Friday, January 4, 2013

Review: Dead Mine (2012)


Atas perintah dari Price, Stanley bersama anak buahnya Djoko, Captain Tino Prawa, Ario, dan Sersan Papa Ular untuk mencari harta karun di Sulawesi. Harta karun tersebut ternyata bukan hanya mereka saja yang mencarinya. Ketika melakukan pencarian tersebut, sekumpulan perampok datang menghadang mereka dari kejauhan, sampai pada akhirnya mereka terjebak dalam suatu tempat. Di tempat tersebut kejadian mengerikan dan beberapa teror harus mereka hadapi. Ada apa sebenarnya dengan tempat itu?

Sebuah film thriller terbaru di awal tahun 2013 yang bersamaan tayangnya dengan film Demi Ucok di bioskop. Film Dead Mine sendiri sebenarnya film televisi yang bakal tayang secara Internasional di siaran HBO Asia. Akan tetapi dari pihak produser atau crew filmnya yang konon kabarnya ada yang berasal dari Indonesia, maka memutuskan film ini untuk ditayangkan terlebih dahulu ke bioskop Indonesia barulah ditayangkan di HBO Asia yang tadi sudah dijelaskan. Bisa dibilang ini sebuah keuntungan juga bagi yang di rumahnya tidak menggunakkan TV Kabel Luar yang ada channel HBO TVnya. Jadi tidak ada salahnya sih kalau film ini tayang di bioskop.


Akan tetapi apakah film Dead Mine pantas dan layak untuk ditonton di bioskop? Cerita film Dead Mine sebenarnya lebih berisi bila ingin dibandingkan The Raid yang cukup fenomenal di tahun 2012 silam. Beberapa adegan di The Raid pun ada di film Dead Mine jadi tidak heran kalau nyawa atau aroma thrillernya masih terasa. Akan tetapi yang membedakan diantara kedua film ini yaitu dari sisi action dan visual effectnya. Untuk kedua hal itu, Dead Mine nampaknya masih banyak kekurangan disana-sini. Sosok zombie yang ada pun nampaknya bukan sesuatu yang spesial, walaupun make-upnya kelihatan menjanjikan dengan tambahan ala "Bane" seperti di tokoh film The Dark Knight Rises.

Alasan penulis untuk menonton Dead Mine di bioskop adalah untuk mengapresiasi keempat aktor Indonesia yang kebetulan bermain di film ini. Diantaranya ada Ario Bayu, Joe Taslim, Mike Lewis dan Djaitov Yanda (Bang Tigor). Kalau saja tidak ada keempat aktor tersebut di film ini, sudah dipastikan penulis tidak akan membuang waktu untuk menonton di bioskop. Cerita Dead Mine banyak tanda tanya disana-sini, salah satunya yaitu kenapa bisa di Sulawesi sih ada komplotan pasukan Jepang? Memangnya sampai kesana ya dahulu para sekutu? Terus dengan "alat" yang terdapat di film memangnya yakin bisa tetap bertahan hidup sampai sekarang? Akhir kata Dead Mine melupakan sisi logisnya sebuah cerita, padahal kalau lebih diseriusin lagi ceritanya, film ini akan jauh lebih menarik. NB: Jangan berekspetasi apapun sebelum menonton film ini di bioskop (jika berkenan) :Salam JoXa:

1,5/5

Trailer:

2 comments: