Thursday, April 12, 2012

Review: Sanubari Jakarta (2012)

Sanubari Jakarta.... Sebuah omnibus film yang memiliki 10 Kisah, 10 Cinta dengan 10 sutradara. Film omnibus Sanubari Jakarta merupakan film dengan genre yang cukup langka untuk industri perfilman Indonesia sampai saat ini. Dengan tema LGBT penonton akan disajikan 10 cerita dengan kisah LGBT yang memiliki keunikan masing-masing di dalamnya. Kesepuluh sutradara film-film pendek disini bisa dibilang ada yang baru saja terjun dan ada juga diantaranya sudah pernah terjun di film-flm pendek lainnya sebelum bergabung membentuk "Sanubari Jakarta". Kesepuluh cerita itu diantaranya adalah

  1. "1/2" 

    2 orang cowok yang saling bersahabat. Salah satu diantara mereka ternyata jatuh cinta terhadap sahabatnya tersebut. Di sisi lain, sahabatnya tersebut ternyata memiliki tambatan hati, seorang wanita. Lalu bagaimanakah dia bisa mengungkapkan "rasa" tersebut? Akankah sahabatnya bisa menerima keberadaannya seperti itu?
  2. "Malam Ini Aku Cantik"

    Seorang waria sedang berusaha tampil secantik mungkin untuk melakukan aktivitasnya setiap malam. Dengan melakukan aktivitas seperti ini dia dapat bisa hidup karen hasil uang yang didapatkan dari om-om nakal yang memaksanya bermain dengan dirinya. Lalu bagaimanakah akhir hidup waria ini?
  3. "Lumba-Lumba"

    Adinda, guru TK Alisyah. Alisyah begitu bersemangat cerita kepada ibunya, Anggi, soal gurunya tersebut yang pada hari itu mengajarkan soal Lumba-lumba kepada dirinya. Anggi yang penasaran dengan paras wajah Adinda akhirnya menemuinya disaat menjemput anaknya. Ternyata Anggi memiliki rasa terhadap Adinda, dan mencoba mencari tahu identitas Adinda sebenarnya.
  4. "Terhubung"

    Intan dengan pacarnya (cewek) kini terpaksa berpisah karena Intan memilihseorang lekaki yang dijodohkannya menjadi suaminya. Baik Intan ataupun mantannya itu ternyata masih memiliki rasa dan susah untuk dilupakan. Lalu bagaimana rasa tersebut bisa terhubungkan?

  5. "Kentang"

    Kisah 2 pasangan gay yang memiliki bentrok sana-sini dalam menjalani hubungan mereka selama ini. Acel merasa diasingkan sebagai kekasih dari Ajat. Di sisi lain Ajat ternyata belum bisa menerima dan memperkenalkan Acel sebagai seorang pacar ataupun teman kepada kedua orang tuanya. Hubungan mereka benar-benar seperti kentang.
  6. "Menunggu Warna"

    2 pegawai buruh lelaki ternyata memiliki rasa satu sama lain.Semua bermula dari salah satu pegawai buruh tersebut melihat salah satu pegawai buruh di pinggir jalan lampu merah. Dari sejak itulah hubungan mereka semakin intens.
  7. "Pembalut"

    Tere dan Abi adalah pasangan lesbian. Tere yang kini sudah bersuami masih menjalani hubungan terlarang tersebut. Abi yang merasa diasingkan menuntut balik rasa kasih sayang Tere kepada dirinya.
  8. "Topeng Srikandi"

    Srikandi begitu mengagumi sosok ayahandanya. Dia ingin sekali kalau besar nanti menjadi sosok seperti beliau. Akankah Srikandi bisa mewujudkan impiannya tersebut? Dan apa sebenarnya tujuan dirinya melakukan itu semua?
  9. "Untuk A"

    Seorang bapak sedang mengetik surat. Surat tersebut ternyata memiliki suatu misteri di masa dahulunya. Apa misteri tersebut?
  10. "Kotak Coklat"

    Gwen diperkenalkan oleh temannya yang juga seorang fashion desaigner seperti dirinya. Lelaki tersebut bernama Ben. Setelah pertemuan tersebut, hubungan mereka semakin dekat. Akan tetapi tiba-tiba Ben teringat sesuatu ketika melihat sebuah "Kotak Coklat" yang terdapat di meja kantor Gwen. Ada apa sebenarnya dengan "Kotak Coklat" itu?

Kesepuluh cerita di dalam "Sanubari Jakarta" bisa dibilang sebagian kecil dari gambaran sesungguhnya metropolitan jakarta saat ini. Dari kesepuluh cerita memiliki kelebihan masing-masing tentunya. Dari segemn pertama memiliki keunggulan dari segi visualisasi, dari segmen kedua keunggulan dilihat dari twist akhir film ini, segmen ketiga keunggulannya, bener-bener klimaks membuat sebuah cerita, cerita keempat keunggulannya ketika melakukan pengambilan gambar, segmen kelima begitu menghibur dari segi dialog dan gerak tubuh para pemainnya, segmen keenam memiliki keunggulan dari segi sinematografi yang begitu senja dan hitam putih, segmen ketujuh unggul dari minim cast tapi dari keminiman cast tersebut bisa "kaya" karena bisa menjadi beberapa karakter di film ini, segmen kedelapan terlihat unggul dari segi feminisnya, segmen kesembilan sendiri memiliki keunggulan dari lambatnya cerita, dan terakhir meliki keunggulan dari isi cerita dan sedikit twist di dalamnya.

Nah, semua kesepuluh kisah di film ini punya keunggulan masing-masing jadi memang sudah pantasnya kalian menonton film Sanubari Jakarta di bioskop! Tunggu apalagi menyaksikan karya terbaru dari sineas berbakat di film ini. :Salam JoXa:

7,5/10


Trailer:

No comments:

Post a Comment