Senin, 27 Februari 2012

Review: Keumala (2012)

Keumala.... Seorang gadis yang memiliki hobi menulis dan mensketsa gambar iu iada hentinya untuk melampiaskan kreatifitasnya. Sampai pada akhirnya dia memutuskan untuk berangkat ke Sabang untuk mendapatkan inspirasi baru melalui karya-karyanya tersebut. Di perjalanannya tersebut, dirinya bertemu dengan seorang fotografer jutek, Langi, yang menurut Keumala mengganggu pencarian inspirasinya di kapal tersebut. Argumen satu sama lain tentang Senja menjadi topik perdebatan mereka di kapal tersebut. Di kapal tersebut juga ada gadis cilik yang usil yang sedang mencari ibunya setelah pasca musibah tsunami. Sampai suatu hari Keumala di diagnosa penyakit yang dapat menyebabkan dirinya kebutaan.

Sabtu, 25 Februari 2012

Review: The Grey


Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi pada pesawat yang ditumpangi Ottway dan kawan-kawannya dalam perjalanan pulang, setelah mereka bekerja di sebuah pos pengeboran. Cuaca buruk menjadi salah satu penyebab jatuhnya pesawat yang mereka tumpangi. Tidak banyak yang selamat atas insiden kecelakaan tersebut. Kurang lebih sekitar 6 orang yang selamat atas insiden tersebut. Mereka pun berjuang untuk bisa hidup dan kembali pulang ke keluarga mereka masing-masing. Cuaca yang dingin dan bersalju serta adanya sekumpulan serigala buas menjadi penghalang mereka untuk kembali pulang.

Jumat, 24 Februari 2012

Review: Dilema The Movie (2012)

Film omnibus Indonesia yang tayang di bioskop nampaknya tidak banyak sampai saat ini. Bisa dibilang belum sampai 10 judul film dari 2 tahun terakhir. Dan kebanyakn film omnibus yang tayang di bioskop pun film indie dan atas bantuan para senias film senior untuk mendukung para filmmaker muda saat ini. Di awal tahun 2012, Dilema The Movie bisa dibilang film omnibus Indonesia pertama sebelum Hi5teria yang akan tayang bulan maret nanti. Dengan besutan produser Wulan Guritno dan dinaungi 5 sutradara yang belum begitu terkenal (tapi ada yang sudah pernah membuat film) serta dibintangi para pemain yang super terkenal di kancah dunia perfilman saat ini, akhirnya terwujudlah film Dilema.

Rabu, 22 Februari 2012

Review: One For The Money (2012)

Stephanie Plume seorang wanita yang sedang sial dalam kehidupannya saat ini. Bagaimana tidak, dirinya baru saja dipecat dari pekerjaannya dan mobil mewah miliknya pun disita plus sekarang dirinya dipenuhi dengan tagihan yang menghantui dirinya setiap bulan. Tanpa berpikir panjang pun dirinya mencari pekerjaan yang tujuannya untuk melunasi segala tagihan-tagihan selama ini. Pekerjaan sebagai pembunuh bayaran pun diambil dirinya. Target dirinya kali ini dibantu oleh Ranger adalah seorang pria bernama Joe Morelli. Joe sendiri adalah masa lalu dirinya. Sanggupkah Stephanie mengatasi semua masalah hidupnya dengan target pekerjaannya sendiri berhubungan dengan masa lalunya?

Selasa, 21 Februari 2012

Review: Seandainya (2012)


Ini kisah cerita Cinta, seorang gadis remaja SMU yang tinggal bersama ayahnya yang tuli dan bisu. Di sekolahnya dia mengalami kesialan karena harus terkunci di perpustakaan dengan kakak kelas seniornya bernama Arkana. Arkana, seorang remaja putra yang mengalami broken home karena ayahnya meninggalkan dirinya bersama ibunya. Hubungan kelanjutan Cinta dan Arkana semakin berlanjut ibarat kata melebihi cinta monyet sekalipun. Dibalik cinta monyet mereka ternyata menyimpan ketakutan mereka masing-masing yang ternyata mempertaruhkan cinta monyet mereka kedepannya.

Senin, 20 Februari 2012

Review: Ghost Rider: Spirit of Vengeance (2012)

Johnny Blaze sang pengendara motor setan kini harus berjuang untuk melepas diri dari kutuk dahulu yang menimpanya. Setelah keluar dari sekte Gereja, dirinya mendapatkan tugas untuk melindungi seorang anak kecil bernama Danny, agar tidak terjerumus oleh setan jahat yang bernama Roarke. Semua itu ternyata tidak semudah begitu saja, karena Jhonny harus melepaskan kutuknya tersebut baru bisa menyelamatkan anak tersebut dan juga harus memikirkan keselamaan dirinya sendiri juga.

Minggu, 19 Februari 2012

Penjelasan Rating Film Di Blog Postingan Biasa

Rating dalam sebuah film pasti menjadi tolok ukur bagi calon penonton sebelum menonton film tersebut. Memang sih ada juga sebagian yang tidak begitu peduli dengan rating yang diberikan reviewer terhadap film yang akan mereka tonton. Akan tetapi, ternyata ada penilaian sendiri dari para reviewer yang berbeda-beda tentang bagaimana memberikan rating terhadap film yang direview. Nah di blog postingan biasa sendiri pun memiliki penilaian berbeda terhadap sebuah film yang direviewnya. Memang agak sedikit berbeda dan ternyata selama ini terjadi salah persepsi terhadap rating yang gue berikan. Berikut penjelasannya.

Sabtu, 18 Februari 2012

Review: Negeri 5 Menara (2012)

Alif memiliki mimpi untuk bersekolah SMU di Bandung dan kuliah di ITB. Akan tetapi mimpinya itu harus terhenti karena kedua orang tuanya akan mengirimkan dirinya ke sebuah pesantren di Pondok Madani, Ponorogo, Jawa Timur. Walaupun awalnya tidak sesuai dengan hatinya, akhirnya Alif menuruti apa yang dikehendaki oleh kedua orang tuanya. Setiba di Pondok Madani, dirinya disana bertemu dengan berbagai macam karakter-karakter unik di dalamnya. Dari banyaknya siswa di Pondok tersebut, Alif memiliki teman dekat yaitu Raja Lubis yang berasal dari Medan, Atang yang berasal dari Bandung, Dulmajid yang berasal dari Sumenep, Madura, Sahid dari kota Surabay, dan terakhir Baso, yang berasal dari Gowa, Sulawesi. Mimpi dan rasa persahabatan diantara mereka berenam dimulai di Pondok tersebut walaupun berbagai konflik di dalamnya.

Jumat, 17 Februari 2012

Review: This Means War (2012)

FDR Foster dan Tuck adalah dua sahabat yang bekerja sebagai agen CIA. Kesamaan mereka yaitu hidup sendiri tanpa adanya kekasih yang benar-benar mencintai mereka. Latar belakang percintaan mereka agak berbeda, dimana Tuck pernah mengalami kegagalan dalam hal menjalani rumah tangga sampai mendapatkan 1 anak. Lain halnya dengan FDR Foster yang memiliki muka playboy belum bisa sungguh-sungguh menjalani suatu hubungan ke tingkat serius. Sampai suatu hari, mereka iseng untuk mengikuti perjodohan via website. Hasil mengikuti perjodohan tersebut ternyata mereka menemukan wanita yang sama yaitu Lauren Scott. Lauren, wanita yang sudah beranjak kepala tiga pun kini bingung untuk menentukan pilihan diantara mereka berdua. Di sisi lain akankah FDR dan Tuck mengorbankan pekerjaan dan persahabatannya demi cinta?

Kamis, 16 Februari 2012

Review: Rumah Hantu Pasar Malam (2012)


Pasar Hantu Malam di desa Sumber Sari menjadi misterius dan mengerikan setelah ahdirnya Wangsa disana. Banyak yang hilang dan jasadnya tidak ditemukan. Kebanyakan yang tewas tersebut adalah seorang lelaki yang terpesona dengan kecantikan penari, Intan, kekasih dari Wangsa. Di lain cerita, Ramon, Venska, Sandra dan Papang berencana untuk merayakan ulang tahun Andini di Villa yang tidak tahu jauh tempatnya dengan Pasar Malam tersebut. Andini merasa ada yang tidak beres dengan Pasar Malam tersebut. Dan itu juga dirasakan Venska, temannya yang merasakan sesuatu yang aneh dengan tempat hiburan itu. Belum lagi kedekatan Ramon dengan Intan yang membuat Anidini cemburu dan geram.

Rabu, 15 Februari 2012

Review: Republik Twitter (2012)


Jaringan sosial saat ini nampaknya sudah mulai banyak, sebut saja Facebook, Twitter, Koprol, Plurk, Foursquare, Hi5, YM/MSN/Chat Messanger lainnya. Akan tetapi sekarang yang mempengaruhi lebih banyak nampaknya jatuh pada jaringan sosial Twitter. Dari jaringan sosial ini, kalau tidak salah ingat banyak kejadian-kejadian yang menggempar yang berasal dari sini. Contohnya, berbagai macam trending topic yang berasal dari Indonesia dengan kata-kata yang aneh sekalipun berhasil tembus sampai tingkat worldwide sekalipun. Setelah itu para pengguna Twitter di Indonesia sendiri pun ternyata masuk 5 terbesar sedunia, hmm sesuatu banget bukan? Pengguna jaringan sosial ini pun tidak hanya orang biasa saja, para pejabat tinggi yang setingkat dengan menteri atau anggota DPR pun memiliki akun twitter dan setia mengupdate statusnya.

Selasa, 14 Februari 2012

Review: The Vow (2012)

Cinta terkadang bisa merenggut siapa dan kapan saja tanpa terkecuali. Itulah yang terjadi pada pasangan muda, Leo dan Paige mengalami kecelakaan disaat mereka sedang merayakan ulang tahun pernikahannya ke lima. Untunglah nyawa mereka masih bisa tertolong walaupun Paige, istri leo mengalami cedera kuat pada kepalanya dan mengakibatkan dirinya menderita amnesia. Paige tidak ingat siapa Leo dan yang dia ingat sekarang adalah kisah sebelum percintaan dengan Leo berlangsung. Leo pun resah dan gelisah dengan semua ini. Akankah Leo dapat memulihkan ingatan Paige dengan penuh sabar dan siap menerima resiko yang ada?

Film romantis di tahun 2012 nampaknya belum begitu banyak yang tayang di bioskop sampai Hari Kasih Sayang (Valentine's Day) yang jatuh pada tanggal 14 Februari lalu. Bisa dibilang yang baru gue tonton itu ada Love You You dan terakhir One Day. Sisanya kebanyakan film action dan thriller. Oke mari membahas film The Vow yang dibintangi dua pemain terkenal yaitu Rachel McAdams dan Channing Tatum. Film drama romantis The Vow sebenarnya sudah bagus eksekusinya dari awal. Dimana 2 tokoh mengalami kecelakaan dan sempat koma setelah itu baru siuman dan baru diketahui penyakit apa yang diderita pemainnya baru bagaimana penyelesaiannya.

Akan tetapi film yang berdasarkan kisah nyata ini, nampaknya kurang begitu greget dan cenderung agak membosankan karena kurangnya chemistry dari Channing dengan Rachel sendiri. Entah yang salah di diri Channing atau kurangnya chemistry ya tapi gue melihat Channing terlihat kaku sekali untuk mengeluarkan ekspresi galau. Cerita film ini kan tentang bagaimana kehilang istri yang dicintai karena amnesia tapi ekspresi yang dilontarkan CT di film ini kok kayaknya datar-datar aja ya? Malah ketika dirinya bermain dengan kucing di tempat tidur itu terasa jauh lebih kuat chemistry kasih sayangnya. Padahal Rachel sendiri sudah mengeluarkan ekspresi sebagus mungkin untuk mendapatkan simpatik dari CT di film ini.

Sinematografi dan artistik yang indah rasanya menjadi keunggulan dari film ini. Dimana situasi dan tempat yang romantis dapat kalian lihat sendiri di film ini. Belum lagi dengan balutan alunan musik yang menyentuh dan sinkron dengan situasi membuat film ini terasa kuat drama romantisnya. Selain Channing Tatum dan Rachel McAdams sendiri, disini juga ada pemain yang cukup terkenal tapi tidak begitu banyak juga sih, sebut saja, Sam Neill, Scott Speedman, Jessica Lange dan Jessica McNamee.

Dari film ini bisa dipetik bagaimana kesetiaan seorang pasangan jika pasangannya mengalami musibah seperti Paige di film ini. Apakah pasangan tersebut meninggalkan pasangannya atau tetap setia walaupun badai menerpa itu menjadi titik penting dari ujian tersebut. Akan tetapi itu semua apakah harus dengan kecelakaan atau musibah dahulu baru pasangan saling setia? Hmmm rasanya ini menjadi poin penting yang ahrus diperhatikan bagi pasangan, bahwa dalam menjalani hubungan haruslah setia. Akhir kata, debut dari seorang Michael Sucsy ini nampaknya lumayan baik penggarapannya walaupun yang kurang hanya terdapat pada peran Channing Tatum yang cenderung datar dan kurang chemistrynya dengan Rachel McAdams. :Salam JoXa:

3/5

Trailer:

Jumat, 10 Februari 2012

Review: ATM / Er Rak Error (Thai Movie) (2012)

Di sebuah perusahaan keuangan atau Bank memiliki suatu peraturan bahwa sesama karyawan tidak diperkenakan menjalin suatu hubungan. Karena kalau sampai ketahuan maka salah satu dari mereka harus terpaksa keluar dari perusahaan tersebut. Ternyata itu semua telah dilakukan diam-diam oleh Suer, karyawan Bank JNBC yang telah berhubungan dengan Jib, yang merupakan atasannya. Hubungan diam-diam tersebut ternyata sudah terjalin sampai tahun kelima. Suer pun resah dan gelisah dengan hubungan diam-diam ini. Akhirnya dia memutuskan untuk mengajak Jib menikah dan dengan itu mereka bisa leluasa saling dekat satu sama lain. Namun Jib menolak untuk menikah karena dirinya harus berhenti dari posisi di pekerjaannya saat ini. Masalah pun semakin runyam ketika salah satu cabang ATM bank mereka ternyata mengalami kerusakan.

Setelah 30+ Single yang tayang di bulan Januari, kini film Thailand kembali lagi dengan besutan dari GTH yang terkenal itu dengan film terbarunya yang berjudul ATM (Er Rak Error). Sutradara film ini sebelumnya dikenal ketika menyutradarai film Little Comedian yang tayang tahun 2011 lalu. Dengan komedi yang agak slapstick beberapa kali di LC nampaknya kembali dihadirkan oleh beliau di film ATM kali ini, malah lebih banyak. Gaya dialog yang dihadirkan pun tidak asing lagi jika kalian pecinta film Thailand. Namun disini gaya dialognya lebih ke arah comical dan banyak menggunakkan ekspresi tanpa dialog yang panjang. Namun terkadang gaya comical tersebut terlihat terlalu banyak jadi membuat film ini agak maksa dan cenderung membosankan. Untungnya efek-efek musik yang menghiasi sepanjang film membangkitkan suasana kebosanan tersebut.

Cerita yang diberikan film ini nampaknya memang bukan film romantis yang menyentuh, melainkan disini lebih diutamakan komedi. Kekonyolan memang sudah terasa sejak awal film dimana adanya permasalahan di dalam perusahaan tersebut dan ekspresi para pemainnya cukup berhasil membuat penonton tertawa. Ada juga bagian yang menarik dari film ini sebenarnya, dimana ada pergerakan untuk menyatakan kepada pasangan yang terlihat begitu menggelikan. Akan tetapi sayangnya semua itu tetap saja membosankan, hmm mungkin apa karena faktor durasi yang terlalu lama? Kalau masalah durasi rasanya tidak adil ya karena memang film Thailand memang seperti itu durasinya. Rasanya kesalahan terjadi pada alur film ini yang begitu lambat untuk menyelesaikan masalahnya.

Deretan para pemain disini nampaknya tidak asing lagi. Chantavit Dhansevi pernah bermain di film Hello Stranger, dan Coming Soon ini nampaknya cukup sukses membangun karakter sebagai Suer di film ini. Aktris cantik Preechaya Pongthananikorn, yang mengawali karir sebagai bintang model ini merupakan debut film dia yang tidak begitu mengecewakan. Karakternya sebagai Jib bisa dibilang sebagai pemanis dari film ini. Selain mereka berdua juga banyak karakter di film ini, namun sayanganya tak diketahui namanya siapa. Akhir kata, film ATM / Er Rak Error merupakan film komedi Thailand yang cenderung biasa saja dan membosankan. Walaupun adanya bagian yang menggelitik hati tapi itu tidak sebanding dengan durasi sepanjang 123 menit film ini. Ya daripada tidak ada film Thailand, film ini cukup layak ditonton kok. Semua tergantung selera masing-masing aja. :Salam JoXa:

2/5

Trailer:

Rabu, 08 Februari 2012

Review: BILA (2012)

Bila dan Shoshana adalah dua sahabat dari sejak masa kecil. Shohana bisa dibilang selalu lebih unggul daripada Bila. Oleh sebab itu Bila tidak mau kalau persoalan cinta pun sampai keduluan oleh sahabatnya itu. Sampai suatu hari mereka berdua ternyata jatuh cinta kepada satu pria yang aktif di bidang musik yang ada di sekolahnya. Pria yang berwajah blasteran dan putih serta tinggi tersebut bernama Dani. Dani pun ternyata suka dengan Bila. Namun itu semua tanpa adanya pernyataan khusus dari mulut Dani kepada Bila kalau dia suka dan cinta terhadapnya. Akan tetapi semua itu harus dipertaruhkan karena hubungan merekaa tidak direstui mamanya Bila, karena beliau belum bisa kehilang putri semata wayangnya setelah berpisah dengan suaminya. Belum lagi Bila harus bisa menghargai perasaan sahabatnya yang jatuh cinta juga terhadap Dani.

Minggu percintaan bagi dunia perfilman Indonesia nampaknya terjadi di minggu ini. Setidaknya 2 film Indonesia berani tayang untuk menghiasi serta merayakan hari kasih sayang atau Valentine’s Day nanti yang jatuh pada tanggal 14 Februari. Setelah membuat postingan biasa MALAIKAT TANPA SAYAP, kini saatnya membuat postingan tentang film BILA. Yap! Judul yang singkat itu nampaknya juga mau menyajikan cerita yang simple dan mudah dicerna oleh para remaja saat ini. Film BILA sendiri adalah PH dari Maxima Pictures. PH ini sebelumnya cukup dikenal dengan film drama romantisnya di tahun 2011 yaitu lewat film PUPUS. Kini di awal tahun 2012 dengan dibawah naungan seorang sutradara Chisa Doppert, BILA pun diluncurkan.

Stefan Williams… Pasti mendengar nama itu cukup asing di telinga jika kalian memang bukan pecinta FTV. Yap, Stefan sebenarnya lebih terkenal di dunia pertelevisian dan kini merambah di dunia layar lebar. Sebelum film BILA sebenarnya Stefan sudah menjadi cameo di film Kuntilanak Kesurupan (2011). Ya jadi wajar saja kalau ada penonton yang bingung dengan predikat Aktor Terfavorit 2011 di trailer film yang ditujukan kepada Stefan.. Gue aja kalau tidak mencari tahu terlebih dahulu kebenarannya juga gak tahu predikat dari mana itu. Oke kehadiran Stefan di film BILA memang tergolong cukup menjual untuk kalangan remaja. Dengan hanya memodalkan tampang dan bisa dirubah2 aksen mukanya tanpa menghilangkan kerupaan aslinya tersebut, Stefan pun nampaknya melupakan bagaimana seharusnya dia berekspresi dengan tepat ketika menatap lawan mainnya.

