Monday, October 10, 2011

Review: Warrior (2011)

Tommy mantan dari seorang mantan anggota Marinir datang kembali ke rumah ayahnya, Paddy, mantan seorang pegulat terkenal di jamannya dahulu. Kedatangan Tommy disini sangat diterima Paddy karena dia sangat menantikan kehadiran anak-anaknya yang sudah lama meninggalkan dirinya. Brendan, yang merupakan kakak dari Tommy dan anak tertua, kini lebih bahagia dengan keluarga kecilnya daripada harus tinggal bersama ayahnya. Problematika di sini pun semakin terasa ketika rasa maaf harus bisa dibayarkan dengan tingginya rasa gengsi dan egois diantara mereka bertiga.

Pepatah buah yang jatuh tidak akan jauh pula rasanya dengan pohon diatasnya seperti cukup benar. Kalau ditelusuri memang benar pepatah tersebut, karena tidaklah mungkin rasa dan bentuk dari buah yang jatuh berbeda jauh dengan pohon diatasnya. Buset dah ini kenapa ngomongin buah dan pohon sih? Okelaah maksud gue disini sebenarnya ke arah sifat orang tua yang kemungkinan tidak akan berbeda jauh dengan anaknya sendiri. Belum lagi sifat karakter tersebut memang sudah dibentuk oleh keadaan lingkungan sekitarnya. Nah itu lah yang terjadi diantara Tommy dan Brendan terhadap ayahnya Paddy.

Tommy mantan dari seorang mantan anggota Marinir datang kembali ke rumah ayahnya, Paddy, mantan seorang pegulat terkenal di jamannya dahulu. Kedatangan Tommy disini sangat diterima Paddy karena dia sangat menantikan kehadiran anak-anaknya yang sudah lama meninggalkan dirinya. Brendan, yang merupakan kakak dari Tommy dan anak tertua, kini lebih bahagia dengan keluarga kecilnya daripada harus tinggal bersama ayahnya. Problematika di sini pun semakin terasa ketika rasa maaf harus bisa dibayarkan dengan tingginya rasa gengsi dan egois diantara mereka bertiga.

Jika dilihat dari poster gue melihat film ini akan seperti The Fighter yang tayang akhir tahun lalu. Dimana adanya cerita tentang seorang olahragawan dengan kehidupan problematika keluarganya. Akan tetapi ternyata semua ekspetasi gue cukup salah dan bisa membuat gue tersenyum puas ketika credit title film ini muncul di akhir. Sepanjang film memang dihadirkan drama keluarga antara Paddy, Tommy dan Brendan, namun unsur dari penggulatanlah yang membuat emosi film ini terjaga dengan stabil sampai akhir film. Bisa dibilang 140 menit terasa begitu cepat sekali karena memang lebih banyak terfokuskan ke dunia ring pergulatan. Tapi itu semua bukan berarti lo bengong dan bakal bosan loh ketika menonton film ini.

Sutradara Gavin O’Connor menurut gue secara pribadi bisa dibilang sebagai kandidat sutradara terbaik tahun 2011. Berbagai alasan kuat bisa gue sampaikan berikut ini, gaya penyutradaraan Gavin disini tidak hanya terpaku pada cerita membosankan tentang keluarga Tommy saja, tapi bagaimana dia melakukan gaya penggabungan gambar di dalam satu layar menjadi keunikan tersendiri. Jadi penonton bisa melihat kegiatan dari ketiga orang yang berbeda dalam 1 layar sekaligus. Alur cerita yang diberikan bisa dibilang cukup jelas dengan tanpa adanya penjelasan harus secara detil, dengan mendengar dialog dan keterkaitan gambar demi gambar bisa ditebak dengan cepat kalau Paddy dan Tomyy serta Branden adalah satu anggota keluarga.

Para pemain disini bisa dibilang tampil memukau disamping tubuh mereka masing-masing yang memang seperti seorang penggulat ya. Sebut saja Tom Hardy berhasil membawakan karakter yang cukup ngeselin dan gengsinya tinggi sekali. Sebagai anak yang merasakan kekecewaan terhadap sang ayah, Tom disini mampu menampilkan performa terbaiknya. Menurut kabar yang beredar, Tom pun menjadi Bane di film The Dark Night Rises (2012) nanti, wah ini semakin menarik untuk ditunggu tahun depan!! Sebagai kakak dari Tom, Joel Edgerton yang memiliki problematika dengan keluarga yaitu ayah mereka sendiri, disini dia lebih terlihat tegar menghadapi keluarganya tanpa kehadiran Joel di kehidupan kecilnya tersebut. Problematika pun tidak hanya terjadi antara Joel dengan Ayahnya. Tapi masalah tempat dia mengajar Fisika pun menjadi masalah bagi dirinya yang mempertaruhkan keuangan keluarganya.

Jennifer Morrison sebagai istri Joel, yang gelisah akan nasib suaminya jika mengikuti pergulatan lagi namun di sisi lain mereka memang harus memiliki uang banyak untuk membayar uang sewaan rumah, bisa dibilang bermain dengan baik, begitu pula dengan chemistry diantara mereka berdua yang lumayan oke. Sebagai seorang ayah yang memiliki background gelap di mata kedua anaknya, Nick Nolte, sebagai aktor senior mampu menyeimbangkan perannya disini. Bisa dibilang dia sebagai yang jarang sekali kelihatan namun di sisi lain karakter dirinya disini sebagai pemancing emosi buat kedua anaknya.

Akhir kata, Warrior merupakan film wajib yang ditonton di tahun 2011 karena disini tidak hanya dilihat bagaimana kehidupan tentang babak pergulatan kelas internasional saja, tapi sisi keluarga di film ini begitu kuat ditampilkan film ini. Warrior sendiri adalah kisah nyata yang dibuat menjadi sebuah film. Hmm rasanya sebagai film terbaik, film Warrior bisa menjadi kandidat tekuat sampai review ini dibuat. :Salam JoXa:

4,5/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment