Sabtu, 18 Februari 2017

Review Remember The Flavor: kosong dan hampa yang gampang dilupakan.


Film dengan cerita ada unsur makanan dan minuman nampaknya lagi makin banyak diminati para produser Indonesia untuk membuat film. Minggu lalu film The Chocolate Chance sudah mendapatkan penonton hanya 11 ribuan saja. Mungkinkah itu pertanda hanya sekedar tempelan judul dan cerita bertemakan makanan atau minuman sudah mulai tidak diminati? Atau salah promosi?

Remember The Flavor memang tidak langsung menjelaskan kalau ini film ada unsur eskrimnya, akan tetapi scoop es krim yang dipegang Tara Budiman sebagai bintang utama di film ini mendeskripsikan kalau film ini ada hubungannya dengan penjual es krim atau kedai kopi. Ya benar adanya, film ada hubungannya dengan es krim. Dari es krim tersebut penonton diajak penulis film ini untuk melihat jika rasa es krim adalah penentu masa depan anda.
 
Film ini beralur maju mundur dengan konsep cerita kedua cewek bertemu tidak sengaja dalam perjalanannya ke Jogja. Selama perjalanan mereka saling bercerita dan cerita di film mengikuti pergerakan cerita curhatannya. Di awal film sudah ketebak bagaimana film ini hingga akhir, akan tetapi penasaran apakah betul tebakannya jika ada yang harus terluka karena cinta. Dikarenakan film ini beralur maju mundur, nampaknya team editing atau sutradara kurang fokus untuk memberikan greget untuk film ini. Beberapa adegan terlihat sekali kosong, dan adegan di kereta beberapa adegan terlihat seperti efek visual dan itu kasar.

Annisa Pagih yang mengawali karir di film melalui film Sinema Purnama terlihat seperti lady boy ketika adegan duduk di kereta api. Entah salah pengambilan kamera atau make up terlalu tebal? Karena ketika tiba di Jogja atau bukan adegan duduk terlihat jauh lebih baik dan manis pastinya. Lainnya halnya dengan Sahira Anjani yang terlihat natural namun agak sulit dilupakan. Penampilannya tidak buruk, bahkan berkesan untuk perdana di film. Namun jika lebih banyak pendatang baru tahun ini nampaknya akan mudah dilupakan wanita berambut keriting ini.

Tara Budiman untuk bermain di sebuah film drama, tanpa ada unsur mau ngelawak rasanya tidak jelek-jelek amat. Kelihatan ada usahanya untuk serius. Mungkin jika diasah lagi dan dapat tantangan lebih dalam berakting, akan sukses ke depannya di perfilman Indonesia. Oh iya adegan kissing Tara Budiman dan Sahira Anjani terlihat bagus chemistrynya. Akhir kata, film Remember The Flavor sebuah film yang kurang memberikan rasa "Remember" lebih ke penontonnya. Kosong.

2/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar