Senin, 30 Januari 2012

Monica Sayangbati

Hayo siapa yang tidak mengenal foto diatas ini? Jika lo nonton film indonesia di sepanjang tahun 2011pasti tidak asing lagi dengan wajah manis pemilik nama Monica Sayangbati ini. Di tahun 2011 kemampuan akting gadis yang sedang beranjak remaja ini hadir di film, Serdadu Kumbang, 5 Elang, dan Garuda di Dadaku 2. Dengan itulah, gue terpesona dan mengagumi aktingnya di 1 tahun belakangan ini. Niat untuk mewawancara dirinya pun terbenak di pikiran gue. Akhirnya dengan waktu yang pas keinginan gue pun terwujud untuk mengorek-ngorek informasi tentang Monica dari orangnya langsung. berikut hasil wawancara gue bersama Monica Sayangbati.

Josep (J) : (tanpa basa basi langsung ke inti pertanyaan) Awal mula karir film bagaimana Mon?

Monica (M): Awal mula usia 9 tahun. Film pertama Pulau Hantu.

Josep (J) : Dunia perfilman sebenarnya awal mula kamu terjun di dunia hiburan atau tidak sih?

Monica (M): Sebenarnya sudah sejak usia 3 tahun di bidang modeling. Suka difoto.

(sambil melirik bukti hasil foto2 kalau Monica sudah narsis sejak kecil)

Josep (J) : Btw, film pertama itu film hantu? Dibolehin orang tua ya? Secara kamu masih usia 9 tahun…

Monica (M): Orang tua mendukung banget. Malah aku ada cerita yang sampai membuat aku main di film itu. Padahal aku awalnya gak mau karena harus berendam di kolam renang gitu. Karena anjing aku dibuang juga makanuya aku terima film itu. Eh tapi setelah main di film itu, jadi ketagihan main di kolam renang dan akhirnya sekarang bisa sampai menang lomba renang gitu.

Josep (J) : O begitu toh… Terus bagaimana rasanya memerankan karakter hantu di film perdana? Ada perasaan takut atau malah ketagihan?

Monica (M): Biasa aja sih… Malahan setelah itu main di film hantu lagi.. Film “Rasa” dan “Mati Suri”.

Josep (J) : Setelah di “Mati Suri” kenapa gak berniat main di film Horror lagi?

Monica (M): Gak ada film Horror yang berkualitas ah. Makanya main di film anak-anak yang sesuai umur dulu aja.

Josep (J) : Di Tahun 2011 kan kamu ada 3 film nih yang tayang di bioskop. Bagaimana cara mengatur waktu kamu dengan sekolah?

Monica (M) : Gak masalah sih. Lagipula film Serdadu Kumbang kan shootingnya tahun 2010 dan baru rilis di tahun 2011 jadi gak masalah. Sekolah juga selalu kasih izin kok kalau ada shooting di hari sekolah.

Josep (J) : O berarti sekolah mendukung ya… Btw karakter kamu di 3 film yang baru tayang di tahun 2011 kemaren kan kelihatan judes banget tuh. Itu sebenarnya aslinya kamu atau cuma akting?

Monica (M) : Hahaha sebenarnya muka ku memang begitu alias judes. Memang banyak yang bilang kok kalau judes. Tapi aslinya gak gitu kok. Kalau memang baru kenal sama orang aku memang suka diam dan kalau gak suka sama orang itu biasanya memang judes sih. Tapi kalau nyaman sama orang itu, rame kok aku orangnya.

Josep (J) : Hahaha bisa aja… Di tahun 2012 ini ada rencana main film lagi gak?

Monica (M) : Ada kok… Rencananya film keluarga gitu… Tungguin aja ya….

Josep (J) : Waaah semoga sukses dan ditunggu ya film selanjutnya nanti… Makasih ya buat waktu wawancaranya kali ini .

Monica (M) : Makasih. Sama-sama.


Info tambahan tentang Monica Sayangbati:
  1. Pernah bermain di film hollywood yang berjudul Amphibious 3D. Di film ini juga ada Verdi Solaiman yang bermain di sini.
  2. Pernah memotong rambut sampai pendek seperti cowok demi filmnya di Amphibious 3D yang berperan sebagai lelaki dan perempuan.
  3. Lahir di Jakarta, 27 April 1997 dengan hasil peranakkan dari suku Manado dan sedikit Jawa (dari mamanya)
Filmography:
  1. Garuda di dadaku 2 (2011)
  2. 5 Elang (2011)
  3. Serdadu Kumbang (2011)
  4. Amphibious 3D (2010)
  5. Obama Anak Menteng (2010)
  6. Rasa (2009)
  7. Mati Suri (2009)
  8. Pulau Hantu (2007)

Berikut adalah deretan foto-foto Monica Sayangbati yang diambil dari FB pages-nya:


Kamis, 26 Januari 2012

Review: Kafan Sundel Bolong (2012)

Deden bersama kedua sahabatnya bisa dibilang memiliki hobi yang sama yaitu minum-minum dan pergi ke klub malam bersama gebetan mereka masing-masing. Tapi Deden berbeda dengan kedua sahabatnya itu, perbedaan fisik dan ketidakberuntungan mendapatkan gebetan yang aduhai menjadi kendala dirinya. Akhirnya, Deden meminta Munap, teman satu kontrakan rumahnya, untuk pergi ke dukun biar dirinya bisa cepat kaya dan mendapatkan apa yang diinginkannya terutama hati dari Cherry, gebetan salah satu sahabatnya yang begitu didambakannya. Ternyata setelah menuruti seluruh syarat yang dianjurkan Tante Sun, Deden dan Munap digentayangin oleh Sundel Bolong dan Pocong Mata Sembab. Siapakah mereka sesungguhnya?

Nama produser KKD rasanya bukanlah asing lagi di telinga pecinta film Indonesia sampai di tahun 2012. Kurang lebih beliau telah memproduseri film sekitar 4-5 buah yang dilempaar dengan setan busuk dan bikini dimana-mana yang hanya menonjolkan belahan dari payudara saja. Dan yang paling penting, beliau bisa dibilang produser yang selalu membawa aktris bokep dari luar negri untuk bermain di filmnya. Entah iming-iming apa yang bisa membuat perempuan-perempuan bokep tersebut bisa kemakan rayuan pria keturunan India ini. Dan kini di tahun 2012 beliau kembali dengan film terbarunya Kafan Sundel Bolong.

Jika kalian pernah membaca embel-embel sepotong kalimat dari film ini “Sebuah Penghormatan untuk Sang Ratu Horror SUZANNA”, rasanya itu sebuah penghinaan besar dari film ini. Rasa penghormatan itu seperti sepertinya hanya taktik dari KKD untuk menjual filmnya kali ini. Ini apa karena deretan para pemainnya yang kurang begitu menjual dibandingkan 4-5 film beliau yang tayang di tahun 2011? Hmm mungkin itu bisa dijadikan sebuah alasan yang masuk akal. Kenapa tidak menjual? Menurut gue nama Arumi Bachsin sekarang ini rasanya kurang menjual ya, dari sisi kecantikan pun rasanya tidak begitu cantik amat. Apa dari keseksian tubuhnya? Hmm rasanya tidak menjual sama sekali.

Jika kalian berpikir kalau film Kafan Sundel Bolong itu ada unsur sex, making love dan bikini dimana-mana rasanya kalian itu adalah orang sok tahu. Untuk kali ini gue cukup kaget dan heran entah malaikat apa yang merasuki Yoyonk sebagai sutradara film ini untuk membuat filmnya ada pesan di dalamnya. Pesan di sebuah film? Yak! Itu yang terjadi di Kafan Sundel Bolong! Akan tetapi sayangnya pesan yang ingin ditonjolkan dengan baik dan positif harus hilang dan pudar yang berakibat lewat begitu saja karena sisi jayus dan garing cerita yang dibuat oleh Aziz Gagap bersama Udin Penyok. Belum lagi backsound musik yang lebay dan begitu aktraktif semakin membuat film ini semakin kacau.

Pesan yang ingin diangkat dari film ini sebenarnya sederhana saja sih yaitu “Carilah duit yang halal”. Dan itu akan dipajang dengan jelas di akhir film ini sebelum credit title muncul. Bersiaplah pusing dan muntah dengan adegan-adegan yang menjijikan di film ini. Diantaranya mengeringkan celana yang basah dengan pengering tangan yang biasa di toilet, membersihkan hajat dengan minuman jeruk, dan sebagainya. Memang sih beberapa adegan mengingatkan kita akan film Mr Bean tapi yasudahlah biarin saja penjiplakan yang dilakukan Yoyonk di film ini, namanya juga usaha untuk membuat film. Namun sayangnya penjiplakan adegan tersebut terasa mentah dilakukan oleh Aziz disini. Rasa humor Aziz entah kenapa di film ini terlihat jauh menurun dibandingkan di film-filmnya dahulu bersama Nayato.

Akhir kata, Kafan Sundel Bolong sebuah film penghinaan bukan penghormatan terhadap Ratu Horror Suzanna. Sangat sungguh disayangkan jika kalimat embel-embel tersebut dijadikan untuk menjual film ini. Walaupun ada pesan yang terdapat di film ini namun kekurangan-kekurangan dan kebosanan di sepanjang film ini tidak bisa ditolerir lagi. Sudah tidak ada adegan wanita seksi, kualitas humor yang diberikan garing pula. Huh! Nampaknya film Kafan Sundel Bolong sebuah film pertobatan pertama dari baginda KKD dari gentayangan payudara di sepanjang filmnya tapi tetap mengandalkan seta dengan muka bubur basi. :Salam JoXa:


Trailer:

Rabu, 25 Januari 2012

Review: I Don't Know How She Does It (2011)

Apa jadinya kalau istri atau ibu kita adalah seorang wanita karir? Selain senang dan bangga karena bisa melihat semangat tinggi beliau pasti ada perasaan kurang rasa kasih sayang karena kesibukkan beliau yang begitu padat dan terjadwal dengan rapi. Kate Reddy adalah seorang ibu rumah tangga yang memiliki profesi sebagai wanita karir juga. Dia bekerja di sebuah perusahaan keuangan. Setiap malam dirinya bersama sang suami, Richard, dan kedua anaknya selalu bercengkrama bersama-sama. Akan tetapi lambat laun semua berubah begitu saja. Kesibukkan masing-masing diantara Richard sebagai arsitek yang baru saja mendapatkan pekerjaaan baru dan Kate yang baru saja mendapatkan atasan baru yang bernama Jack yang ternyata memiliki perasaan khusus kepada dirinya.

Sebenarnya film ini sudah tidak niat gue tonton karena melihat posternya yang terlihat wanita sekali, apalagi pemain utamanya Sarah Jessica Parker yang terkenal di film Sex & The City 1-2. Alhasil karena rasa keterpaksaan dan sedikit penasaran serta tidak ada kerjaan makanya gue memutuskan menonton film ini via DVD saja bukan di bioskop. Sebelum menonton ini pun gue tidak memberikan ekspetasi apapun terhadap film ini. Akan tetapi, ternyata tanpa ekspetasi pun film ini dimata gue tetaplah membosankan. Gue mengira bakal menonjolkan sisi kewanitaan di film ini atau setidaknya ada deretan wanita cantik yang bertengger dengan busana dan penampilan mereka yang memukau tapi nyatanya nol. Menariknya dari film ini pun hanya terlihat dari pengisi soundtrack dari film ini.

