Review: Loe Gue End (2012)


Seorang penulis terkenal bernama Zara Zettira sudah mulai bosen untuk menulis kembali. Akan tetapi suatu hari dia mendapatkan banyak pesan misterius via kotak masuk online. Pesan tersebut berasal dari seorang gadis bernama Alana. Alana pun bercerita tentang kehidupan hedonisme dirinya dengan teman-temannya. Teman-teman Alana diantara lain Timo si junkies yang merupakan anak manta Jaksa Agung, Radit berbanding terbalik dengan Timo karena sifatnya yang alim dan baik serta tidak menggunakan narkoba seperti teman-teman lainnya. 

Fifi gadis seksi yang begitu peduli dengan sisi fashion dan berprofesi sebagai desainer. Vira cewek gila belanja yang lebih mencintai dirinya sendiri daripada orang lain. Lina cewek bandar narkoba yang lesbi. Diantara semuanya Yosi paling alim profesinya yaitu sebagai guru TK. Akan tetapi kejadian misterius menimpa Alana dan teman-temannya. Ada sesuatu yang tersembunyi dan meneror nyawa mereka semua.

Sebuah film yang lagi-lagi berasal dari sebuah novel. Kali ini cerita yang diangkat cukup menarik karena mengangkat sisi kehidupan pergaulan malam Jakarta seperti apa dengan bumbu thriller psikologis sedikit. Dengan judul "Loe Gue End" film karya kesepuluh Awi Suryadi ini memang agak sedikit risih didengarnya ketika tahu ada judul film Indonesia seperti ini. Lupakan namanya judul, sekarang fokus saja ke cerita film ini seperti apa. Dari segi cerita, film ini sangatlah singkat untuk sebuah film. Bahkan untuk seorang Awi Suryadi pun ini terlalu biasa aja.

Yang menarik atau menjual dari film Loe Gue End adalah sisi fashion, hedonisme, dan artistiknya. Memang dasarnya model, jadi mau dikasih baju apapun pasti terasa enak dilihat. Terbukti di film Loe Gue End para pemain yang mayoritas berawal dari dunia model dan fotografi, disini terlihat elegan dan cantik semua. Untuk mendalami karakter nampaknya yang cukup berhasil itu cuma beberapa saja sebut saja karakter Lina, Ayah Alana ketika muda, Manohara dan Fifi. Selebihnya sorry to say entah kenapa masih kosong, apalagi untuk seorang Dion Wiyoko yang bisa dibilang paling banyak pengalaman bermain film. Namun sayangnya Dion di film ini terlihat biasa sekali.

Untuk pemain senior seperti Ray Sahetapy dan Claudia Hidayat nampaknya cukup membekas penonton melalui film ini. Sinematografi dan artistik film ini cukup menolong kejemuan cerita dari film ini. Andai saja ada lagi sisi pengambilan kamera seperti di film I Know What You Did On Facebook  di film ini yang dilakukan oleh Awi sebelumnya, pasti film Loe Gue End akan menjadi lebih menarik. Kesalahan terbesar dari film ini adalah dari cerita yang terlihat seperti tontonan untuk penonton agar tidak menggunakan narkoba karena itu berbahaya. Narator yang ada di film ini pun terkesan seperti guru terhadap penonton. Akan tetapi kalau narasi itu tidak ada, film ini pun terlihat semakin membuat penonton bingung dengan maksud ceritanya seperti apa.

Film Loe Gue End sebenarnya cukup menarik idenya namun sayangnya semua jadi berantakan karena naskah yang dibuat cenderung mendikte penonton dan tidak membiarkan penonton berimajinasi sendiri. Pemilihan para pemain yang notabene berawal dari dunia model nampaknya awal yang tepat dilakukan oelh Awi disini, karena mereka semua tampil begitu wow dan mempesona. Para pemain yang ikut serta di film Loe Gue End diantara lain Dion Wiyoko, Nadine Alexandra, Dimas Beck, Manohara Odelia, Claudia Hidayat, Tracy Shuckleford, Amanda Soekasah, Kelly Tan, Moudyzania, Martina Tesela, dan Ray Sahetapy. Semoga Awi Suryadi kembali lagi disaat masa-masa jaya film beliau seperti Claudia/Jasmine, I Know What You Did On Facebook dan Simfoni Luar Biasa. :Salam JoXa:

7/10



Trailer:

Komentar