Friday, October 28, 2011

Review: Ra.One रा.वन (2011)

Shekhar Subramanium adalah seorang bos pendiri sebuah perusahaan game. Perusahaan ini selalu menciptakan sesuatu hal yang baru sampai apda suatu hari mereka uji coba untuk membuat sebuah game yang bisa lebih kelihatan hidup. Sonia sebagai sang istri begitu setia mendukung sang suami. Walaupun awalnya hubungan Shekhar dengan Prateek, anaknya, tidaklah harmonis tapi itu semua berubah ketika anaknya mencoba alat yang dibuat ayahnya tersebut. Prateek ternyata ahli dalam hal bermain video game sehingga dirinya bisa mengalahkan musuh di dalam video tersebut, R.One dengan nama gamenya, Lucifer. Ternyata setelah dikalahkan Prateek, R.One merasa dirinya ditampar luar biasa karena bisa dikalahkan. Akhirnya dia berontak dan bisa masuk ke dunia nyata sesungguhnya. Pencarian terhadap nama Lucifer pun dilakukan R.One.

Kurang lebih sudah 5-7 film bollywood yang gue tonton sampai gue menulis review Ra.One kali ini. Berbagai genre juga sudah gue tonton. Jadi bisa dibilang gue sudah tahulah plot dan gaya cerita dari negeri Bombay ini. Sebelum menonton film Bollywood pun gue ada criteria tersendiri jadi dari 10 film yang tayang di bioskop sampai bulan Oktober ini gue tidak semuanya ditonton. Salah satu kriterianya adalah rumor yang beredar dari film tersebut. Nah, dari film Ra.One atau रा.वन atau Random Access–Version 1.0, rumor yang beredar gue dapatkan adalah sebagai film bollywood termahal pembuatannya. Sekitar 400 juta film ini dibuat sedemikian rupa, ditambah 100 juta lagi untuk dibuatkan dalam format 3 Dimensi. Sesuatu banget bukan sih?

Cerita yang dibuat oleh Anubhav Sinha, Khanika Dhillon, Mushtaq Sheikh, dan David Benullo bisa dibilang hasil dari cerita comot sana-sini dari film Hollywood. Sebut saja, Tron Legacy. Kalau dari efek visualisasi atau gerak-gerik action dari film ini lebih banyak lagi mencontek film-film Hollywood. Sebut saja, Dark Knight, Tron Legacy dan Matrix. Sesuatu banget ya mereka bisa menggunakan kesempatan mengambil produk-produk film yang seudah lebih HITS duluan. Namun disini mereka terlihat lebih berbeda dalam pembuatannya sih, jadi tidak sepenuhnya sama 100%. Aksi kebut-kebutan di film ini cukup unik dan agak tidak masuk akal. Entah memang sudah dibooking buat lokasi atau memang polisi di daerah tempat mereka kejar-kejaran minim jumlah polisi jalannya? Dengan budget yang tidak sekecil itu, film ini terlihat meyakinkan dan memanjakan mata penonton karena berbagai macam kerusakan-kerusakan dan pecahan kaca dimana-mana.

Disamaping adanya selingan tarian dan lagu di sepanjang cerita, film ini juga menyajikan unsur komedi yang menghibur. Komedinya pun tidak terlihat murahan ataupun garing sekalipun. Suasana adu gesit antar dua kubu juga terlihat berjalan dengan cukup baik. Mungkin itu balik lagi karena kostum dan efek visualisasi yang diberikan film ini tidak murahan. Para pemain disini juga bisa dibilang tampil ada yang memukau, biasa saja dan cuma sebagai pemanis film ini saja. Shahrukh Khan disini selain tampil seperti seorang superhero dari kota Bombay, juga terlihat cukup baik dalam penggalian karakternya yang berlainan. Armaan Verma sebagai anak dari Shahrukh disini terlihat cukup menarik perhatian karena gaya rambutnya dan karakter yang dia mainkan cukup berhasil dilakoninya.

Dari deretan pemain wanita, kayaknya Kareena Kapoor lah yang paling berhasil mencuri perhatian gue. Dengan menggunakan kostum yang mini tapi tetap sopan *halah* dia berhasil membentuk lekukan tubuhnya menjadi enak untuk dipandang. Sorry buat para pemainnya gue gak tahu dan tidak mau tahu lebih lanjut siapa kalian akrena gue tidak begitu kenal banget. Hahaha *ngacirrrrr. Dari segi pengisi soundtrack gue sangat terhibur dengan adanya Akon tampil di film ini. Dengan gayanya yang kahas dirinya berhasil mencuri perhatian penonton karena lagu yang dibawakan ada bahasa Indianya juga loh. Akon tetep asik juga ya kalau bawain lagu film-film Bollywood!

Ra.One bisa dibilang sesuatu yang menghibur tapi tidak sepenuhnya gue langsung menobatkan dirinya sebagai film terbaik bollywood tahun ini dan menggeser Chillar Party sebagai kandidat terkuat film bollywood terbaik tahun ini #versigue. Sayang sekali durasi yang cukup panjang seharusnya bisa dipersingkat dengan mengurangi beberapa adegan yang sangatlah mengganggu dan terkadang membuat gue mengantuk bahkan tertidur sekita 15 menit-an #ooops. Tapi kalau untuk visualisasi dan niat membuat film seperti superhero yang sudah terkenal lebih dahulu, ya tidak masalah sih dengan film ini. Minimal budget 400n juta sudah himpas dengan semua itu. So tunggu apalagi menikmati film ini sekalian lagu-lagu dari Akon. Selamat menonton. :Salam JoXa:

3/5

Trailer:

No comments:

Post a Comment