Bisa dibilang hingga menit ke 15-20 gue bingung dengan maksud cerita dari film ini (maklum gak baca sinopsis). Di menit awal tersebut adanya semacam riset atau hasil wawancara satu sama lain tentang kehidupan keluarga. Menurut gue pun riset tersebut tidak penting amat dah untuk film ini, malah jadi menyita waktu dan melupakan inti cerita si peran utama itu bagaimana. Terlepas film ini berdasarkan novel dengan judul yang sama, naskah yang dibuat Aline Brosh McKenna pun malah terlihat sederhana sekali dan masih meeraba-raba mau menceritakan apa di awal film. Semua baru kelihatan jelas dan matang ketika sudah melewati menit ke 40. Dan baru ada konflik yang dibangun antar pemain.

Dari film I Don’t Know How She Does It terlihat jelas bahwa keegoisan antar pasangan satu sama lain lebih baik direndam jika tidak mau ada perang dunia ke sekian kalinya. Rasa kepercayaan satu sama lain pun yang paling diutamakan dari namanya menjalin suatu hubungan. Walaupun salah satu pasangan tersebut terkenal dengan kesibukan yang padat, pasangannya lebih baik tidak berpikiran macam-macam atau curiga kepada kekasihnya tersebut, kalau tidak mau adanya keributan. Pasangan yang sibuk pun juga harus menjaga kepercayaan yang diberikan pasangan kepada dirinya, karena kalau sekali saja sudah berbuat kesalahan pasti rasa kepercayaan sudah luntur kepadanya. Di film ini selain Sarah Jessica Parker juga ada Greg Kinnear, Christina Hendricks, dan Pierce Brosnan. Akhir kata, film arahan sutradara Douglas McGrath kali ini agak mengecewakan dan cukup membosankan untuk ditonton. :Salam JoXa:

2,5/5

Trailer:

Jumat, 20 Januari 2012

Review: Contraband (2012)

Chris Farraday adalah mantan penghuni bui yang kini sudah meninggalkan dunia tersebut. Kini dia bersama Kate dan anak-anaknya hidup tenang dan damai sebagai keluarga normal lainnya. Suatu hari, dirinya dihadapkan suatu masalah ketika mengetahui adik iparnya, Andy, terlibat dalam kasus jual beli obat terlarang dengan Tim Briggs, yang dikenal kejam. Chris pun tidak tinggal diam begitu saja ketika tahu adik iparnya sendiri tertimpa kejadian ini. Dengan keahliannya dahulu sebagai seorang mantan kriminalitas dirinya membantu masalah Andy. Sebastian, sahabat Chris pun turut membantu Chris untuk memecahkan persoalannya ini. Tidak lupa juga Chris harus memikirkan keselamatan keluarganya tercinta dari Tim Briggs dkk.

Akhirnya film Hollywood yang benar-benar rilisnya baru di tahun 2012 tayang cukup tepat waktu juga di Indonesia. Film Contraband bisa dibilang film pertama Hollywood di tahun 2012 dan tepat rilisnya juga di Indonesia. Film dengan bergenre kriminalitas dan ada unsur narkotika di dalamnya menjadi andalan cerita yang akan diberikan oleh Contraband. Memang sih cerita seperti itu nampaknya sudah biasa jika kalian sering menonton film Hollywood seperti itu. Akan tetapi apa sebenarnya yang menjadi poin yang mendukung bagusnya film ini untuk ditonton dan tidak bosan walaupun konsep ceritanya tidak begitu istimewa lagi?

Sebelum mengetahui film Contraband itu merupakan hasil remake dari yang berjudul Reykjavik-Rotterdam di tahun 2008 silam, rasa penasaran gue hanya berdasarkan deretan para pemainnya saja. Pemain utama yang sekilas mirip dengan Matt Damon alias Mark Wahlberg ini menjadi faktor utama karena akting beliau di film The Fighter yang tahun lalu tersebut berhasil membuat gue terkagum-kagum. Selain itu istri dari Chris Farraday yang notabene aktris film action yang cukup terkenal dengan filmnya Underworld, Kate Beckinsale. Dan setelah gue menonton pun hasilnya tidak mengecewakan dan cukup terhibur dengan kedua pemain diatas.

Sebagai info saja film remake yang dulunya berjudul Rerkjavik-Rotterdam ini dulunya dibintangi oleh sutradara film Contraband sendiri yaitu Baltasar Kormákur. Gue disini tidak mau membandingkan siapa yang lebih dari kedua film ini baik dari hasil remake ataupun versi aslinya, karena belum menonton versi aslinya. Naskah yang ditulis ulang kembali oleh Aaron Guzikowski ini sebenarnya sudah bisa diprediksi sejaak pertengahan bagaimana kisah akhirnya. Namun demikian sayang sekali akhir dari film ini terasa begitu biasa saja malah bisa dibilang tergolong aman tapi tanpa ada eksekusi yang jelas untuk sebuah ending film. Untungnya unsur ketegangan demi ketegangan dari film ini bisa terjaga dengan baik.

Secara sinematografi dan artistiknya di film Contraband secara tidak langsung mengingatkan dengan berbagaai macam yang sudah pernah tayang sebelum ini. Entah ini unsur kebetulan atau memang kesengajaan tapi setidaknya ada 2 bagian yang gue temui di film ini yang sama dengan film lain. Diantaranya ada adegan sama tersebut adalah ketika di film Carjacked, setelah itu di film Twilight seri yang pertama. Bagian apa saja itu? Silahkan cek sendiri. Selain kedua pemain di atas yang sudah disebutkan, di film ini juga ada Ben Foster, Giovanni Ribisi, Caleb Landry Jones, Robert Wahlberg dan aktor cilik Conor Hill yang bermain di Carjacked sekalipun juga ikut turut membintangi film ini.

Dari film Contraband bisa dilihat bagaimana sisi kekeluargaan yang lebih ditonjolkan disini. Chris yang diperankan Mark bisa saja menolak atau tidak mau membantu menyelesaikan masalah yang menimpa adik iparnya tersebut. Tapi karna dia merasa kalau Andy itu bagian dari keluarga istrinya sendiri jadi mau tidak mau dia harus rela berkorban untuk membantu persoalan adik iparnya tersebut. Walaupun nyawa istri dan anak-anaknya menjadi taruhan tapi itu tidak membuat Chris berputus asa untuk menghentikan perlawanannya tersebut terhadap bos Tim Briggs. Secara keseluruhan Contraband bisa bilang film Hollywood yang rilis dan tayang di Indonesia di tahun 2012 pertama yang menghibur dan cukup menegangkan sepanjang film, walaupun pada dasarnya konsep dari film ini biasa aja atau tidak istimewa lagi. :Salam JoXa:

3/5

Trailer:

Kamis, 19 Januari 2012

Review: The Iron Lady (2011)

Sosok wanita Margaret Thatcher nampaknya begitu dikenal sampai saat ini. Julukannya sebagai wanita bertangan besi ini nampaknya tidak akan pernah dilupakan, khususnya penduduk Inggris yang dahulu sempat dipimpin oleh dirinya. Di akhir tahun 2011, akhirnya film tentang dirinya pun dirilis juga dengan bintang utama Meryl Streep sebagai Margaret Thatcher. Jika mau mundur sejenak, film berbau biography bisa dibilang katagori yang relative. Kenapa relative? Karena tidak semua penonton dapat menikmati tipe film seperti ini. Terkadang kebosanan yang diberikan sepanjang film bisa menjadi kendala utama. Namun demikian beberapa film bisa dibilang cukup berhasil membawa penonton ke tingkat menghibur salah satunya King’s Speech yang bisa dibilang menarik dan menghibur di sepanjang film.

