Monday, December 12, 2011

Review: Bukan Pocong Biasa (2011)

Jaki bersama teman-temannya pergi ke Puncak untuk membuat sebuah film pendek. Di tengah perjalanan kesialan menimpa mereka. Semua bermula dari ban mobil mereka yang tiba-tiba kemps dan dongkrak milik Jaki tidak terbawa di mobil tersebut. Alhasil mereka memutuskan untuk masuk ke dalam suatu rumah yang kebetulan sedang berada persis mereka lewati. Kesialan pun menimpa mereka kembali ketika mereka memasuki rumah tersebut. Mereka diganggu oleh Pocong yang menetap di rumah tersebut. Setelah mereka berhasil kabur dari rumah tersebut, ternyata Pocong-pocong tersebut masih bergentayangan di hadapan mereka satu per satu. Rasa penasaran yang disertai ketakutan pun menyelimuti mereka tentang asal usul kehadiran pocong bukan biasa ini.


Setelah dengan judul yang menyerupai film terkenal Ada Apa Dengan Cinta – menjadi Ada Apa Dengan Pocong, kini Bic Production kembali muncul dengan judul yang bisa dibilang juga menyerupai film terdahulunya yang berjudul Bukan Cinta Biasa – menjadi Bukan Pocong Biasa. Kalau masalah judul rasanya itu hak-hak dari pihak penyelenggara saja ya asalkan jalan cerita yang diberikan kepada film tersebut tidak terlalu dangkal untuk diterima. Untungnya Bukan Pocong Biasa menyajikan sesuatu yang nyambung dengan filmnya. Ya bagaimana tidak, Pocong disini tampil bener-bener tidak seperti pocong lainnya.

Berbagai aksi demi aksi dari Pocong dapat dilihat disini, sebut saja pocong ngulet, pocong naik metromini, pocong diboncengin, dan bahkan pocong break dance. Yak mungkin pocong break dance bukan sesuatu yang lama di dunia film perpocongan. Bisa dibilang baru di film ini lah gue melihat pocong break dance dan ikatan tangannya bisa terlepas dan tersambung lagi sesuka hati mereka. Walaupun si pocong break dance biar sesuai dengan judul bukan pocong biasa, tapi sayangnya cerita yang diberikan film ini terlihat menyerupai film-film sebelumnya. Ya kalau kalian mengikuti terus film-film Pocong di Indonesia pasti tahu lah apa yang gue maksud disini.


Yang cukup membuat gue terganggu dengan film ini adalah di bagian soundsnya yang begitu membuat kuping gue kaget dan sakit ketika mendengarnya. Kalau memang film ini ada unsur horrornya bukan berarti musik yang diberikan penonton membuat mereka menajdi kaget kan? Itu selalu saja terjadi di bagian pembuka film. Ngomong-ngomong soal pembuka film, rasanya ada yang baru dari pengambilan gambar dari film ini. Entah apa cuma perasaan gue saja yaa, tapi cara pengambilan gambar di film ini kok terasa berbeda ya walaupun inti penyampaian cerita flashback sama saja kayak film-film lainnya. Artistik dari film ini bisa dibilang lumayan baik karena cukup niat mencari rumah angker dengan keunikan di dalamnya.

Para pemain disini ya bisa dibilang ada kalanya menghibur dan ada kalanya juga memberikan candaan yang garing. Sebut saja Zaky Zimah, Soraya Larasati, Ronald gustav, Irene Yustine, Yoga Arizona, Randy Pangalila dan Malih. Akhir kata, Bukan Pocong Biasa nampaknya hadir di penghujung tahun 2011 tidak semenarik Pocong Rumah Angker di penghujung akhir tahun lalu. Tapi dengan adanya kehadiran pocong break dance di film ini nampaknya menjadi kunci keunikan dari film ini. Kapan lagi coba kalian lihat pocong melakukan aksi break dance yang biasanya cuma duduk manis dilakukan semena-mena atau lompat-lompat saja. :Salam JoXa:

1/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment