Saturday, November 12, 2011

Review: Atrocius (2010)

Christian dan kakaknya Julie sedang melakukan paranormal investigasi di sebuah rumah tua yang letaknya cukup jauh dari publik. Ternyata di tempat tersebut ada sejarah hilangnya seorang gadis , yang sampai sekarang belum ditemukan. Selama 5 hari ke depan kegiatan investigasi mereka ke depan pun dimulai.

Sebelum menonton film Atrocius di ajang festival INAFFF 2011 gue tidak tahu apa cerita dari film ini. Melihat trailernya pun gue belum sempat. Untung saja gue mendapatkan kesempatan nonton gratis film ini yang gue dapatkan dari kuis. Gue cuma tahu kalau genre film ini yaitu mockumentary, dan gue langsung berpikir seperti Paranormal Activity atau sejenis lainnya. Hmmm sepertinya menarik sih apalagi film ini berasal dari negara Spanyol yang setahu tipe-tipe seperti ini di Spanyol cukup menjanjikan. Dan ternyata apa yang gue rasakan setelah menonton film ini adalah bersyukur karena dapat gratisan. Filmnya sangatlah tidak jelas, kacau balau, dan berantakan.

Kenapa gue bilang gue tidak jelas, kacau balau dan berantakan? Pertama, Atrocius bisa dibilang mockumentary terburuk yang pernah gue tonton sampai dengan saat ini. Kedua, cerita dari awal yang tujuannya untuk menginvestigasi menjadi kacau balau dan tidak fokus karena gangguan efek kamera yang gak jelas pengambilannya. Gue tahu mungkin ini gaya pengambilan kameranya tapi apa harus seperti siaran yang mengalami gangguan akibat angin puyuh?

Ketiga, para pemain disini gue tidak menemukan penampilan akting mereka sebenarnya, antara takut atau bingung semua kok terlihat datar ya? Begitu pula dengan visualisasi yang diambil film ini pun tidaklah spesial sama sekali. Jangan berharap ada sosok yang menakutkan di film ini karena itu semua tidak akan lo dapatkan. Oh iya selain itu di film ini anehnya cuma mengambil gambar disitu-situ aja seperti lingkaran yang berputar-putar saja. Gak menarik! Akhir kata, karya dari Fernando Barreda Luna kali ini merupakan film mockumentary terburuk sepanjang film yang gue tonton selama ini. So sorry! ;Salam JoXa:








Trailer:

No comments:

Post a Comment