Tuesday, March 27, 2012

Review: Hi5teria (2012)


Hi5teria sebuah film omnibus dengan genre horror dan thriller di dalamnya. Dengan 5 mimpi buruk di dalamnya dari naungan 5 sutradara baru (kebanyakan) dan produser dari Upi bersama Starvision Plus, akhirnya Hi5teria lahir secara normal pada tanggal 29 Maret lalu. Hi5teria sendiri bukanlah omnibus pertama film indonesia yang bergenre horror thriller di dalamnya.

Film “Takut“ adalah omnibus pertama dan ditayangkan secara limited di bioskop, akan tetapi langsung diedarkan secara luas melalui DVD. Begitu pula dengan Fisfic 6 Vol.1 yang hanya ditayangkan di festival INAFFF (semacam Festival film horror thriller slasher Indonesia gitu) kemudian langsung diedarkan melalui DVD juga dan sempat tayang beberapa kali di kineforum selama bulan Maret untuk merayakan bulan perfilman Nasional Indonesia. Lalu bagaimankah dengan hi5teria? Apakah bisa membuat histeria penonton atau setidaknya sebanding dengan 2 film omnibus sebelumnya?
Di hi5teria sendiri ada 5 cerita mimpi buruk diantaranya Pasar Setan, Wayang Koelit, Kotak Musik, Palasik dan Loket.
PASAR SETAN
Diceritakan seorang wanita bernama Sari yang sedang kebingungan mencari kekasihnya. Mereka terpisah ketika sedang mendaki sebuah gunung. Di sisi lain, Zul yang awalnya bersama teman pendakinya, terpaksa ketinggalan dengan mereka karena sesuatu hal hingga pada akhirnya bertemu dengan Sari di tengah hutan. Akhirnya Zul membantu mencari kekasih Sari namun anehnya mereka hanya berputar-putar saja di hutan tersebut. Bahkan mereka menemukan hutan gelap dan misteri pun terkuak disana.
WAYANG KOELIT
Diceritakan seorang wartawan asing yang bernama Nicole sangat tertarik dengan budaya Indonesia salah satunya Wayang Koelit. Bersama tour guidenya, Nicole mendapatkan cerita bahwa Wayang Koelit itu sebenarnya berbau mistis. Nicole penasaran dengan apa sebenarnya dibalik sejarah Wayang Koelit tersebut. Sampai pada suatu waktu, dirinya terjebak dalam putaran waktu mistis dari Wayang Koelit tersebut.
KOTAK MUSIK
Diceritakan seorang ilmuwan muda cantik yang bernama Farah sedang melakukan eksperimen untuk menjelaskan karya ilmiah tentang fenomena-fenomena alam gaib diluar sana. Dalam diri Farah sendiri pun sudah ditanamkan tidak percaya dengan hal-hal seperti gaib seperti itu. Akan tetapi dari tempat eksperimennya di sebuah rumah tua itulah merubah hidup Farah, dan bahkan mengancam hidupnya.
PALASIK
Diceritakan sebuah keluarga mini, Vita bersama suami dan anak tirinya, Novi, melakukan liburan ke luar daerah. Vita dengan kondisi yang sedang berbadan dua pun merasa ada hal yang tidak beres dengan rumah yang ditumpangi mereka itu. Vita minta suaminya untuk segera pulang saja ke rumah mereka daripada harus liburan di rumah “aneh” ini. Akan tetapi usaha itu tidak berhasil dilakukannya karena tidak ada yang percaya dan menganggap hanya halusinasi dari ibu hamil saja. Misteri pun akhirnya terkuak dari rumah “aneh” itu.

