Review Film Indonesia: Melawan Takdir (2018)

Film bertemakan pendidikan sudah cukup banyak diputar di bioskop, begitu juga dengan film bertemakan biografi yang cenderung ke dunia pendidikan. Di tahun 2018, kali ini para penikmat film Indonesia, disajikan sebuah film yang bertemakan biografi dengan unsur pendidikan. Film yang berjudul Melawan Takdir ini menceritakan tentang kisah hidup Prof Hamdan Juhannis. yang diadaptasi dari buku dengan judul sama yang ditulis HMJ PBI (Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris) UIN Alauddin, Makassar. Setting film ini jelas sekali masa lalu dan berlokasi di Makassar. Selain Makassar, juga ada lokasi-lokasi klasik dari negara Australia yang merupakan tempat menempuh pendidikan si tokoh utama dari film ini.

Agak cukup disayangkan film yang cukup baik secara genre, dimana genre yang baik untuk membuat generasi saat agar tetap menimba ilmu setinggi mungkin walaupun takdir secara ekonomi kurang baik, terlihat masih mentah dan belum maksimal secara keseluruhan. Ntah apa yang dipikirkan produser ataupun sutradara film ini untuk menyelipkan lagu tema secara sering dan porsinya bahkan melebihi dialog dari antar tokoh di film ini. Lagu tema yang disajikan pun tidak begitu enak secara konsep ataupun penempatannya. Untuk pemain, harusnya tokoh utama dipilih seorang terkenal entah dari asli tanah Makassar atau dari Indonesia. Dikarenakan kurang tenarnya pemain utama jadinya penonton kurang begitu aware bahkan penonton umum tidak mau tahu dengan hadirnya film ini di bioskop. Andai saja film ini dimatengin lebih lagi dari sisi pemain, lagu tema hingga editing, pasti penonton awam akan berbondong-bondong ke bioskop untuk menonton film ini.

1/5


Trailer:




Komentar