Friday, March 8, 2013

Review: Berlian Si Etty (2013)


Sebagai karyawati yang terkenal ulet, Etty dikirim ke Jakarta oleh kantornya yang dahulu berlokasi di Bandung. Sebelum dirinya pindah ke Jakarta, orang tuanya berpesan agar dirinya menikah dahulu. Akhirnya Etty menikah dengan sahabat kecilnya selama ini yaitu Ricky. Setiba di Jakarta, Etty bekerja dibawah pimpinan Ibu Miranda. Disana dirinya mendapatkan atasan sekaligus teman baru yang baru dan bisa diajak bercengkrama bareng, yaitu Robby, Emmy, Rina dan Reza. Namun itu semua tidak berjalan semulus seperti yang diharapkan Etty, sampai suatu hari dirinya mendapatkan suatu masalah. Akankah Etty bertahan walaupun masalah menimpanya saat itu?

Sebuah film sederhana dari Dimas Adi Pratama tentang namanya perjuangan menempuh hidup di Jakarta. Berlian Si Etty ini adalah debut film beliau yang dibintangi oleh aktris kondang ternama yaitu Fitri Tropica. Nama seorang Fitri atau dikenal dengan nama fitrop jauh lebih dikenal sebagai komedian atau selalu membuat gelak tawa di televisi. Akan tetapi di film Berlian Si Etty, Fitrop mencoba keluar dari zona nyamannya selama ini. Ya bisa dibilang Fitrop bermain serius dengan sedikit komedi di dalamnya. Walaupun beberapa adegan seriusnya agak terlihat maksa atau tidak alami. Para pemain di film ini selain fitrop ada Denny Sumargo, Yogi Finanda, Echie Dwi Asih, Shalvynne Chang, Donna Harun, Andi Permana dan Ikke Nurjanah sebagai cameo di film ini.


Dari segi cerita sebenarnya film Berlian Si Etty memberi sisi kesederhanaan akan tetapi sayangnya melupakan sedikit bagian yang hilang dalam suatu cerita film ini. Sebagai contoh sederhana yaitu di film ini yang diceritakan hanyalah tentang si Etty, apa karena judulnya Etty jadi kisah Ricky, suaminya disini tidak diketahui oleh penonton? Masa profesi seorang web desain saja yang ditonjolkan dari Berlian Si Etty untuk menggambarkan pekerjaan suaminya. Selain itu darimanakah duit suaminya bisa membeli motor yang notabene cukup bagus untuk seorang yang baru saja pindah ke Jakarta dan mendapat honor 6 bulan pun rasanya tidak cukup untuk membeli motor ini. Nah yang terakhir cukup fatal yaitu ketika Etty mencari pekerjaan di Jakarta kenapa dirinya mencari lowongannya dengan kata kunci "Dijual Apartemen"? Padahal di scene berikutnya ada pembicaraan yang tidak berhubungan dengan transaksi jual beli Apartemen. Aneh sekali ini.

Dari segi teknis juga mengalami gangguan di film ini, yaitu pengambilan gambar di film ini ketika di ruang kurang memadai terlihat giyang dan itu berulang dua kali. Agak cukup disayangkan sih. Dari segi soundtrack, Berlian Si Etty kurang banyak mengisi lagu-lagu di setiap adegan yang seharusnya diisi oleh lagu untuk menghidupkan film ini. Lagi dan lagi agak cukup disayangkan karena tidak banyak di film ini. Akhir kata, untuk sebuah debut film, sebenarnya Berlian Si Etty memberikan cerita yang sederhana dan mendalam karena mengandung sisi kejujuran dalam hidup. Namun sayangnya harus terganggu dari segi teknis, cerita yang ganjil, dan kurang hidupnya film ini. :Salam JoXa:

2/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment