Jumat, 06 Januari 2017

Review Promise: Kuantitas penonton boleh banyak, tapi jangan lupakan sisi kualitas naskah.


Sebuah karya terbaru dari Screenplay Production yang mengawali tahun 2017. Promise, sebuah film yang ditujukan kepada remaja saat ini, momen ketika mereka harus menepati janji kepada seseorang. Dari segi production value, film Promise memang terlihat mahal sekali. Baju-baju yang elegan, sesuai dengan tubuh para pemain, gambar yang indah dengan bantuan lokasi cantik untuk diabadikan dari kamera. Alunan lagu Melly Goeslaw juga blend dengan adegan per adegan di film Promise.

Diantara Boy William, Dimas Anggara, dan Amanda Rawles, sepertinya cukup bersinar hanyalah Mikha Tambayong saja. Ditambah lagi dengan kostum elegan yang sesuai dengan karakter Mikha di film ini. Boy William di film ini cukup mengganggu, walaupun emang karakternya mengganggu. Terlebih yang paling penting kenapa harus banget dia seorang pelajar Jogja tapi cara berpakaian seperti bukan Kota Pelajar. Walaupun itu adegan pulang sekolah tapi tidak seperti itulah. Wajar-wajar saja berpakaiannya. Amanda Rawles sangat disayangkan kurang memberikan sisi positif dengan karakter seorang model yang diperankan olehnya di film Promise ini.

Memang yang patut ditekankan dari Promise adalah naskah yang acak kadul, ibarat spaghetti carbonara yang dicampur keju terus diaduk-aduk kemudian dimakan, rasanya pahit bahkan cenderung eneg. Memang Promise terbukti mampu menarik penonton, akan tetapi tidak ada salahnya ke depannya film Indonesia menyajikan film yang kualitas bagus terutama dari segi naskah dan kuantitas hingga jutaan penonton.

Trivia:
1. Film ini melakukan pengambilan gambar di Jogja dan Milan.
2. Di teaser Promise terdapat Istanbul menjadi tempat pengambilan gambar film ini, akan tetapi di film tidak ada penjelasan kota Istanbulnya di adegan apa. 

1/5

Tidak ada komentar:

Posting Komentar