LOKET
Diceritakan di sebuah lapangan parkiran basement yang dimana ada seorang penjaga loket perempuan yang sedang sibuk dengan palang pintu loketnya tidak bisa terbuka otomatis. Lingkungan yang sepi dan ada beberapa mobil yang masih tersisa di parkiran basement tersebut menemani penjaga loket itu. Gangguan pun mulai dirasakan penjaga loket ketika ada sosok perempuan tua yang meneror dirinya. Misteri lapangan parker basement pun akhirnya terkuak dari sosok perempuan tua tersebut.
REVIEW:
Pasar Setan sebagai film pembuka omnibus hi5teria rasanya kurang greget secara keseluruhan. Terlihat jelas sekali film ini masih bingung sebenarnya mau menceritakan Pasar Setan atau tentang Sari dan Zul yang tersesat? Belum lagi musik yang muncul di sepanjang segmen ini tidak pas dengan apa yang dilakukan para pemainnya. Adriyanto Dewo cukup diancungi jempol karena dirinya membuat gambaran pasar setan dengan yang unik. Namun balik lagi gambaran pasar setan itu agak kurang sekali menggambarkan suasana pasar yang didalamnya ada setan. Kalau saja lebih jelas lagi dan suasana pasar setan lebih banyak lagi diberikan pasti segmen ini bisa menjadi lebih baik lagi.
Wayang Koelit segmen favorit kedua saya di hi5teria. Kenapa favorit kedua? Karena suasana musik jawa yang begitu kental mampu membangun suasana yang merinding terhadap film ini. Penampilan Maya Otos yang biasa tidak serius, kini berhasil bermain dengan serius dan sempurna sebagai seorang turis asing yang mau tahu banget tentang mistisnya Wayang Koelitnya tersebut. Belum lagi twist yang menarik di akhir cerita menjadi poin plus dari film ini. Good Job buat Chairun Nissa!
Kotak Musik adalah segmen favorit saya, alasannya simpel karena semua sesuai ekspetasi gue terhadap film ini. Bisa dibilang di segmen tidak hanya soal misteri kotak musik dari rumah tua saja. Akan tetapi tentang misteri apartemen milik Farah pun juga dituangkan disini. Belum lagi sedikit unsur percintaan kepuasan sesaat pun dituangkan di segmen ini juga. Yang cukup menarik perhatian di segmen ini adalah sosok hantunya berjalan mundur ke belakang. Yak walaupun katanya mirip film luar tapi setidaknya ada variasi sendiri buat setan indonesia yang biasanya ngesot.
Sebelum menonton segmen Palasik, kalau boleh jujur gue gak tahu Palasik itu apa. Tapi setelah menonton segmen ini gue akhirnya tahu apa itu Palasik. Tapi sayangnya gue tidak begitu puas dengan hasil dari film ini. Menurut informasi yang gue tangkap, Palasik itu berasal dari kota Padang kan? Tapi kenapa tulisan di buku yang ditemukan Vita terlihat seperti tulisan yang baku dan tidak ada kata-kata khas dari Padang? Setelah itu tone warna dan musik dari segmen ini kurang mengigit. Walaupun harus diakui, twist di akhir film ini cukup menarik dari segmen yang disutradarai oleh Nicho Yudifar.
Loket bisa dibilang yang paling minim tempat dan nampaknya bisa membuat parno para penonton setelah menonton segmen ini. Resiko sebuah film dengan satu tempat itu sebenarnya lebih besar. Dan terbukti dari Loket kali ini. Awalnya memang terlihat menjanjikan karena adanya sebuah misteri dari sebuah parkiran basement. Tapi dari pertengahan sampai akhir sayang sekali penggarapannya terlihat masih tertatih-tatih. Andai saja lebih banyak mengambil gambar di semua tempat parkiran dan tidak menghabiskan waktu banyak di satu gambar saja tapi tidak ada penjelasan kenapa itu bisa terjadi. Agak cukup disayangkan juga sih sebagai penutup hi5teria yang terlihat belum bisa membuat penonton histeria.
Akhir kata, HI5TERIA ternyata mampu bersaing dengan film “Takut” dan “Fisfic 6 Vol 1” yang sudah lebih dahulu dikeluarkan. Walaupun secara keseluruhan tidak menampilkan segmen terbaik akan tetapi yang patut diancungi jempol dari HI5TERIA adalah konsisten dari segi teknis dan cerita horror yang disajikan sangatlah Indonesia sekali. Cerita horror di HI5TERIA mau ditekankan bukan hanya kuntilanak atau pocong saja, tapi dari budaya yang ada di Indonesia pun bias diangkat dari dunia mistisnya. Good Job buat kelima sutradara baru ini dan semoga saja mereka mampu menuangkan karya mereka selanjutnya yang lebih “horror” dan kalau bisa lebih ke arah versi panjang. Silahkan berhisteria dan merasakan 5 mimpi buruk dengan twist yang sama dari kelima segmen tersebut di bioskop kesayangan anda!


7,5/10


Trailer:

2 comments:

  1. Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    www.jelajah-nesia.blogspot.com

    ReplyDelete
  2. Masing-masing segmen punya kelebihan dan kekurangan sendiri. menurut saya yg paling bagus itu "Kotak Musik" dan "Pasar Setan"...

    ReplyDelete