Thursday, May 23, 2013

Review: Pintu Harmonika (2013)


Rizal sosok yang begitu dipuji oleh wanita di sekolah atau lewat dunia mayanya. Sosok tampan dan memiliki OTOT menjadikan modal Rizal untuk dipuji wanita. Akan tetapi itu tidak berlaku bagi Cynthia untuk mengagumi sosok Rizal. Keseharian Rizal tinggal bersama ayahnya disebuah ruko. Tetangga ruko Rizal juga terdapat keluarga dengan masalah masing-masing ketika memasuki pintu rumah mereka. Juni, tetangga Rizal, yang baru saja kena SKORS karena melakukan pembullyan terhadap temannya sendiri di sekolah. Juni yang dirumahnya tidak begitu akrab dengan ayahnya seorang tukang sablon pakaian, di masa skors-nya tersebut mencoba melakukan perbaikan komunikasi. Satu keluarga yang merupakan tetangga Rizal dan Juni adalah Imelda, seorang penjual toko kue bersama pekerja dan anak satu-satunya, David. David merupakan anak kebanggan Imelda karena bisa berkarya dengan indah melalui PIANO yang ada di rumahnya.


Pintu Harmonika sebuah film omnibus dengan tiga cerita, sutradara, genre yang berbeda namun memiliki satu hubungan keterkaitan satu sama lain di dalamnya. Keterkaitan tersebutlah menjadi alasan buat kamu yang menonton film ini di bioskop tidak boleh terlambat ketika menontonnya. Luna Maya, Ilya Sigma dan Sigi Wimala yang memulai karir dengan tanpa adanya sekolah film atau penyutradaraan, mencoba berani mengambil langkah ini untuk menyutradarai film Pintu Harmonika. Untuk Ilya Sigma dan Sigi Wimala, ilmu penyutradaraan rasanya tidak perlu khawatir lagi karena suami mereka masing-masing memiliki background sutradara. Bahkan Ilya Sigma sendiri pernah menulis skenario film Catatan Harian Si Boy di tahun 2011 silam.

Dari ketiga segmen Pintu Harmonika, OTOT-SKORS-PIANO, sebenarnya belum terlihat sempurna untuk sebuah film pendek. Masing-masing memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing, akan tetapi yang menarik dari segi cerita untuk sebuah film pendek yaitu segmen PIANO. Konflik yang diberikan di segmen OTOT dan SKORS bisa dibilang terlalu menumpuk sehingga kekuatan untuk memfokuskan sebuah cerita di sebuah film pendek masih terlihat kurang klimaks. Untuk soundtrack, film Pintu Harmonika memberikan nyawa tersendiri untuk film ini, baik dari lagu Andien ataupun Frida Tumakaka. Untuk sebuah debut penyutradaraan dari ketiga sutradara cantik satu, Pintu Harmonika masih dalam kadar yang menghibur untuk ditonton sendiri atau dengan teman bahkan dengan keluarga sekalipun. :Salam JoXa:

7/10

Trailer:

No comments:

Post a Comment