Sunday, March 25, 2012

Review: The Hunger Games (2012)

Di wilayah pinggiran Amerika Serikat tepatnya distrik terpencil, Panem, tinggallah gadis pemanah, Katniss, bersama ibu dan adik perempuannya. Distrik tersebut mempunyai sejarah kelam yang mengharuskan 1 laki-laki dan 1 perempuan untuk mengikuti perang di acara tahunan televisi yang dikenal dengan nama "The Hunger Games". Di tempat tersebut nyawa adalah taruhannya, dimana peserta harus membunuh atau dibunuh peserta lainnya untuk meraih kemenangan. Akhirnya, adik perempuan, Primross, dan Peeta yang dikirim ke acara tersebut. Akan tetapi, Katniss meminta dirinya untuk mengganti posisi adik perempuan. Langkah tersebut apakah salah satu yang terbaik buat diri Katniss?
Kalau boleh jujur gue baru The Hunger Games itu berdasarkan dari Novel atau Buku. Ya maklumlah gue kurang baca atau cenderung malas baca buku-buku tebal. Jadi harap dimaklumi ya #pembelaan #halah. Gosip punya gosip The Hunger Games itu bisa dibilang bakal jadi "pendepak" Harry Potter yang sensasional sampai seri ketujuh part 2 (film). Selain Harry Potter katanya sih juga bakal menggeser Twilight Saga. Hmmm sesensasional itukah buku dari The Hunger Games? Apakah versi filmnya bisa menyeimbangkan kesuksesan bukunya tersebut?

The Hunger Games, film bagian pertama dari trilogi buku dengan judul yang sama, yang nampaknya cukup bisa menarik perhatian pecinta film khususnya di Indonesia. Hari pertama tayang film ini saja sudah tayang 2 layar di satu bioskop. Ketika menonton film ini pun sekitar jam pulang kantor, bangku bioskop yang sisa tinggal 3 baris depan, wow menakjubkan! Penonton pun bisa bertahan juga sampai 2 jam 20 menit di dalam bioskop, walaupun salah satu diantara mereka sebenarnya sudah baca novel ini jadi sudah tahu akhir jalan ceritanya seperti apa. Dan gue bisa dibilang cukup beruntung tidak membaca novelnya karena sebagai penonton yang awam, gue melihat film The Hunger Games terlalu biasa dan tidak ada sesuatu lebih yang ingin ditonjolkan film ini.

Gaya percintaan para tokoh di film ini pun mengingatkan gue pada Twilight Saga. Dimana tokoh Edward-Bella-Jacob diganti dengan Peeta-Katniss-Gale. Setting hutan dimana tempat Katniss bertarung pun sedikit mengingatkan gue kembali pada film Twilight. Kata yang baca novelnya sih, film ini di novelnya menggambarkan kesadisan dengan pembunuhan dan darah dimana-mana. Akan tetapi amat disayangkan film ini dibuat dalam rate R alias Remaja jadi yang berharap akan banyak adegan pembunuhan yang sadis harap mengelus dada karena tidak akan merasakan hal tersebut. Sebaliknya, film ini malah terlihat indah karena kostum dari semua pemain di film ini terlihat mencolok, berwarna dan fashionable sekali. Gue malah bisa menyebut film The Hunger Games sebagai film Sex And The City versi Adventure dan Fantasynya #halah #maksa.

Akhir kata, film The Hunger Games yang disutradarai oleh Garry Ross, bisa dibilang film petualangan fantasy yang begitu aman dan cenderung kurang gahar karena adanya faktor gaya percintaan ketiga tokoh ini yang terlihat remaja sekali. Para pemain di film ini diantaranya ada Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, dan Liam Hemsworth. Pembawaan karakter Jennifer di film ini terlihat cantik dan cukup tomboi dengan aksinya yang seharusnya dilakukan para kaum pria. Ya jika kalian ingin menikmati film yang berbau petualangan fantasy, tidak ada salahnya juga untuk menonton The Hunger Games di bioskop kesayangan anda sebelum menikmati dua sekuel selanjutnya. :Salam JoXa:

2,5/5

Trailer:
<iframe allowfullscreen="" frameborder="0" height="300" src="http://www.youtube.com/embed/4S9a5V9ODuY?fs=1" width="500"></iframe>

1 comment:

  1. Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    www.jelajah-nesia.blogspot.com

    ReplyDelete