Sekarang balik lagi ke topik utama yaitu tentang film The Iron Lady sendiri. The Iron Lady menceritakan bagaimana perjuangan ambisi sejak masih muda dari seorang Margaret untuk meraih kedudukan di parlemen. Di jaman waktu itu, perbedaan gender begitu kuat ditegakkan dan ini menjadi penghalang kuat bagi Margaret. Namun itu semua ternyata tidak mematahkan langkah dirinya untuk maju terus meraih ambisinya tersebut. Dibalik keberhasilannya ini pun atas didikan ayahnya, Alfred Robert selama ini kepada dirinya. Sejak kecil dirinya sudah mandiri untuk bertahan hidup. Setelah dirinya mendapatkan apa yang dia mau ternyata itu semua tidak semudah yang dibayangkannya. Berbagai konflik pun harus dihadapi beliau dari berbagai parlemen dan terutama dari keluarganya sendiri.

Secara keseluruhan bisa dibilang The Iron Lady tidaklah begitu menarik dari segi cerita. Akan tetapi berkat akting kepiawaian dari seorang Meryl Streep yang membuat film ini begitu hidup dan bernyawa dari awal sampai akhir. Kalau saja skenario yang dibuat Abi Morgan lebih mendalam lagi tentang kisah Margaret dari sisi kebengisan dirinya sebagai wanita bertangan besi pasti akan jauh lebih menarik. Entah kenapa gue melihat disini malah cenderung lebih banyak menceritakan awal mula dia meraih ambisinya tersebut. Walaupun ada sedikit menariknya dari selipan-selipan tentang kehidupan masa Margaret sesungguhnya pada jaman dulu menjadi terlihat film ini terlihat cukup nyata. Selain itu cerita yang terkadang maju mundur menjadi sisi menarik untuk membuat penonton mikir apa yang sebenarnya terjadi.

Merly Streep nampaknya pantas meraih penghargaan sebagai Aktris Terbaik versi Golden Globe 2012. Disini nyawa dari Margaret terlihat pas sekali dibawakan oleh Meryl. Mimik wajah, gerak-gerik serta gaya bicaranya pokoknya pas dibawakan beliau. Untungnya cara pengambilan gambar dari film ini cukup menarik karena terkadang mengambil gambar bukan dari wajah tokoh utama, terkadang pengambilan gambar juga dari cara berjalan tokoh utama di film ini. Dari situ penonton diajak untuk mengenal lebih dalam bagaimana sosok Margaret sesungguhnya.

Para pemain lainnya pun terlihat sekali tidak ada kesan apa-apa yang terjadi di sepanjang film ini. Walaupun ada interaksi dengan Margaret tapi ya numpang lewat begitu saja. Tidak ada sesuatunya. Agak cukup disayangkan sih kalau mereka cuma sebagai pelengkap dari film ini saja. Karakter suami Margaret pun yang diperankan oleh Jim Broadbent pun nampaknya terkesan datar dan biasa saja. Ilustrasi musik dari Thomas Newman cukup baik penggarapannya untuk membawa kembali suasana pada jaman Margaret dahulu. Suasana kerajaan, kerusuhan dan lain-lain ditampilkan dengan musik yang cukup baik. Sinematografi dan artistik pun dari film ini lumayan baik digarapnya. Sekilas mengingatkan kita ketika menonton film King’s Speech.

Film The Iron Lady arahan sutradara yang pernah membuat film Mamma Mia! dan Macbeth, Phyllida Lloyd, nampaknya bukan hanya tentang kisah Margaret saja yang bisa kita lihat, sosok kerja keras dari beliau lah yang dari nol untuk meraih ambisinya tersebut patutu dicontoh. Disamping ambisi tersebut terkadang membawa unsur negatif tapi setidaknya jiwa semangat yang tinggi serta emansipasi wanita dapat menjadi inspiratif bagi kaum wanita yang menonton film ini. Disini para wanita diajak untuk sadar dan bangkit bahwa tidak selamanya wanita hanya membereskan rumah seperti mencuci piring, menggosok pakaian dan lain-lain, di sisi lain wanita sebenarnya punya jiwa kepimpinan yang baik pula. :Salam JoXa:

2,5/5

Trailer: