Saturday, February 25, 2012

Review: The Grey


Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada pesawat yang ditumpangi Ottway dan kawan-kawannya dalam perjalanan pulang, setelah mereka bekerja di sebuah pos pengeboran. Cuaca buruk menjadi salah satu penyebab jatuhnya pesawat yang mereka tumpangi. Tidak banyak yang selamat atas insiden kecelakaan tersebut. Kurang lebih sekitar 6 orang yang selamat atas insiden tersebut. Mereka pun berjuang untuk bisa hidup dan kembali pulang ke keluarga mereka masing-masing. Cuaca yang dingin dan bersalju serta adanya sekumpulan serigala buas menjadi penghalang mereka untuk kembali pulang.

Akhirnya bisa membuat postingan ini setelah melewati berbagai macam rintangan ketika menonton film ini. Kalau boleh curhat sedikit, gue menonton film ini awalnya di salah satu bioskop terkemuka. Akan tetapi kesialan sedang menimpa gue ketika menonton film ini. Sekitar 3 kali film ini mati secara sembarangan dan pada akhirnya penonton pun disuruh pulang. Gue pun langsung memutuskan tidak akan menonton film ini di bioskop lagi dan lebih menunggu donlotannya saja karna saking kapok dan traumanya. Sisi ketegangan yang dimana harusnya tegang semua jadi hilang karena insiden kutu kupret itu. Akhirnya gue mendapatkan donlotan film ini dan menontonnya kembali, plus bisa membuat postingan review film ini.
The Grey… Tegang dan menegangkan adalah ekspresi yang benar-benar terlontar dari muka saya ketika menonton film ini. Gabungan musik di tengah cuaca yang dingin dan adanya kertakan dari serigala yang menghantam Ottway dan kawan-kawan nampaknya menjadi poin plus dari film ini. Dari segi cerita pun penonton tidak akan dibuat biasa saja ketika menonton film ini. Ceritanya memang sederhana sih, tapi dibalik kesederhanaan dan tidak banyaknya lokasi yang diambil di film ini, semua terlihat jauh efektif untuk mencerna film ini lebih lanjut. Bagaimana Ottway dan kawan-kawan berjuang hidup dari dinginnya cuaca yang notabene bersalju dan angin kencang serta gangguan serigala.

Para pemain di film ini sebenarnya tidak begitu banyak yang diekspos/terkenal kecuali Ottway sendiri yang diperankan Liem Neeson sebagai bintang utama di film ini. Mungkin ini langkah cerdik dari sutradara dan penulis Joe Carnahan yang tidak mau mengambil banyak pemain di filmnya dan lebih mengutamakan sisi ketegangan tersendiri. Disini juga sedikit diselipkan kisah rumah tangganya Ottway bersama istri tercinta. Akhir kata The Grey sebuah film yang bagus secara keseluruhan. Sepanjang 95 menit penonton akan diajak untuk merasakan apa yang dirasakan Ottway dkk dari hantaman para serigala di tempat yang bersalju dan angin kencang tersebut. Bersiaplah menikmati ketegangan dari film ini dan jangan lupa ada adegan tambahan setelah credit title paling akhir dari film ini. :Salam JoXa:
3/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment