Thursday, February 16, 2012

Review: Rumah Hantu Pasar Malam (2012)


Pasar Hantu Malam di desa Sumber Sari menjadi misterius dan mengerikan setelah ahdirnya Wangsa disana. Banyak yang hilang dan jasadnya tidak ditemukan. Kebanyakan yang tewas tersebut adalah seorang lelaki yang terpesona dengan kecantikan penari, Intan, kekasih dari Wangsa. Di lain cerita, Ramon, Venska, Sandra dan Papang berencana untuk merayakan ulang tahun Andini di Villa yang tidak tahu jauh tempatnya dengan Pasar Malam tersebut. Andini merasa ada yang tidak beres dengan Pasar Malam tersebut. Dan itu juga dirasakan Venska, temannya yang merasakan sesuatu yang aneh dengan tempat hiburan itu. Belum lagi kedekatan Ramon dengan Intan yang membuat Anidini cemburu dan geram.

Karya kedua dari seorang Arie Aziz di tahun 2012 setelah film Penganten Pocong yang tayang awal bulan ini. Setelah mendapati kekecewaan di film penganten pocong karena beberapa bagian mengambil ide cerita dari film pocong juga poconggg yang sebelumnya lebih tayang lebih dahulu, nampaknya tidak membuat Arie Aziz jera untuk memperbaiki kesalahannya. Yak! Di film Rumah Hantu Pasar Malam gue merasakan kesamaan persis dengan film-film lain baik dari hollywood ataupun negri sendiri. Hmm rasanya agak sangat disayangkan sekali jika seorang sineas filmmaker hobinya hanya menjiplak dan mengambil ide cerita dari berbagai macam film atau dengan kata lain disebut tidak orisinil.

Skenario yang dibuat oleh Demi Ananda dan Aris Muda pun sebenarnya cukup enak untuk dinikmati tapi sayangnya itu balik lagi tidak orisinil dan karakter-karakter pemainnya terlihat lempeng dan mentah! Suasana dan nyawa dari film jadinya tidaklah kuat dan berkarakter karena faktor ketidakorisinalitasnya. Padahal musik dari film ini bisa dibilang cukup membangun suasana ketegangan loh. Oh iya, beberapa adegan sepertinya tidak begitu cocok dan berkesinambungan, itu semua dikarenakan faktor editan dari film ini yang terlihat kasar. Bagian sinematografi film ini pun agak disayangkan karena begitu gelap dan remang-remang serta tidak fokus. Memang hanya sutradara tetangga yang ahli untuk membuat gambar lebih indah walaupun isi cerita filmnya kosong.
Twist dari film ini pun nampaknya tidak mempengaruhi menjadi bagusannya film ini untuk dinikmati. Para pemain pun nampaknya kurang greget serta lempeng begitu saja. Karakter dari Andini dan Wangsa sebenarnya dua karakter kuat dari film ini tapi sayangnya ekspresi Rebecca dan Willy Dozan jauh dari kata maksimal. Terlepas dari pelafalan yang agak kurang jelas, Rebecca di beberapa adegan masih terlihat kosong dan kaku. Willy Dozan aktor laga senior pun walaupun melakukan aksi laga di film ini juga kurang begitu greget penampilannya. Karakter Venska yang diperankan oleh Imey Liem sebenarnya cukup baik dibandingkan Rebecca namun porsinya sayang sekali tidak begitu di film ini. Selain mereka ada Rocky Jeff, Sogi dan Amel Alvi serta Kang Jaka yang ikut meramaikan film ini sepanjang kurang lebih 80 menit.
Akhir kata, film Rumah Hantu Pasar Malam yang merupakan karya MVP pictures ketiga di tahun 2012 kali ini, agaknya sangat disayangkan karena hasil sutradara Arie Aziz nampaknya tidak orisinil lagi. Beberapa adegan terlihat seperti film-film baik yang sudah tayang di hollywood atau pun di negeri sendiri. Andai saja penggarapan beliau lebih orisinil, secara tidak langsung film ini sebenarnya bisa menjadi film genre thriller/horror/slasher yang baik di awal tahun 2012. Namun itu semua hanya angin lalu saja karena faktor ketidakorisinalitas film ini. Semoga saja Arie Aziz lebih orisinil lagi dalam menyutradarai sebuah film. :Salam JoXa:
1/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment