Thursday, October 25, 2012

Review: Sang Martir (2012)

Rangga adalah seorang pemuda yang sejak kecil tinggal di sebuah panti asuhan milik Haji Rachman dan Hajjah Rosna, bersama adiknya Sarah. Pada suatu hari anak panti asuhan menjadi kobran pemerkosaan oleh Jerink, seorang preman yang dikepalai oleh Rambo. Urusan pun semakin panjang hingga Rangga harus dipenjara karena menuntut balas kepada Jerink. Setelah Rangga keluar dari bui dia mendapat tawaran dari Jerry, yang merupakan musuh dari Rambo, untuk bekerja sama dengan dirinya. Rangga pu akhirnya menerima tawaran tersebut sampai akhirnya dia bertemu dengan tetangga tempat tinggal Jerry yang bernama Cinta.

Apa jadinya kalau sebuah film dipenuhi aktor dan aktris terkenal di dalamnya? Apakah mampu mengangkat film itu menjadi hidup atau malah sebaliknya? Jika itu sebuah film omnibus rasanya sah-sah saja jika pemainnya diisi oleh pemain terkenal atau senior sekalipun. Namun kalau untuk sebuah film panjang, nampaknya perlu dipikirkan panjang dahulu cerita film tersebut seperti apa. Apakah memang stabil dari awal sampai akhir? Di film Sang Martir sayangnya eksekusi cerita yang diberikan terlalu dangkal dan kacau tanpa adanya logika yang sesuai.


Kedangkalan cerita film ini begitu terasa, apalagi kepadatan cerita sepanjang 110 menit semakin terlihat film ini sangatlah membosankan. Kedangkalan cerita terlihat di akhir cerita yang dimana adegan seorang Pengkhotbah yang sedang berkhotbah. Namun di tengah khotbahnya dia malah marah-marah kepada salah satu jemaatnya. Belum lagi semua kesalahan jemaat itu diungkapkan ke publik. Untuk sebuah cerita di film, nampaknya ini sungguh melecehkan kalau para pengkhotbah bisa saja melakukan hal seperti di film ini. Yap ini memang cuma film, tapi asumsi orang yang menonton bisa beda loh daya tangkapnya. Harusnya dipikirkan lebih logis apakah ada dampaknya atau tidak.

Para pemain yang membintangi film ini diantaranya adalah Adipati Dolken, Ray Sahetapy, Tio Pakusadewo, Edo Borne, Jamal Mirdad, Henidar Amroe, Nadine Alexandra, Ghina Salsabila, dan Widy Soediro Nichlany atau yang dikenal dengan Widy "Vierra". Sosok Adipati setelah membintangi 4 film di tahun 2012 sekaligus nampaknya di film ini terlihat kebingungan untuk menjadi diri Rangga. Sosok Widy "Vierra" pun hanyalah numpang lewat, tapi entah kenapa namanya dimasukkan 3 nama utama di poster film ini? Buat menjual? Memangnya yakin Widi "Vierra" bisa menarik fans bandnya tersebut untuk menonton film ini?

Para pemain senior di film ini pun nampaknya memang patut diancungi jempol. Setidaknya mereka bisa bermain profesionalitas dengan akdar cerita film yang mereka mainkan mengalami persimpangan. Helfi Kardit sebagai sutradara pun memang sudah jelas sih kalau filmnya selama ini kalau gak memukau atau gak buruk sekalian. Ya inilah yang terjadi pada film Sang Martir dimana terlihat buruk di deretan filmographynya selama ini. Akhir kata film Sang Martir adalah film yang mencoba mengangkat tema perbedaan agama namun eksekusinya sepanjang film ini terlihat gagal dan mengesampigkan logika di dalamnya. :Salam JoXa:

1,5/5

Trailer:

1 comment:

  1. wow.. film ini bisa masuk list film yang harus ditonton ni
    http://dilangkahkakiku.blogspot.com/
    blog motivasi dan tips cari uang)

    ReplyDelete