Saturday, December 10, 2011

Review: Drive (2011)

Seorang supir yang mengambil pekerjaan sebagai seorang pengemudi di sebuah film di siang hari dan malamnya menjadi seorang pencuri merupakan rutinitasnya.Selain itu dirinya juga bekerja di sebuah bengkel. Hingga pada suatu hari, dirinya jatuh hati kepada salah satu tetangganya yang berstatus janda 1 anak, Irene, dari mantan suaminya yang seorang tahanan. Kehidupan supir tersebut yang awalnya biasa saja berubah drastis ketika hadirnya mantan Suami Irene, Standard, yang menawarkan dirinya untuk bekerja sama. Akan tetapi ternyata kerja sama tersebut membawa bencana buruk bagi Irene dan anaknya serta nyawa supir ini sendiri.

Pembicaraan bagusnya film ini di berbagai situs film nampaknya cukup mencuri perhatian gue. Bagaimana tidak, rating dari salah satu situs ternama memberikan film Drive 8/10. Buat gue untuk sebuah film hollywood itu pasti memiliki sesuatu di dalamnya.Yak tapi gue kembali menurunkan ekspetasi gue terhadap film ini sebelum menontonnya di bioskop. Alhasil setelah menonton film ini pun gue merasa cukup nyaman saja. Menurut gue film ini tidak memiliki sesuatu yang istimewa dari segi cerita. Cerita dari Drive sendiri hanya tentang kehidupan pengendara dengan berbagai pekerjaan-pekerjaan yang dilakukannya demi menghidupi kehidupannya. Namun di suatu saat dirinya dihadapkan suatu masalah yang menimpa dirinya. Cuma itu saja kan? Apa istimewanya coba?

Yang istimewa dari film ini bisa dibilang terletak dari scoringnya. Scoring film inilah yang membuat gue semangat menyaksikan film ini sampai akhir. Kalau saja scoringnya tidak seistimewa ini pasti gue sudah tertidur pulas karena melihat alur lambat yang disertai aksi-aksi di sepanjang film ini. Ini juga terlepas dari pemotongan LSF yang seenaknya memotong adegan yang seharusnya membuat film ini cukup sadis jadi berkesan menjadi datar dan biasa saja. Artistik dari film ini bisa dibilang juga menarik, karena dengan mengambil gaya artistik yang kuno tapi tetap terlihat oke untuk dinikmati.

Dari para pemain nampaknya tidak ada yang masalah menurut gue untuk mendalami karakternya. Sebut saja Ryan Gosling yang begitu pas sekali membawakan karakter dingin dan cuek dengan jaket kulit “scorpion” dan tusuk gigi andalan di mulutnya setidaknya berhasil memberikan inspirasi bagi para penonton setelah menonton film ini. Namun menurut gue pribadi karakter Ryan disini masih terlihat sedikit kaku di beberapa bagian dan nampaknya gue lebih suka penampilannya di Crazy, Stupid and Love yang juga rilis tahun ini. Chemistry dengan Carey mulligan nampaknya cukup pas, dan sosok janda 1 anak yang diperankan Carey juga masih terlihat lumayan baik. Aktor kawakan lainnya adalah Bryan Cranston, Albert brooks, dan Oscar Isaac. Sebagai informasi saja, kalau film Drive sendiri telah berhasil menduduki posisi 186 di top 250 film sepanjang masa menurut salah satu situs rating ternama.

Selain itu film ini juga berhasil menang 8 penghargaan dan 15 nominasi penghargaan dari berbagai ajang perfilman. Ya walaupun banyak yang begitu memuja-muji film ini, tapi bagi gue pribadi karya sutradara Nicolas Winding Rifn ini tidak begitu istimewa dan biasa saja secara keseluruhan. Akhir kata, Drive adalah film sederhana yang dibumbui rasa ketegangan serta percintaan di dalamnya dengan gaya keunikan dari Ryan Gosling sendiri. :Salam JoXa:

3/5

Trailer:

2 comments:

  1. Baru tahu kalo ternyata kena potong sensor. Bagian manakah?

    ReplyDelete
  2. ada beberapa bagian tapi gak gue ingat lagi karna sudah lama nontonnya. Secara dari durasi saja yang gue hitung itu lebih cepat dari IMDB. ketika nonton cuma 92 menit sedangkan imdb bilang 99 menit.

    ReplyDelete