Tuesday, November 15, 2011

Review: Immortals (2011)

Sebuah cerita yang menggambarkan kisah jaman Yunani kini difilmkan dengan judul Immortals. Bisa Immortals ini adalah kumpulan dari semua Kerajaan Yunani, sebut saja Hyperion, Zeus, Poisedon, Athena, Ares, dll. Kalau boleh jujur, gue tidak begitu paham banget soal nama-nama yang gue sebutkan di atas. Ketika menonton film Immortals pun gue mencoba bertahan sebagai orang awam yang baru tahu cerita sejarah film ini. Film Immortals sendiri bisa dibilang cukup unik tanggal penayangannya yaitu 11-11-2011 dan di Indonesia atau lebih khususnya Jakarta bertepatan dengan opening INAFFF 2011 pula. Berikut ulasan gue secara pribadi tentang Immortals sebagai orang awam.

Cerita yang dibuat oleh Vlas Parlapanides dan Charley Parlapanides ini bisa dibilang agak sediit bisa diikuti oleh orang awam seperti gue yang belum begitu tahu tentang Zeus, Hyperion dan kawan-kawan lainnya. Namun sayangnya film Immortals sendiri agak cukup lambat dan bosan sekali untuk dinikmati sepanjang film ini. Dengan ritme yang lambat untungnya gue tidak sampai tertidur pulas ketika menonton film ini. Belum lagi karena durasi yang hampir 2 jam bakal lo rasakan yang bisa dibilang agak cukup tersiksa. Untungnya ada popcorn yang menemani kebosanan gue terhadap film ini.

Sinematografi yang diberikan film ini pun terlihat sekali terlalu dark dan kurang indah untuk dinikmati penglihatan. Memang sih tema film lebih ke dark tapi bukan berarti ketika di tempat benar-benar gelap film Immortals jadi sangat gelap sekali dong. Kalau dibuat lebih indah dari permainan warna atau pengambilan gambar saja pasti akan lebih indah kelihatannya kok. Efek visualisasi yang diberikan film ini jika menonton yang biasa tnpa kacamata 3D bisa dibilang cuma 2-4 scene saja yang terasa banget walaupun tanpa menggunakan kacamata 3D. Untungnya scoring dari film Immortals sendiri memberikan penyegaran tersendiri di film ini. Dentuman-dentuman musik dari film ini terlihat nyatu dan pas untuk didengar.


Dari deretan pemain bisa dibilang 98% ditempati oleh para pria-pria. Yaiyalah secara ini film pertempuran pasti aktris cantik disini pun hanya 1-2 saja. Para pria disini tam,pil dengan badan kekar dan beberapa diantaranya wajah-wajah yang cukup familiar di belantika perfilman Hollywood. Sebut saja, Henry Cavill, Luke Evans, Kellan Lutz, dan palings enior adalah Mickey Rourke. Kalau aktrisnya sendiri yang menarik perhatian adalah Isabel Lucas. Permainan karakterisasi yang dilakukan apra pemain disini bisa dibilang kebanyakan datar dan kurang greget mengeksplor kemampuan aktingnya, beberapa diantarnya bisa terlihat datar sekali.

Akhir kata, Immortals adalah sebuah film yang pernah memproduseri film 300 dan disutradarai oleh Tarsem Singh ini bukanlah sebuah sajian yang secara keseluruhan menghibur untuk orang awam yang baru mengetahui sejarah Immortals seperti apa. Agak susah juga untuk memberikan sisi positif dari film ini karena ritme yang diberikan terlalu lambat dan keburu terlelap tidur para penonton ketika menonton film ini. Semoga saja para film maker Hollywood bisa kembali belajar lagi untuk membuat sesuatu yang wah dan memorable kalau mau membuat film seperti ini lagi. :Salam JoXa:

1,5/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment