Review Insya Allah Sah: Film terburuk dari seorang sutradara peraih piala citra.


Berperan sebagai orang unik atau bodoh pasti menjadi tantangan besar seorang aktor atau aktris ketika bermain di sebuah film. Dalam film Insya Allah Sah, Pandji Pragiwaksono jelas sekali terlihat ingin berbeda dibandingkan film-filmnya terdahulu dalam trilogi Comic 8, Stip & Pensil, Make Money, Rudy Habibie, Single dan film lainnya sebagai pendukung. Namun usaha yang dilakukan Pandji di film ini belum begitu membuat gelak tawa atau membekas setelah menontonnya. Memang Pandji dibuat untuk menjadi orang ketiga diantara hubungan Silvi dan Dion, namun kehadiran dia di tingkat annoying yang tidak ngeblend. Masih terlihat beberapa adegan Raka, Silvi dan Dion kurang menyatu dan berusaha menampilkan diri mereka sendiri untuk tampil di film ini. Padahal film jika ada pemain utama itu penting ketika mereka terlihat menyatu sama lain dengan pemain pendukungnya.

Dari segi naskah pun terlihat sekali Insya Allah Sah hanya menjual 3 pemain besar, padahal dari segi kualitas cerita tidak menarik sama sekali. Ada adegan di mana Ari Tulang sedang ngelucu pun mengingatkan komedi Thailand namun sayangnya gagal ketika dimasukkin ke film ini. Beberapa part terlihat kaku, bahkan cenderung nasehatin penonton.  Anehnya ketika bagian menasehati terlihat ada jeda jadi akhirnya terlihat "krik" atau hening jadinya. Nama Benni Setiawan sebagai sutradara di film ini nampaknya patut diprihatinkan, bagaimana tidak kualitas seorang sutradara peraih Piala Citra dalam film 3 Hati 2 Dunia Satu Cinta ini terlihat jauh menurun dari segi sisi cerita dan penyutradaraan. 
 
Selain Pandji, pemain yang terlibat dalam film ini ada Titi Kamal dan Richard Kyle serta 30 cameo aktris dan aktor lainnya. Nampaknya Richard Kyle terlihat sekali sebagai aktor kaku di film ini, kehadiran dia sebagai pemain utama dengan porsi dialog yang banyak terlihat tidak dimanfaatkan secara maksimal oleh Richard. Bahkan kehadiran puluhan cameo di film ini terlihat jauh lebih baik daripada aktor berdarah Jerman dan sempat tinggal di Thailand ini.

0,5/5

Trailer:

Komentar