Wednesday, December 14, 2011

Review: The Whistleblower (2011)

Kathyrn seorang perwira polisi Amerika yang ditugaskan untuk menjaga perdamaian pasca perang dengan Bosnia. Tugas dari Kathyrn sendiri bisa dibilang cukup berat karena selain dirinya mengharuskan berpisah dengan kedua putrinya, di sisi lain dirinya juga harus mengatasi perdagangan dan perlecehanseksualitas buat kaum perempuan. Beliau pun harus bisa mengatasi ini semua secara sendiri karena orang dalam sendiri pun ternyata merupakan bagian yang mendukung adanya perdagangan dan seksualitas terhadap perempuan.

Oke langsung saja ya, secara keseluruhan film ini bisa dibilang menarik hanya dari bagian pemain utama saja. Cerita yang diangkat di film ini melalui karya skenario dari Larysa Kondracki dan Eilis Kirwan, pun terlihat biasa sekali ya. Dengan mengakat tema perdagangan secara bebas kaum perempuan rasanya bukan hal yang baru lagi untuk saat ini. Kekuatan cerita dari awal sampai akhir pun nampaknya tidak terlalu begitu kuat. Ada beberapa bagian yang rasanya tidak masuk akal walaupun katanya film ini berdasarkan kisah nyata seorang Kathryn Bolkovac.

Dari sisi scoring pun film ini biasa saja tanpa adanya sesuatu yang greget untuk menciptakan sisi ketegangan. Dari sisi sinematografi juga tidak ada sesuatu yang istimewa dari film ini. Alur yang diberikan film ini pun terasa begitu lambat dan nyaris membuat tertidur karena saking bosannya menonton film ini. Kalau dari deretan pemain rasanya yang juara cuma Rachel Weisz saja. Aktris yang pernah memenangkan piala Oscar ini nampaknya menunjukkan kualitas dirinya dalam berakting di film ini. Sepanjang film beliau nampak stabil menjaga emosi dan karakternya.

Selain Rachel Weisz, yang menarik ada Monica Bellucci yang dulu sempat terkenal di film Matrix. Namun sayangnya kehadiran beliau hanya sekejap begitu saja di film ini. Akhir kata, The Whistleblower yang telah meraih 5 penghargaan dan 2 nominasi ini nampaknya bukan sebuah film yang istimewa untuk ditonton. Dengan mengambil tema cerita perdagangan kaum manusia nampaknya bukanlah sesuatu yang menarik lagi. Penampilan Rachel lah yang bisa dibilang sebagai alasan terkuat untuk bertahan sampai film ini selesai. :Salam JoXa:

1,5/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment