Friday, February 3, 2012

Review: Journey 2: The Mysterious Island (2012)

Sean Anderson kini sudah tumbuh menjadi remaja. Pertumbuhan remaja ini pun mengalami perbedaan di sisi keluarganya, kini dirinya tinggal hanya bersama ibunya tanpa seorang ayah karena mereka berdua sudah bercerai. Rasa petualang Sean yang berasal dari kakeknya, Alexander, nampaknya tidak berubah sejak terakhir dahulu berpetualang bersama Ayahnya. Kode sinyal dari kakeknya pun ditemukan oleh Sean. Ayah tiri Sean, Hank, yang kurang begitu akrab dengan Sean nampaknya sedang belajar pendekatan dengan anak tirinya tersebut. Awalnya Hank kurang begitu percaya dengan apa yang dibicarakan Sean tentang Myterious Island yang merupakan kode sinyal dari kakeknya tersebut, akhirnya mencoba masuk dalm dunia anak tirinya tersebut. Hank bersama Sean dibantu oleh seorang pilot yang bernama Gabato dengan anak perempuannya Kailani.

Film Journey 1 di tahun 2008 atau 2009 silam lalu bisa dibilang film 3D pertama seru yang gue tonton. Kenapa? Karena sangat berpetualang dan efek 3Dnya begitu terasa ketika menontonnya. Ibarat kata penonton dibawa ke dunia petualang di film ini. Ketika mendengar bakal dibuat sekuel, rasa penasaran tinggi terhadap petualang apa yang terjadi di film berikutnya menjadi modal dasar gue sebelum menonton film ini. Ketika melihat trailernya pun gue melihat bakal lebih seru lagi nih kayaknya petualangan Sean dengan orang-orang baru bersama kakeknya tersebut. Tapi kalau dari segi cerita gue awalnya agak bingung juga apa kaitan yang pernah dengan kedua? Nah untungnya penulis naskah film ini benar-benar detil membuat semuanya menjadi berkesinambungan.

Di awal cerita, terlihat bagaimana sosok Sean yang sedang beranjak remaja dan sedikit broken home karena ibunya menikah lagi setelah bercerai dengan ayahnya. Ketidakharmonisan Sean dan ayah tirinya pun menjadi awal cerita dari film ini. Sebenarnya sosok Hank yang diperankan Dwayne Johnson sebenarnya tidak begitu ada masalah sih tapi entah ada kurang gregetnya aja sosk DJ disini sebagai ayah Sean. Selain kurangnya chemistry, bagaimana dia berekspresi kok kelihatannya ibarat sedang melihat badut yang sedang mencoba ngelucu tapi kurang lucu hasilnya. Sean Andersson yang diperankan Josh Hutcherson agak lebih baik sih dari masa 3 tahun silam, ya setidaknya perubahan Josh sendiri tidak mencolok bangetlah di sekuel kali ini.


Kehadiran 2 sosok pemain baru di film ini pun nampaknya agak sedikit membawa hiburan tersendiri buat sekuel kali ini. Luis Guzmán di sekuel kali ini setidaknya bisa memberikan humor yang sedikit segar dan sifatnya yang mata duitan yang membuat gemesnya penonton terhadapnya. Walaupun mukanya tidaklah begitu menjual tapi setidaknya Vanessa Hudgens berhasil menjadi "pemanis" di sepanjang film yang berdurasi kurang lebih 93 menit ini. Demikian dengan baju minimnya yang hanya menggunakkan tanktop pun setidaknya bisa memanjakan mata para lelaki ketika menonton film ini. Chemistry Vanessa dengan Josh ya cukup baik lah sebagai remaja yang mengalami cinta monyet dan hanya saling pandangg memandang saja.

Sekarang mari membahas animasi 3D yang dihasilkan film ini. Secara keseluruhan agak kecewa dengan hasil sekuel ini. Entah kenapa efek 3D yang dihasilkan walaupun bagus tapi semua jadi hambar karena kurangnya petualangan di dalamnya.Jika kalian mengharapkan berpetualang yang benar-benar seperti di filmnya pertama rasanya harus mengubur dalam-dalam karena di sekuel semuanya tidak ada. Disini cenderung lebih mengandalkan efek-efek hutan yang ibarat kata seperti film-film khayalan yang dimana disana bisa berubah menjadi kecil dan besar suatu saat. Ya semoga aja clue akan dibuatnya kembali sekuel nantinya akan jauh lebih baik dan memberikan aksi petualang yang lebih dari kedua atau setidaknya sama dengan kayak yang pertama.

Akhir kata, Journey 2: The Mysterious Island secara keseluruhan sekuel yang biasa saja dan hanya mengandalkan efek kualitas 3D tapi melupakan sisi petualangan dari film ini. Andai saja lebih banyak segi petualangannya pasti sekuel kali ini jauh lebih seru menggunakan kacamata 3D. Jika hanya ingin membutuhkan hiburan, rasanya film ini cukup pas. Apalagi jika kalian penasaran dengan efek visuliasasi 3D rasanya paling pantas menonton film ini dengan kacamata 3D. Ya saran gue sih nikmati aja dan tidak perlu memberikan ekspetasi apapun terhadap film ini sebelum menontonnya. :Salam JoXa:

2,5/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment