknya. Dari segi gambar, film ini mampu membuat setting, tata rias dan gambar yang sesuai dengan tahun 1930an.

Dari film ini, ada beberapa pesan yang dapat dibagikan ke penonton. Pertama, untuk meraih sesuatu butuh proses dan perjuangan yang tidak segampang membalikkan tangan. Kedua, alangkah baiknya kita menghargai pembicaraan orang (khususnya jika gagap) agar kita juga dihargai orang tersebut. Ketiga, Kekurangan orang bukanlah menjadi tolok ukur untuk membuat dirinya selalu gagal dalam menjalani kehidupannya. Jadi, tunggu apalagi untuk menonton film ini di bioskop kesayangan anda terdekat karena film ini begitu inspiratif dan penuh dengan pesan-pesan.


4,5/5

1 komentar:

  1. film yg menang penghargaan blm tentu bgs

    yg menilai yg nonton, ada yg suka n ga...

    BalasHapus