Minggu, 13 Februari 2011

The Fighter (2010)


Tinju merupakan salah satu olahraga yang cukup legendaries dan terkenal di semua negara. Banyak petinju-petinju yang terkenal di seluruh Negara, bahkan ada yang dari negeri kita sendiri sekalipun. Sebut saja, Mohammad Ali, Micky Ward, Mike Tyson, Dicky Eklund, Chris John,dll. Dari nama-nama petinju yang disebutkan tadi, Dicky Ecklund adalah orang yang cukup beruntung untuk dibuatkan sebuah film tentang perjalanan karirnya di dunia olahraga tinju. Yak, The Fighter judulnya. Dari judulnya pun sudah tergambarkan cerita seorang petinju. Film ini disutradarai oleh David O. Russels, dan pemilihan pemain dijatuhkan kepada Mark Wahlberg dan Christian Bale serta si cantik Amy Adams. Untuk Mark, sepertinya film tipe seperti ini sudah tidak asing baginya. Karena dia pernah bermain film dengan tema biografi di bidang olahraga juga, Invictus (2010). Untuk Bale, mungkin ini pengalaman pertama kalinya bermain sebagai seorang petinju. Karena selama ini kita mengetahui, bahwa Bale seorang dibalik topeng Batman. Si cantik Amy Adams pun sepertinya juga mendapatkan pengalaman yang begitu berharga ketika beradu akting dengan mereka 2 orang tadi.

Film ini bercerita tentang seorang petinju yang bernama Dicky Eklund. Dicky memiliki julukan Kebanggan tempat dia tinggal, karena dia telah mengalahkan beberapa petinju kelas di atasnya. Dibalik kesuksesan karirnya, Dicky memiliki seorang kakak yang bernama Micky Ward. Ward, adalah seorang petinju yang cukup terkenal juga ketika di masanya. Akan tetapi, karena usianya yang sudah tidak maksimal lagi jadi dia tidak sebagai petinju professional lagi. Akhirnya, dia pun memutuskan untuk mengajari adiknya bermain tinju bersama ibu mereka yang bernama Alice. Alice, sang ibu juga berperan sebagai manager dari Dicky. Namun di tengah perjalanan karirnya, Dicky mengalami masalah yang mengakibatkan hubungan keharmonisan di antara Ibu dan kakaknya harus terpecah sementara waktu.

Dicky memiliki suatu tujuan menjadi petinju lebih professional lagi, sehingga dia memutuskan untuk mencari manager untuk dirinya. Di sisi percintaannya, Dicky tertarik dengan seorang gadis bartender yang Charlence. Namun demikian, ibu Dicky tidak merestui hubungan mereka. Walaupun begitu, Dicky tetap menjalin hubungan yang mesra dengan Charlence.

Dari film ini, banyak sekali sisi positif yang ingin disampaikan. Salah satunya adalah, bagaimana kita harus bias meraih sesuatu dengan semangat dan usaha yang positif. Karena tanpa itu semua, akanlah sia-sia. Dorongan keluarga pun juga sebagai poin plus untuk meraih semua itu. Dari segi pengambilan gambar, film ini mampu menyesuaikan situasi kondisi film ini. Dimana film ini menceritakan pada tahun 1978, dan pengambilan gambar serta artistik yang ditampilkan sesuai pada jaman tahun tersebut. Gaya retro penampilan dari seluruh pemain bias tergambarkan kapan terjadinya peristiwa ini.

Bagaimana dengan Wark? Menurut saya, dia tampil cukup maksimal. Bagaimana peran dia disini harus menjadi seorang pecandu berat, namun beberapa tahun kemudian bias lepas dari semua itu. Begitu pula dengan Bale. Yang konon kabarnya, sebelum peran ini jatuh kepada dirinya, ada beberapa actor terkenal yang sempat menjadi kandidat untuk peran ini. Sebut saja, Brad Pitt dan . Tapi David pun akhirnya memilih Bale untuk berperan di film ini. Seperti kita ketahui, bahwa Bale sempat menaikkan dan menurunkan berat badannya demi sebagai Batman dan juga di film The Machinist, begitu pula di film ini dia harus menaikkan kembali berat badannya setelah bermain di film terkahirnya. Bisa dikatakan Bale sangat professional untuk hal tersebut. Andai saja saya bisa melakukan itu pasti saya juga mampu bersaing dengan Aktor Indonesia (abaikan). Bale bermain begitu total dan sepertinya dia begitu menghayati karakter dari Dicky. Saya selama menonton film ini seperti melihat langsung seorang petinju professional. Kalau boleh jujur, saya kalau menonton acara olahraga tinju bisa tidur, karena saya tidak begitu menyukainya. Akan tetapi, ketika menonton film ini saya tidak bosan bahkan tertidur sekalipun, walaupun durasi film ini hampir 2 jam.

Overall, film ini sangat layak ditonton untuk kalangan yang dimana mau mendapatkan semgat lebih untuk menjalani kehidupan yang “keras” ini. Dan juga, film ini sangat layak untuk mendapatkan salah satu piala Oscar dari nominasi-nominasi yang mereka dapatkan karena film ini sangat inspiratif.

3,5/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar