Jumat, 01 Desember 2017

Review Film Indonesia: Mata Batin (2017)


Rocky Soraya nampaknya semakin serius untuk menyutradarai film bergenre horor dengan bumbu thriller dan slasher di dalamnya. Setelah dwilogi The Doll (Part 1 dan Part 2), kini Rocky memberikan sajian menarik ke penonton film Indonesia dalam Mata Batin. Sekilas tema Mata Batin pasti mengingatkan kita pada Mereka Yang Tak Terlihat dan Keluarga Tak Kasat Mata. Bisa dibilang ketiga film ini memiliki tema yang sama yaitu tentang roh halus yang tidak bisa dilihat tapi hanya segelintir orang mampu melihat "mereka". Namun siapakah yang mampu mencuri perhatian penonton?

Bercerita tentang seorang gadis, Alia, yang bekerja di Bangkok, mendapat telepon jika kedua orang tuanya meninggal dunia karena kecelakaan. Alia pun kembali ke Indonesia bersama pacarnya Davin untuk menemani adik semata wayang Alia yang bernama Abel. Abel sejak kecil memiliki kemampuan bisa melihat sosok yang tidak semua bisa melihatnya yaitu hantu. Abel gelisah ketika tahu harus kembali ke rumah masa kecilnya bersama kakaknya Alia yang merupakan peninggalan kedua orang tua mereka. Alia tidak percaya dengan apa yang dirasakan, dan dilihat oleh Abel hingga akhirnya Abel mengantarkan Alia ke Ibu Windu yang merupakan seorang cenayang.


Dari segi penyutradaraan, Rocky Soraya terlihat ada progress. Terlihat sekali di Mata Batin ini dia memang ingin membawa penonton merasakan bagaimana sih sebenarnya mata batin tersebut. Begitu juga dengan naskah yang dibuat oleh Riheam Junianti dan Fajar Umbara, terlihat lebih baik dan tidak "meh" ketika menonton The Doll Part 2 yang terlalu dipaksakan twistnya. Satu lagi yang menarim yaitu bumbu slasher yang tetap dipertahankan Rocky Soraya di Mata Batin. Slashernya jauh lebih menarik dibandingkan film-film beliau sebelumnya. Efek visual pun patut diancungi jempol, terlebih ketika perpindahan dimensi, walaupun bukan hal yang baru tapi masih enak ditonton.

Para pemain Mata Batin memang terbilang minim, namun tingkat akting mereka tidak perlu diragukan. Jessica Mila dan Bianca Hello mampu membangun chemistry sebagai kakak dan adik di film ini. Jessica Mila juga mampu berakting kesurupan dengan baik, sungguh diluar ekspetasi. Lain halnya dengan Citra Prima dan Denny Sumargo yang berpengalaman justru entah kenapa terlihat biasa di film ini. Epy Kusnandar akhirnya mendapatkan peran pendukung yang relate dari awal hingga akhir. Mata Batin menunjukkan kemajuan dari Hitmaker untuk lebih serius menggarap film horor/thriller, film yang wajib ditonton untuk melihat perkembangan film horor Indonesia saat ini.

3,5/5

Trailer:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar