Thursday, April 19, 2012

Review: Nenek Gayung (2012)

Nenek Gayung.... Pasti kalian pernah mendengar berita heboh tersebut di tahun 2011 tepatnya di akhir tahun. Entah apa yang sebenarnya terjadi sampai-sampai seorang Nenek pun menjadi bahan omongan di kalangan masyarkat. Belum lagi dengan "gayung" yang konon kabarnya selalu dibawanya untuk memandikan korban. Dari berita heboh pun langsung dibuatkan menjadi sebuah iklan sebuah provider dan sekarang dibuatkan menjadi sebuah film. Inikah namanya #Watdefak atau #Sesuatu? Ah sudahlah, mari membahas film Nenek Gayung itu seperti apa, dan menemukan petunjuk selanjutnya di sekuel film ini yang nantinya berjudul Kakek Cangkul... *pingsan*


Jadi begini ceritanya,,,, Di suatu Desa tinggalah seorang nenek yang berprofesi sebagai pemandi mayat di kampungnya tersebut. Sampai di ajalnya tiba, dirinya pun ternyata belum sempat dimandikan. Itu dikarenakan suami dari Nenek tersebut pun ternyata mengalami serangan jantung mendadak dan harus meninggal juga. Setelah itulah, nenek tersebut bergentayangan di tengah kehidupan manusia dengan mencari korban untuk dimandikan dengan menggunakkan gayung miliknya. Kehebohan tersebut ternyata hingga dirasakan oleh ketiga sahabat yang berprofesi sebagai pedagang Burger. Sosok gadis cantik pun yang merupakan bayangan atau jelmaan dari Nenek Gayung pun semakin liar untuk membunuh satu per satu manusia. Dapatkah ketiga sahabat tersebut melewati dari teror Nenek Gayung tersebut?


Sebuah film yang tidaklah masuk akal. Bagaimana mungkin coba seorang Nenek yang sudah meninggal menjelma sebagai seorang wanita cantik dan seksi? Iya gue tahu ini film. Tapi setidaknya memberikan alasan yang masuk akal, bisa kan? Kalau saja film ini membuat gadis cantik tersebut menjadi korban dari Nenek Gayung bukan jelmaan pasti akan lebih masuk akal film ini. Belum lagi Nikita Mirzani di film ini benar-benar hanya mengeksplorasi payudaranya yang besar saja tanpa adanya kekuatan akting yang bagus di dalamnya. Zaky Zimah disini bisa dibilang tetap konsisten dengan lawakannya yang lumayan lucu. Ada sedikit yang berbeda dengan Zaky di film ini, dirinya terlihat sekali "narsis" seperti Nikita untuk memerkan bentuk dadanya. Bukannya iri sih tapi kalau keseringan buka baju mengganggu pemandangan juga kali untuk seorang cowok.

Yadi Sembako dengan 703 Richard memberikan penampilan yang lumayan menghibur di sepanjang film ini. Walaupun beberapa bagian ada juga sih garingnya. Dan kegaringan tersebut sayangnya terjadi setelah 20 menit film pertama. Sebelum perpindahan tersebut, rasa humor dan horror yang diberikan film ini bsia dibilang cukup terasa dan menghibur untuk sebuah film. Ah tapi mungkin bagi seorang penulis Bono Sutisno itu hanya bumbu sebentar saja untuk sebuah film. Terlihat setelah itu, Bono memberikan cerita yang garing dan super garing. Bahkan para pemain pendukung wanita dipaksa "teriak" dan "histeris" sampai membuat penonton sakit kuping mendengar teriakan mereka. Akhir kata, Nenek Gayung adalah sebuah film yang terasa aman di menit 20 pertama saja, namun setelah itu bersiaplah kalian merasakan kejenuhan dan kegaringan dari film ini. Ditunggu ya Kakek Cangkul buat sekuel selanjutnya! ;Salam JoXa:

1/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment