Minggu, 12 Maret 2017

Review Rings (2017)

Review John Wick 2 (2017)

Review Man Down (2016)

Review Fabricated City (2017)

Setelah sukses di Korea, film Fabricated City akhirnya tayang juga di Indonesia. Dengan bertemakan game dan penuh aksi, film ini mampu membuat adrenaline penonton begitu meningkat. Visual efek yang diberikan film ini bisa dibilang lumayan bagus dan beberapa adegan berasa seperti bermain game online. Para pemain dan karakter yang terdapat di film ini juga oke-oke, sebut saja Ji Chang Wook, Shim Eun Kyung, dan Ahn Jae Hong.

Walaupun film ini menarik dan menghibur, namun jangan cepat puas dengan semuanya. Film ini masih ada kekurangannya, yaitu dari segi naskah. Masih ada plothole yang terdapat dalam naskah, memang sih masih bisa dianulir akan tetapi bukan berarti para kritikus film lainnya tidak akan ngeh dengan hal itu. Mumpung masih tayang di bioskop, Fabricated City bolehlah dicoba ditonton di bioskop seperti CGV Cinemas, Cinemaxx Theater dan Platinum Cineplex.

4/5

Sabtu, 11 Maret 2017

Review Logan (2017)

Film terbaru dari tangan besi dan tajam ini mencuri perhatian penonton. Disamping karena faktor komik Marvell, dan dibintangi Hugh Jackman, pemain cilik Dafne Keen nampaknya paling mencuri perhatian. Bagaimana tidak, kelihaian dia (walaupun menggunakan stunts) dalam berakting ketika menyerang para musuh terlihat nyata.

Ceritanya juga enak ditonton, jadi durasi 130an menit gak akan terasa. Munculnya para mutan regenerasi di film Logan nampaknya menarik namun sayangnya kehebatan mereka satu per satu kurang dieksplor lebih dalam. Mungkin jika ada film lanjutannya, nanti kehebatan mutan regenerasi ini akan dieksplor lebih. Akhir kata Logan sebuah film unsur semi Daddy-Son dengan bumbu kekejaman dalam membasmi musuh.

4/5

Jumat, 10 Maret 2017

Review Generasi Kocak 90an Vs Komika:

I Setelah acara SUCA2 (Stand Up Comedy 2) nampaknya menghadirkan bibit baru langsung untuk perfilman Indonesia. Sebut saja, Arafah Rianti, Afif Xavi dan Anyun Cadel yang langsung diambil K2K Pictures untuk membintangi film Generasi Kocak 90an Vs Komika sebagai peran utama. Ya jelas ini film komedi, namun apakah leluconnya berhasil disalurkan ke penonton? Nampaknya hanya penggemar Stand up Comedy saja yang paham dengan komedi-komedi yang diberikan sepanjang film ini. Saya memang bukan penonton sejati acara ajang pencarian bakat komedi tersebut, namun beberapa kali menonton di TV masih ada yang jauh menghibur dan cerdas komedinya dibandingkan film ini.

Para bintang utama Stand Up Comedy di film ini pun terlihat jayus dan lebih bagus lawakannya di TV. Mungkinkah ini faktor PHnya? Yang lebih gak jelas terlihat dari editing film ini, sungguh sangat acak kadut. Eits tunggu dulu jangan langsung ngejudge kalau film buruk dari awal hingga akhir, setidaknya ada 2 adegan yang membuat saya tertawa puas dari lawakan film ini. Oh iya sekitar 80ribuan penonton telah menonton film ini lho. Artinya mungkin masih ada yang terhibur dengan film ini.

1/5