Review Film Indonesia SUNYI (Remake Whispering Corridors) - 2019

Setelah menyibukkan diri dengan Danur Universe dan Film Drama Komedi 2-3 tahun terakhir, akhirnya Awi Suryadi mendapat sebuah project yang bisa dibilang agak sedikit berbeda walaupun horror juga seperti Danur Universe. Namun kenapa saya bilang berbeda karena setidaknya projek kali ini lebih internasional karena beban meremake sebuah film horror Korea yang berjudul Whispering Corridors. Mungkin bagi anak millenials saat ini film tersebut agak asing bagi mereka. Cerita film Sunyi menceritakan tentang Alex yang baru saja memasuki sekolah Abdi Bangsa, sekolah yang notabene menghasilkan bibit orang terkenal dan sukses setelah dewasa nanti. Alex menjalani peloncoan di sekolahnya yang dibuat oleh seniornya. Di tengah masa peloncoan hingga hari ke 13, Alex akhirnya ngobrol dengan salah satu teman sesama peloncoannya, Maggie. Alex nyaman dengan Maggie sehigga hanya Maggie yang bisa dibilang temen ngobrolnya selama menjadi siswa baru Sekolah Abdi Bangsa.

Alex, suatu hari dipanggil 3 senior, Andre, Erica dan Fahri ke sebuah gudang. Gudang tersebut menurut kabar beredar dulunya ada murid bunuh diri. Alex, yang merupakan anak dari peramal kondang, ditantang Andre dkk untuk memanggil roh di gudang tersebut. Alex menolak, namun apa daya adi daya senior tidak bisa ditentang oleh Alex. Alex mencoba memanggil roh tersebut, hingga akhirnya misteri adanya korban kematian di sekolah Abdi Bangsa yang ternyata harus dipecahkan Alex.


Ada yang unik dari film Sunyi, film horror karya Awi Suryadi kali ini lebih banyak menghadirkan adegan-adegan diam alias minim dialog. Hanya musik yang lebih dominan menguasai film ini. Namun sayangnya suara yang mendominasi terasa begitu kenceng sekali, andai saja musik kencangnya dikecilin sedikit pasti film ini lebih enak ditontonnya tanpa harus menutupi kuping ketika nonton. Dari segi cerita film ini hampir mirip dengan versi Koreanya, Whispering Corridors, Sunyi hanya membedakan dari sisi sekolahnya campur, jika di versi Korea sekolahnya khusus perempuan. Dari segi pemain sebenarnya tidak spesial namun untungnya mereka bermain tidak se-annoying pada umumnya aktor remaja di Indonesia ketika berakting di film horror. Amanda Rawles dibandingkan di film Jailangkung jelas lebih baik penampilan aktingnya di Sunyi walau belum begitu mengesankan atau mendekati sempurna. Akhir kata, Film Sunyi bisa dibilang jauh lebih baik daripada versi Koreanya, Whispering Corridors dengan minim dialog yang menjadikan poin ini plus untuk filmnya.


4/5

Trailer:


Komentar