Beberapa adegan Stefan matanya terlihat kosong dan kurang macho untuk menatap remaja cantik dan manis seperti Shalvynne Chang. Agak wajar juga sih kalau Shalvynne juga ragu dengan cinta yang diberikan Stefan kepada dirinya. Sebagai debut aktingnya di film BILA, Shalvynne nampaknya bermain aman-aman saja. Tingkat keamanan di sini untungnya dipoles dengan make-up yang begitu niat sekali merubah dirinya dari sosok SMP terus SMU lanjut Kuliah dan sebagai pekerja. Perubahan yang dilakukan pun tidak begitu mencolok dan nyaris sama saja di setiap perubahannya itu. Setidaknya perubahan make-up tersebut tidak melunturkan kecantikan Shalvynne di film ini. Itu pun juga terjadi pada sahabatnya di film ini yaitu Shosana atau Karina Meita Permatasari. Duh wajahnya Karina bisa dibilang agak berbeda jauh dengan sahabatnya itu tapi entah kenapa make-upnya begitu menor ya kelihatannya? Jadi tambah lebih tua kesannya. Penampilannya pun biasa banget, cenderung gampang dilupakan.

Cerita yang dibuat Cassandra disini pun terlihat remaja yang sedang mengalami masa pubertas. Dialog antara para pemain pun terlihat kelewat unyu tapi kalau sudah berlebihan jadi terkesan menjijikkan. Walaupun sudah beranjak dewasa bahkan sudah mengambil sekolah S2 sekalipun dalam cerita ini dialog para tokoh disini pun tidak menunjukkan sisi kedewasaannya, begitu pula ketika melakukan sesuatu. Semua terlihat konyol. Adegan yang paling berkesan dan menggelitik gue itu ketika Bila tahu kalau Dani tunangan lalu dirinya menyetir mobil sambil nangis yang ternyata dia melakukannya sambil mutar-mutar kolam air mancur saja -_______-. Kalau adegan-adegan ketika mereka amsih remaja pubertas rasanya masih tahap maklum saja sih walaupun agak gak masuk akal saja sih karena lebay banget.

Nampaknya Bila memang diperuntukkan anak-anak remaja labil dan masa pubertas yang gak kelar-kelar sampai mereka sudah beranjak dewasa sekalipun. Jadi kalau ada yang tidak suka atau bahkan muak sepanjang 80 menit film ini berlangsung ya rasanya wajar saja sih. Karena gak selamanya penonton film Indonesia seperti remaja labil dan pubertas kan? Untung saja film ini nyaris ketolong dengan kehadiran live band D’cinnamons di film ini. Mereka melakukan aksi panggung dengan single lagu mereka terbaru yang berjudul “My Lovely Friends”. Setidaknya penggalan lirik demi lirik lagunya cukup menyatu dengan jalan cerita film ini. Selain soundtrack film ini juga ketolong dengan pengambilan gambaar dan artistiknya yang niat banget. Jadi beruntunglah film BILA memiliki soundtrack yang enak didengar dan artsitik serta pengambilan gambar yang ciamik dibandingkan penampilan yang dibilang sebagai aktor terfavorit 2011 tapi kurang berhasil membuat itu semua jadi favorit para penonton. :Salam JoXa:

1,5/5

Trailer:

Selasa, 07 Februari 2012

Review: Malaikat Tanpa Sayap (2012)

Vino salah satu anak yang menjadi korban broken home. Kenapa broken home? Karena ayah dan ibunya terpaksa berpisah karena kondisi perekonomian ayahnya, Amir, kini telah bangkrut, alhasil ibunya, Mirna meninggalkan mereka dari tempat kontrakannya tersebut. Sudah jatuh tertimpa tangga pula, yak itulah yang terjadi selanjutnya. Berpisahnya kedua orang tua mereka memberikan dampak selanjutnya bagi Vino. Dirinya kini terpaksa putus sekolah karena uang SPPnya tunggak 3 bulan. Adiknya, Wina, mengalami kecelakaan dan kakinya harus dioperasi kalau tidak mau diamputasi. Di keadaan yang bingung seperti ini, Vino berjumpa dengan Mura yang sedang duduk di ruang tunggu Rumah Sakit tempat adiknya sedang dirawat. Selain bertemu dengan Mura, Vino pun bertemu dengan Calo, seorang makelar organ tubuh manusia. Calo menjelaskan bahwa dirinya akan memberikan uang banyak jika dia mau mendonorkan salah satu organ tubuhnya. Plihan jalan hidup Vino pun ditentukan setelah itu…..

Sebuah karya drama serius dari Rako Prijanto akhirnya muncul lagi di bioskop. Setelah kurang lebih 5-6 tahun tidak membuat drama yang serius, pada tahun 2006 ada Ungu Violet, tahun 2007 ada Merah Itu Cinta. Sedangkan selain itu film2 beliau cenderung lebih banyak drama komedi yang biasa. Di tahun 2010 sebenarnya ada film drama romantis komedi beliau (Roman Picisan) tapi sayangnya kurang greget hasilnya. Dengan di bawah naungan PH besar seperti Starvision Plus, Rako Prijanto membuat sebuah film drama yang di dalamnya terdapat romantika dan keluarga. Film bertema seperti itu nampaknya kini sudah biasa dan bahkan basi untuk yang mengikuti 1 tahun terakhir perfilman Indonesia. Lalu apa yang menjadi keunggulan tersendiri di film Malaikat Tanpa Sayap?

Cerita Malaikat Tanpa Sayap yang dibuat oleh Anggoro Saronto ini bisa dibilang pas kadarnya untuk bisa diikuti sepanjang kurang lebih 100 menit. Bolong-bolong yang terdapat di awal nampaknya masih bisa terjawab di pertengahan film. Konflik yang terjadi pun cukup masuk akal dan bisa terselesaikan dengan baik. Namun sayangnya cara penyelesaian akhir film ini terasa begitu lebay dan maksa sekali. Kenapa harus dibuat seperti itu sih?! Belum lagi karakter-karakter yang berperan disini pun tidak begitu terlalu banyak. Jadi kefokusan penonton untuk mengetahui siapa-siapa saja yang terlibat di film ini masih dalam tahap kewajaran. Walaupun ada beberapa karakter yang nampaknya mengganggu bahkan tidak penting berada di film ini. Salah satunya kasir rumah sakit yang begitu bawel dan overacting di film ini.

Para pemain di film Malaikat Tanpa Sayap nampaknya cukup pas membawakan karakternya di film ini. Surya Saputra sebagai mantan orang kaya yang harus terpuruk dengan masalah perekonomian dan keluarga rasanya pas dari segi mimic dan body languagenya. Walaupun di beberapa adegan ada kostum yang terlalu mahal atau eksklusif untuk orang yang baru saja terpuruk. Disini sayangnya emosi dari Surya tidak begitu gentle sebagai seorang ayah. Entah memang tuntutan skenario atau Surya yang kurang memainkan emosinya. Jadi terkesan pas dan biasa saja. Lain halnya dengan Adipati Dolken yang disini cenderung tidak pas memberikan ekspresi yang tepat di beberapa adegan ketika berinteraksi dengan Maudy Ayunda.

Maudy Ayunda yang merupakan pemanis dari film ini nampaknya bermain aman disini. Gaya anak muda sekarang dengan kostum casual dan kamera lomo digantung serta ipad yang selalu dibawa kemana pun dia pergi. Untungnya disini Maudy tidak begitu dituntut untuk mengeluarkan air mata sebanyak-banyaknya seperti film-film yang sedang trend saat ini. Tapi disini Maudy kasihan juga ya karena tidak memiliki satu pun teman dekat sekaliiena tidak memiliki satu pun teman dekat sekalipun. Apakah karena dia homeschooling jadi tidak memiliki teman satu pun? Chemistry diantara Maudy dan Adipati nampaknya cukup pas diantara keduanya. Kekurangan mereka berdua cuma di intonasi saja, di beberapa pengucapan dialog ada yang kurang jelas nampaknya. Oh iya untuk Adipati yang biasa bermain di film Nayato, sepertinya di film kali ini lebih baik dibandingkan film-film dahulunya.

Beberapa adegan di film ini entah kenapa mengingatkan gue dengan film lain. Jika kalian yang sudah menonton atau akan menonton tolong dilihat adegan dimana Maudy dan Adipati bertemu pertama kali. Cara pengambilan gambar film ini mirip sekali dengan film yang gue lupa judulnya tersebut. Jika ada yang berkenan tolong beritahu saya judul film tersebut. Alunan musik yang mengiring sepanjang film ini bisa dibilang menyatu dan pas dengan situasi yang ada. Tidak lupa juga dialog naskah dari Titien Wattimena sebagai supervisi naskah film ini pun tidak ketinggalan memberikan kegombalan-kegombalan romantika remaja. Akhir kata, Malaikat Tanpa Sayap sebuah film yang aman baik dari alur cerita ataupun karakter-karakter di filmnya. Sepanjang 100 menit bisa dibilang penonton tidak akan terlalu jenuh ketika menonton film ini. Nikmati dan rasakan saja film ini biar seperti yang embun yang tidak berwarna akan tetapi bisa jatuh cinta di daun setiap paginya. :Salam JoXa:

2,5/5

Trailer:

Minggu, 05 Februari 2012

Review: Haywire (2011)

Mallory Kane salah satu agen wanita yang lihai dan cerdas dihadapkan suatu tugas untuk memecahkan suatu persoalan misterius yang tidak bisa ditangani oleh pemerintah. Perjalanan misi yang dilakukan Mallory pun harus melewati berbagai Negara diantaranya dari Barcelona menuju Dublin dan sampai ke Mexico. Pengkhianatan pun dirasakan dirinya ketika salah satu kerabatnya ketika melakukan misi yang sama dengan dirinya. Bahkan dirinya nyaris dibunuh oleh kerabatnya tersebut. Setelah berhasil menyelamatkan diri barulah dirinya tersadar kalau sebenarnya dirinya sudah menjadi incaran untuk dibunuh. Lalu apa sebenarnya modus pembunuhan terhadap Mallory ini? Dapaatkah Mallory selamat dan menemukan alasannya?

Film dari Steven Soderbergh bisa dibilang memiliki banyak pemain di dalamnya. Sebut saja sejak film Oceans Eleven gue melihat beliau selalu membuat banyak karakter di filmnya. Akan tetapi karakter-karakter tersebut tidak sekedar numpang lewat begitu saja. Keterikatan yang kuat satu sama lain dari banyaknya karakter tersebut menghasilkan analisa yang kuat untuk memecahkan persoalan yang ada di film tersebut. Terakhir film beliau yang tayang di Indonesia adalah Contagion. Kalau diamati beliau memberikan benang merah dan kenapa terjadi konflik tersebut diletakkan di akhir dan kalau ditelusuri dengan akal sehat memang cukup masuk akal dengan apa yang terjadi setelah kejadian tersebut. Nah dari setelah peristiwa tersebut itulah berbagai macam konflik demi konflik dibangun dengan berbagai macam karakter di dalamnya.

Di awal tahun 2012, Steven kembali dengan film yang mengandalkan berbagai macam karakter di dalamnya. Pemain yang terlibat pun disini tidak kalah menarik dengan film beliau sebelumnya. Para pemain senior atau yang sudah memang cukup dikenal pecinta film menjadi deretan-deretan karakter yang ada di sepanjang kurang lebih 93 menit ini. Dimulai dahulu dari pemain utama film ini yaitu Gina Carano. Aktris yang cenderung lebih banyak hadir di serial TV ini bisa dibilang film Haywire adalah film kedua beliau setelah Blood and Bone ditahun 2009 silam. Aksi yang dilakukan Gina disini sebagi agen wanita yang dibumbui aksi bela diri dengan lawan main beberapa kaum pria yang notabene memiliki otot dan badan lebih besar dari dirinya, namun berhasil ditaklukkan Gina dengan semudah itu. Aksi-aksi yang dilakukan bisa dibilang bukanlah yang wajar dilakukan paara wanita pada umumnya. Jadi untuk berperan seperti itu saja, merupakan poin plus bagi seorang Gina.

Kemampuan Gina dalam memecahkan masalah dan mencoba bertahan demi keselamatan hidupnya baik dilakukannya sepanjang film. Selain Gina Carano, di film ini juga ada Ewan McGregor yang berperan sebagai Kenneth. Disini dirinya adalah lawan dari Gina yang dimana berhasil bermain dengan aman untuk menutupi identitas dirinya terhadap Gina. Selain itu juga ada Channing Tatum, Michael Fassbender, Michael Angarano, Antonio Banderas, Michael Douglas, dan Bill Paxton. Kemampuan akting mereka di film ini bisa dibilang tampil dengan baik dan memberikan kesan tersendiri di beberapa adegan.

Pengambilan gambar di sepanjang film ini bisa dibilang tidaklah istimewa lagi karena sudah sering ditemukan di film-film serupa dengan ini. Yang menarik dari film ini adalah irama musik yang diberikan mengingatkan seperti film Contagion, dimana musik tersebut dimainkan ketika ada bagian pemain yang tidak kedengaran suaranya namun yang terdengar adalah balutan dari musik-musik tersebut. Cerita yang ditulis oleh Lem Dobbs ini nampaknya walaupun bergenre action sekalipun tidak mau melupakan nyawa dari filmnya Steven sebelum ini. Namun disini agak menarik yaitu adanya sebagian flashback dan cerita maju di sepanjang film ini. Jadi penonton tidak akan dibawa maju terus tapi akan dibawa sedikit mundur perlahan-lahan untuk mengetahui latar belakang Gina terjebak dalam misi pembunuhan tersebut.

Akhir kata Haywire sebuah karya dari Steve yang cenderung biasa saja jika kalian memang sudah sering menonton film-film sebelum ini. Akan tetapi jika baru pertama kali, rasanya film ini cukup bagus dan masih tergolong film yang dapat dinikmati walaupun menontonnya pada waktu midnight sekalipun. Dengan adanya konflik yang ada, pemecahan yang dilakukannya pun tidak segampang membalikkan telapak tangan begitu saja. Dengan adanya proses dan analisa-analisa yang jelas barulah terungkap apa sebenarnya masalah yang terjaadi di film ini. Aksi dari Gina di film ini nampaknya patut ditunggu karena akan membuat anda tercengang! ;Salam JoXa;

2,5/5

Trailer:

Sabtu, 04 Februari 2012

Review: Chronicle (2012)

Andrew, remaja lelaki yang masih beranjak di bangku sekolah ini dihadapkan masalah yang sulit dalam hidupnya. Kekerasan yang dialami oleh dirinya akibat perbuatan tangan ayahnya yang keras selalu dia dapatkan. Belum lagi kondisi ibunya yang sedang sakit keras dan membutuhkan biaya untuk berobat. Di sekolahnya pun dirinya selalu mendapatkan kekerasan/bullying dari teman-temannya. Karena semua itu dirinya membeli sebuah kamera untuk merekam setiap apa yang terjadi kepada dirinya. Hingga pada suatu hari, Steve, salah satu siswa yang terkenal di sekolahnya memanggil Andrew untuk melihat sesuatu yang didapatkannya di sebuah lapangan kosong. Semua itu pun dengan tujuan karena Andrew memiliki kamera untuk merekam setiap kejadian nantinya. Bersama Matt, sepupu Andrew, akhirnya mereka melakukan petualangan tersebut. Setelah hari itu, sesuatu yang aneh pun menimpa mereka. Dapatkah mereka mengatasi semuanya?

Film yang berbau Sci-fi nampaknya sudah mulai banyak bermunculan di perfilman holywood. Di tahun 2011 saja setidaknya 10an film telah tayang di bioskop Indonesia dan mendapatkan respon cukup positif di mata pecinta film. Kini di awal tahun 2012, hadir film yang bergenre sci-fi yang tidak kalah menarik dengan film-film yang sudah pernah tayang dengan genre yang sama, Chronicle judulnya. Chronicledisini bisa dibilang film yang cukup menarik untuk disimak. Film yang awalnya terlihat seperti mockumentary karena adanya fungsi handycam digunakan oleh pemain utama, harus berubah menjadi film yang berbau sci-fi seutuhnya karena pengambilan kamera yang biasanya terjadi di film mockumentary tidak begitu konsisten karena banyaknya bantuan disana-sini. Salaah satunya, semua kamera dari telepon genggam, hidden camera, dan kamera TV.

Cerita Chronicle ditulis oleh Max Landis berdasarkan ide cerita dari Max sendiri bersama sutradara film ini yaitu Josh Trank. Walaupun skenario tidak terlalu sempurna karena adanya beberapa yang dipertanyakan sampai akhir film. Akhir film pun terlihat sekali maksa untuk menyelesaikan filmnya. Ya semoga saja nantinya ada cerita selanjutnya atau prekuel dari film ini, terutama bisa menceritakan lebih jelas asal usul dari tempat misterius tersebut. Akan tetapi buat karya dari seorang yang baru pertama kali membuat skenario dan menyutradarai film paanjang nampaknya ini sesuatu yang patut dibanggakan. Setidaknya Max dan John berhasil membuat penonton tersenyum, tegang, dan cukup terpukau sepanjang film ini.

Para pemain di Chronicle pun memberikan penampilan yang tidak begitu mengecewakan. Walaupun para pemain juga tidak begitu terkenal tapi penampilan ketiga pemain utama bersama pemain pendukungnya terlihat seperti pemain yang sudah terkenal. Dane Dehaan sebagai Andrew mampu memainkan emosinya dengan baik. Sebagai seorang anak yang sedikit tertekan karena sang ayah dan orang-orang sekitarnya yang mengucilkannya, dirinya mampu bermain dengan baik. Kurang lebih 4 film Dane akan siap ditayangkan di tahun 2012 ke depan, jadi bagi yang penasaran dengan aksi anak muda satu ini lagi silahkan ditunggu saja filmnya. Selaain Dane juga ada Alex Russell, Michael B. Jordan, Ashley Hinshaw, Anna Wood dan Michael Kelly.

Pengambilan gambar di sepanjang film Chronicle terlihat bagus dan konstan. Walaupun di atas langit atau di awan-awan sekalipun pengambilan gambar tetap jernih dan bagus pengambilannya. Efek-efek visual yang diberikan film ini pun tidak kalah menarik, runtuhan dari gedung-gedung bertingkat dan pecahan kaca-kaca disana-sini dapat kalian saksikan di film ini. Scoring dan ilustrasi musik dari film ini juga tidak kalah menarik loh, dan setidaknya lagu hits Jessie J yang Price Tag bisa kalian dengar di film ini. Akhir kata, Chronicle sebuah film yang keren dengan pengambilan gambar dan ide cerita yang cukup menarik di dalamnya. Penampilan para pemainnya pun jauh dari kata mengecewakan walaupun pengalaman mereka di dunia film layar lebar tidaklah begitu banyak. Kecanggihan teknologi dari film ini pun tidak kalah menarik untuk ditonton. Pokoknya Chronicle film yang berkesan di awal tahun 2012! ;Salam JoXa;

3/5

Trailer: